Ilham Azikin Paparkan Capaian Kinerja Strategis di Periode Kedua Kepemimpinan Bantaeng

<h2>Ilham Azikin Paparkan Capaian Kinerja Strategis di Periode Kedua Kepemimpinan Bantaeng</h2> <p><strong>Bantaeng, Berita Dua</strong> — Dr. H. Ilham Azikin, M.Si., resmi memimpin Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, untuk periode kedua sejak dila

Ilham Azikin Paparkan Capaian Kinerja Strategis di Periode Kedua Kepemimpinan Bantaeng

Bantaeng, Berita Dua — Dr. H. Ilham Azikin, M.Si., resmi memimpin Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, untuk periode kedua sejak dilantik pada 26 September 2023 lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Bantaeng periode 2018–2023 setelah memenangkan kontestasi politik bersama pasangannya, H. Sahabuddin. Kiprahnya di birokrasi tidak instan; ia merupakan birokrat karir yang merintis jabatan dari eselon rendah hingga akhirnya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Bantaeng sebelum maju sebagai kepala daerah.

Profil dan Latar Belakang

Ilham Azikin lahir di Bantaeng pada 12 Agustus 1974. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi administrasi publik. Ia meraih gelar Doktor (Dr.) dari Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, memperkuat kapasitas intelektualnya dalam mengelola pemerintahan. Karir politiknya dimulai dari jalur birokrasi, bukan partai. Ia dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) murni yang menduduki posisi strategis seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) hingga Sekretaris Daerah. Pada Pilkada 2018, ia diusung oleh koalisi partai besar, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Golkar. Untuk periode keduanya, ia kembali mendapatkan dukungan luas dari koalisi parlemen, menegaskan dominasi politiknya di daerah berjuluk "Butta Toa" tersebut.

Program Unggulan dan Kinerja

Kepemimpinan Ilham Azikin periode pertama banyak diidentikkan dengan program "Bantaeng Sehat, Cerdas, dan Sejahtera." Di sektor kesehatan, ia meluncurkan inovasi Sistem Informasi Kesehatan Bantaeng (e-Health) yang mengintegrasikan layanan puskesmas hingga rumah sakit. Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Bantaeng mencapai 96,8% pada tahun 2023, melampaui target nasional. Program "Dokter Ke Rumah" juga menjadi andalan untuk menjangkau daerah terpencil. Di bidang kesejahteraan ekonomi, prioritasnya adalah hilirisasi pertanian dan pengembangan Kawasan Industri Bantaeng (KIB). Pertumbuhan ekonomi Bantaeng sempat terkontraksi akibat pandemi tetapi berhasil rebound ke angka 5,3% pada 2023, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dan jasa. Sementara itu, di sektor pendidikan, ia menggagas program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis yang diklaim mampu menekan angka putus sekolah hingga di bawah 0,1% untuk jenjang SD-SMP.

Di periode keduanya, Ilham mendorong besar-besaran pembangunan infrastruktur pariwisata, khususnya kawasan wisata Pantai Marina Korong Batu dan Pegunungan Bissampole. Ia menargetkan peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata yang pada 2023 mencatatkan kenaikan 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, program "Smart Village" menjadi flagship baru untuk mendorong digitalisasi tata kelola desa, di mana 46 desa di Bantaeng kini telah terhubung dengan jaringan fiber optic dan sistem administrasi berbasis online.

Kontroversi dan Tantangan

Meski dipuji atas stabilitas pembangunan, pemerintahan Ilham Azikin bukannya tanpa kritik. Tata kelola proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum kerap menjadi sorotan. Tahun 2022 lalu, sejumlah proyek pengadaan jalan dan drainase di wilayah Kecamatan Bissappu disebut tidak sesuai spesifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), meskipun tidak berujung pada temuan pidana, melainkan rekomendasi pengembalian administratif. Tantangan non-fisik lainnya adalah fluktuasi harga komoditas pertanian, terutama jagung dan rumput laut, yang membuat petani kerap mengeluhkan intervensi harga dari pemerintah daerah yang dianggap lambat. Dari sisi politik, dominasi Ilham di legislatif menimbulkan kritik bahwa kontrol terhadap kebijakan publik menjadi kurang seimbang karena minimnya oposisi efektif di DPRD.

Penilaian dan Prospek

Secara objektif, Ilham Azikin merepresentasikan tipologi birokrat yang mampu bertransformasi menjadi teknokrat handal di panggung politik. Skor Indeks Reformasi Birokrasi Bantaeng konsisten naik peringkat menjadi "B" di tahun 2023, menandakan perbaikan tata kelola yang ia canangkan berjalan di jalur yang tepat. Keberhasilan pembangunan konektivitas desa dan jaminan kesehatan semesta adalah prestasi konkret yang bisa menjadi referensi daerah lain. Namun, prospeknya ke depan bergantung pada bagaimana ia menyelesaikan persoalan pengendalian mutu proyek dan menciptakan kebijakan afirmatif bagi petani lokal. Dari sisi politik karir, dengan jaringan kuatnya di Golkar dan pengalamannya memimpin daerah selama dua periode, nama Ilham Azikin mulai diperhitungkan sebagai figur potensial untuk bertarung di level provinsi, baik sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan atau anggota DPR RI di pemilu mendatang. Beban berat menunggu di dua tahun terakhir masa jabatannya untuk mewariskan kemandirian fiskal daerah yang tidak hanya mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Analis Keuangan. Fokus pada pasar saham, obligasi, dan reksa dana. Pemegang sertifikasi CSA level 1.

Comments (0)

User