Sep 14, 2026
Nasional

BOGOR — Petani Kembangkan Teknik Pengendalian Rambatan Labu Siam Produktif

Kecenderungan tanaman labu siam (Sechium edule) yang tumbuh liar tanpa kendali kerap menjadi kendala utama bagi para pegiat pertanian perkotaan maupun peta

BOGOR — Petani Kembangkan Teknik Pengendalian Rambatan Labu Siam Produktif

Kecenderungan tanaman labu siam (Sechium edule) yang tumbuh liar tanpa kendali kerap menjadi kendala utama bagi para pegiat pertanian perkotaan maupun petani komersial. Berdasarkan investigasi lapangan di kawasan sentra hortikultura Rancamaya, Bogor, banyak pekarangan terbengkalai akibat sulur labu siam merambat sembarangan hingga merusak vegetasi lain dan menurunkan produktivitas buah secara drastis.

Tim ahli hortikultura bersama kelompok tani lokal akhirnya merilis metode terstruktur guna menertibkan kanopi tanaman merambat ini. Pendekatan ini tidak hanya menghemat ruang pekarangan yang terbatas, namun juga terbukti memacu pembentukan bakal buah secara optimal.

"Permasalahan utama bukan pada kesuburan tanah, melainkan ketidakmampuan petani mengontrol dominasi apikal sulur vegetatif. Tanaman menghabiskan energi untuk merambat liar, bukan memproduksi bunga betina," ujar praktisi agronomi Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Gunawan Wibisono, saat ditemui di lokasi percontohan, Selasa (24/10).

Investigasi Pola Pertumbuhan dan Kegagalan Panen

Penelusuran tim liputan di sejumlah lahan budidaya mendapati bahwa pembudidaya pemula kerap melakukan tiga kesalahan fatal saat menanam labu siam:

  • Membiarkan Sulur Menjalar di Permukaan Tanah: Kelembapan tanah memicu pembusukan batang dan serangan jamur patogen sebelum fase generatif dimulai.
  • Ketiadaan Desain Para-para Terukur: Tiang penyangga yang rapuh dan terlalu rendah menyulitkan sirkulasi udara serta akses sinar matahari.
  • Nol Pemangkasan Cabang Air: Ranting sekunder nonproduktif dibiarkan menyedot unsur hara fosfor dan kalium yang dibutuhkan untuk pembuahan.

Kronologi Tahapan Budidaya Terkendali

Hasil pengujian lapangan selama enam bulan merumuskan prosedur baku pengendalian tanaman labu siam agar tetap rapi dan lebat berbuah:

  1. Minggu ke-1: Seleksi Benih dan Penanaman Bertingkat
    Bibit labu siam tua yang telah bertunas minimal 10 sentimeter dibenamkan miring 45 derajat ke dalam media tanam campuran pupuk kandang matang dan tanah gembur berporositas tinggi.
  2. Minggu ke-3: Pemasangan Konstruksi Para-para Vertikal
    Petani mendirikan tiang bambu atau besi setinggi 1,8 hingga 2 meter dengan anyaman kawat ram di bagian atas. Ketinggian ini dirancang agar buah menggantung bebas tanpa menyentuh tanah dan memudahkan panen.
  3. Minggu ke-6: Pelatihan Sulur Utama dan Pemangkasan Pucuk
    Hanya dua sulur primer terkuat yang diarahkan merambat naik menggunakan tali rami. Begitu sulur primer mencapai puncak para-para, titik tumbuh dipotong (topping) untuk merangsang tumbuhnya cabang produktif sekunder.
  4. Minggu ke-8 ke Atas: Sanitasi Daun dan Pemupukan Generatif
    Pangkas daun-daun tua di bagian bawah para-para guna memicu aliran udara lancar. Berikan asupan pupuk tinggi kalium untuk memperkuat tangkai putik bunga betina agar tidak rontok.

Peningkatan Efisiensi dan Hasil Panen

Data pemantauan menunjukkan bahwa metode pemangkasan disiplin dan konstruksi para-para vertikal mampu mendongkrak produksi hingga 40 persen lebih tinggi dibanding metode konvensional. Buah yang dihasilkan memiliki bentuk simetris, kulit mulus bebas bercak tanah, dan bobot rata-rata mencapai 350 gram per buah.

Dengan teknik rekayasa tajuk ini, budidaya labu siam kini menjadi solusi pangan mandiri yang sangat efisien dan estetis, bahkan untuk area perumahan sempit sekalipun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User