BPBD Sitaro Imbau Warga Waspada Bahaya Lahar Pascaerupsi Gunung Karangetang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang bermuki
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Karangetang. Imbauan ini dikeluarkan setelah gunung api tersebut kembali mengalami erupsi eksplosif pada Minggu malam, yang berpotensi memicu banjir lahar hujan di musim penghujan saat ini.
Kronologi Erupsi dan Status Gunung
- Minggu, pukul 20.15 WITA: Gunung Karangetang meletus dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 1.500 meter di atas puncak kawah. Abu tebal berwarna kelabu hingga hitam mengarah ke barat daya.
- Pukul 20.30 WITA: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang melaporkan adanya peningkatan aktivitas seismik, termasuk gempa letusan dan gempa hembusan.
- Pukul 21.00 WITA: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Gunung Karangetang pada Level III (Siaga).
- Senin dini hari: Hujan deras mulai mengguyur kawasan puncak dan lereng gunung, memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran lahar.
Kepala BPBD Sitaro, Johnly Lowing, dalam keterangannya Senin pagi menegaskan, "Kami mengingatkan seluruh warga, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Karangetang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin. Material vulkanik yang menumpuk di lereng sangat mudah terbawa air hujan dan berubah menjadi lahar yang merusak."
Kami mengingatkan seluruh warga, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Karangetang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin.
Daerah Rawan dan Radius Bahaya
BPBD memetakan sejumlah desa yang dilintasi sungai-sungai utama, antara lain Kali Beha, Kali Batuawang, Kali Keting, dan Kali Timbelang. Desa-desa seperti Karalung, Mini, Kinali, dan Ondong menjadi prioritas pemantauan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari kawah utama, serta radius 3,5 kilometer ke arah selatan dan tenggara.
- Jangan mendekati atau memasuki lembah-lembah sungai saat terjadi hujan di bagian hulu.
- Segera lakukan evakuasi mandiri jika mendengar suara gemuruh atau melihat air sungai keruh dan berubah warna.
- Waspadai potensi awan panas guguran karena kubah lava masih tidak stabil.
- Gunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Berdasarkan data PVMBG, volume material vulkanik yang menumpuk di puncak karangetang diperkirakan mencapai 10 juta meter kubik. Dengan curah hujan tinggi yang diprediksi BMKG hingga dua pekan ke depan, ancaman lahar menjadi sangat serius. Historis mencatat, pada tahun 2023 lalu banjir lahar sempat memutus akses jalan trans-Siau dan merendam puluhan hektare lahan pertanian.
Kesiapsiagaan dan Himbauan Resmi
BPBD Sitaro telah menyiagakan personel dan peralatan di titik-titik rawan. Posko bencana didirikan di Kantor BPBD dan beberapa lokasi strategis. Koordinasi intensif dilakukan dengan TNI, Polri, relawan, dan pemerintah kecamatan. "Kami harap masyarakat tidak panik, tetapi tetap siaga. Ikuti arahan dari petugas dan segera mengungsi jika situasi memburuk," tambah Lowing.
Gunung Karangetang yang terletak di Pulau Siau ini merupakan salah satu dari 127 gunung api aktif di Indonesia. Erupsi kali ini menjadi yang ketiga sepanjang tahun berjalan. PVMBG meminta masyarakat untuk tidak termakan isu tidak resmi dan selalu memantau informasi melalui saluran resmi.
[SOCIAL_TWEET]: BPBD Sitaro imbau warga waspada banjir lahar pascaerupsi Gunung Karangetang. Status masih Level III (Siaga). Hindari zona merah! #Karangetang #BanjiLahar #Sitaro #SulawesiUtara[SOCIAL_TG]: 🚨 Gunung Karangetang erupsi! Waspada banjir lahar di Sitaro. Status Siaga Level III. Cek info selengkapnya di sini.
Comments (0)