Sep 01, 2026
Bisnis

BI-MAS Perluas Transaksi Rupiah-Dolar Singapura, 12 Bank Ditunjuk

Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi mengoperaskan kerangka transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal rupiah dan dolar Singapura. Langkah strategis ini ditandai ...

BI-MAS Perluas Transaksi Rupiah-Dolar Singapura, 12 Bank Ditunjuk

Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi mengoperaskan kerangka transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal rupiah dan dolar Singapura. Langkah strategis ini ditandai dengan penunjukan 12 bank sebagai Authorized Currency Dealing (ACCD) yang berhak melaksanakan transaksi valuta asing secara langsung antara kedua mata uang tersebut tanpa harus melewati dolar Amerika Serikat terlebih dahulu.

Skema Transaksi Langsung Rupiah-Singapura

Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan pertengahan tahun ini, kerangka Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Singapura ini dirancang untuk memfasilitasi pembayaran perdagangan dan investasi secara langsung. Mekanisme ini memungkinkan pelaku usaha di kedua negara melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang domestik masing-masing, sehingga mengurangi ketergantungan pada mata uang ketiga.

Dalam kerangka ini, 12 bank yang terdiri dari delapan bank umum nasional dan empat bank asing di Singapura получили статус ACCD. Institusi-institusi ini berhak melakukan transaksi jual beli rupiah dan dolar Singapura untuk keperluan perdagangan, investasi portofolio, hingga transfer dana antarperbankan. Nilai transaksi yang dapat diproses melalui mekanisme ini mencapai miliaran dolar AS secara tahunan, mengingat volume perdagangan bilateral Indonesia-Singapura yang tercatat menembus 50 miliar dolar AS year-on-year.

Pro: Efisiensi Biaya dan Penguatan Stabilitas

Di satu sisi, implementasi kerangka LCT ini diharapkan memberikan efisiensi signifikan bagi pelaku usaha. Dalam transaksi konvensional yang melibatkan dolar AS sebagai mata uang perantara, perusahaan biasanya dikenakan biaya konversi ganda serta exposed pada risiko fluktuasi kurs yang terjadi pada dua pasang mata uang secara bersamaan. Dengan transaksi langsung rupiah-singapura, biaya transaksi diperkirakan dapat turun hingga 30-40 basis poin tergantung pada volume dan jangka waktu transaksi.

Lebih lanjut, mekanisme ini berpotensi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura yang selama ini cenderung fluktuatif mengikuti dinamika pasar global. Sentimen positif terhadap integrasi keuangan ASEAN turut mendukung kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.

Kontra: Tantangan Likuiditas dan Adopsi Pasar

Di sisi lain, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Pertama, likuiditas pasar bilateral rupiah-singapura masih relatif terbatas dibandingkan pasar konvensional berbasis dolar AS. Hal ini berarti spread bid-ask yang dihadapi pelaku pasar mungkin masih lebar, terutama untuk transaksi dalam jumlah besar atau pada kondisi pasar yang bergejolak.

Kedua, adopsi mekanisme ini oleh pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) diproyeksikan berlangsung bertahap. Banyak UMKM yang belum memiliki akses langsung ke bank ACCD atau belum familiar dengan prosedur transaksi mata uang lokal. Diperlukan edukasi pasar yang masif agar manfaat efisiensi biaya dapat dirasakan secara merata.

Implikasi bagi Integrasi Keuangan ASEAN

Kesepakatan BI-MAS ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani kedua lembaga pada 2021 lalu. Skema serupa telah lebih dulu diterapkan oleh Singapura dengan Malaysia melalui kerangka Malaysian Ringgit-Singapore Dollar Direct Trading, serta dengan Thailand melalui mekanisme baht-singapura. Keberhasilan implementasi di kawasan diharapkan memperkuat fondasi integrasi keuangan ASEAN yang menjadi salah satu pilar Komunitas ASEAN 2025.

Secara makroekonomi, diversifikasi instrumen transaksi internasional ini sejalan dengan upaya de-dolarisasi yang digaungkan berbagai negara berkembang. Meskipun demikian, analis memandang bahwa peran dolar AS sebagai mata uang dominan dalam perdagangan global masih akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Valuasi transaksi yang menggunakan mekanisme LCT diproyeksikan baru mencapai 5-10 persen dari total perdagangan bilateral Indonesia-Singapura dalam dua tahun pertama implementasi.

Ke depan, Bank Indonesia dan MAS berkomitmen untuk memperluas jenis instrumen yang dapat ditransaksikan melalui kerangka ini, termasuk obligasi dalam mata uang lokal dan produk derivatif. Langkah ini diharapkan semakin mendorong penggunaan rupiah dan dolar Singapura sebagai alat pembayaran sah dalam perdagangan regional, seiring dengan penguatan fundamental ekonomi kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User