Dominasi mutlak tanpa ampun tersaji di atas lapangan kayu saat Bintang Timur Surabaya (BTS) melumat NZ Laksamana Laut FC dengan skor telak 12-2 pada laga lanjutan Futsal Super Cup 2026. Pertandingan yang digelar di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis sore tersebut mempertontonkan perbedaan kelas yang teramat mencolok di antara kedua tim futsal profesional tanah air.
Sejak peluit sepak mula dibunyikan, strategi menekan berintensitas tinggi yang diterapkan pelatih kepala Bintang Timur Surabaya, Tiago Lino Polido Coelho De Sousa, langsung merusak struktur pertahanan lawan. Hanya butuh waktu satu menit bagi Samuel Eko untuk merobek jala gawang NZ Laksamana Laut, sekaligus membuka keran gol besar yang tak terbendung sepanjang 40 menit waktu bersih pertandingan.
Amukan Babak Pertama dan Keruntuhan Pertahanan Lawan
Serangan demi serangan BTS mengalir dengan presisi tajam. Pada babak pertama saja, armada asal Surabaya ini sukses menyarangkan tujuh gol ke gawang NZ Laksamana Laut. Pundi-pundi gol dibuka melalui aksi impresif barisan penyerang lokal dan legiun asing yang bergerak dinamis tanpa celah.
Berikut adalah catatan dominasi gol Bintang Timur Surabaya pada babak pertama:
- Samuel Eko mencetak gol kilat pembuka (1') serta memperlebar jarak pada menit ke-11.
- Syauqi Saud (4') dan Mochammad Iqbal (5') mengunci kendali laga lewat kombinasi operan pendek cepat.
- Andarias Kareth (7') menyumbang gol memanfaatkan bola pantul di depan gawang.
- Allan Guilherme Costa Silva (15') dan Ardiansyah (19') menutup paruh pertama dengan skor telak 7-1.
NZ Laksamana Laut sempat membalas satu gol hiburan lewat eksekusi Demas Kurnia Bagaskara pada menit ke-12. Namun, tekanan fisik dan taktik yang berat membuat mereka kewalahan, hingga Said Muhammad Amin terpaksa diganjar kartu kuning pada menit ke-17 akibat pelanggaran keras guna menghentikan transisi cepat BTS.
Hattrick Ardiansyah dan Eksekusi Taktis Tanpa Belas Kasihan
Memasuki babak kedua, BTS sama sekali tidak mengendurkan intensitas serangan. Pemain sayap Timnas Indonesia, Ardiansyah, tampil trengginas dengan mencatatkan hat-trick setelah mencetak dua gol tambahan pada menit ke-27 dan ke-35. Rotasi pemain yang dilakukan pelatih Tiago Polido membuktikan kedalaman skuad BTS yang merata di semua lini.
"Kami tidak sekadar mencari kemenangan, tetapi membangun konsistensi taktik dan efektivitas konversi peluang di setiap detik pertandingan," ungkap salah satu staf kepelatihan saat jeda babak.
Pesta gol BTS berlanjut lewat sontekan Edison Machado Coelho di menit ke-31, disusul gol kedua Mochammad Iqbal semenit berselang (32'), serta ditutup oleh gol pemain asing Alireza Rafiei Pour pada menit ke-39. NZ Laksamana Laut hanya sanggup menambah satu gol penutup melalui Demas Kurnia Bagaskara di menit ke-39 sebelum wasit meniup peluit panjang akhir laga.
Catatan Penting Menuju Tangga Juara
Kemenangan telak 12-2 ini bukan sekadar raihan tiga poin biasa, melainkan sinyal peringatan serius dari Bintang Timur Surabaya kepada para rival di Futsal Super Cup 2026. Produktivitas gol yang luar biasa serta kedisiplinan organisasi bertahan membuktikan kesiapan BTS dalam memburu trofi juara musim ini.
Comments (0)