Sebuah unggahan media sosial yang dihapus tergesa-gesa di tengah malam menjadi sinyal gamblang keretakan di tubuh oposisi Argentina. Di koridor Senat Buenos Aires, perselisihan sengit meletus di internal fraksi Peronis (Unión por la Patria) setelah Presiden Javier Milei mengeluarkan dekret kontroversial terkait pembagian royalti kompleks pembangkit listrik tenaga air Los Nihuiles. Langkah sepihak pemerintah pusat ini memicu perang dingin antara Senator Anabel Fernández Sagasti asal Mendoza dan koleganya, Senator Daniel "Pali" Bensusán dari La Pampa.
Selama lima hari penuh, Fernández Sagasti memilih bungkam saat gejolak daerah mulai memanas. Namun, keheningan itu pecah ketika ia mengunggah tanggapan langsung atas kritikan Bensusán, hanya untuk menghapusnya beberapa saat kemudian. Manuver "hapus jejak" digital ini memperlihatkan dilema pelik yang dihadapi para politisi daerah: memilih kesetiaan pada garis partai oposisi atau mempertahankan kucuran dana segar bagi konstituen provinsi mereka sendiri.
Keretakan Internal Fraksi Oposisi di Senat
Inti perdebatan ini berpusat pada keputusan pemerintahan Milei yang mengalihkan 100 persen royalti hidroelektrik Los Nihuiles secara eksklusif kepada Provinsi Mendoza. Padahal, selama puluhan tahun, dana royalti tersebut dibagi bersama dengan Provinsi La Pampa yang berada di hilir Sungai Atuel. Bensusán secara terbuka mengecam dekret tersebut sebagai "perampokan hak ekonomi rakyat La Pampa" dan menuntut pembatalan segera di meja Senat.
Sebaliknya, Fernández Sagasti yang bernaung di bawah kelompok sayap kiri La Cámpora berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi, dekret Milei menguntungkan kas daerah Mendoza yang diwakilinya. Di sisi lain, mendukung kebijakan Milei berisiko memecah soliditas aliansi Peronis. Setelah menghapus balasan langsungnya kepada Bensusán, Sagasti menerbitkan pernyataan independen yang tetap membela hak Mendoza atas royalti tersebut tanpa menyebut nama koleganya.
"Kami tidak bisa mengorbankan kepentingan ekonomi warga Mendoza demi solidaritas partisan yang semu. Sumber daya Los Nihuiles adalah bagian dari kedaulatan wilayah kami," tegas seorang pejabat politik lokal yang mengamati ketegangan internal Peronisme.
Sengketa Historis dan Kebijakan Kontroversial Milei
Konflik atas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Los Nihuiles bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari sengketa tata kelola air Sungai Atuel yang telah berlangsung berdekad-dekad. Namun, keputusan dramatis Presiden Javier Milei melompati proses legislatif biasa dan langsung menyulut api perpecahan di parlemen.
| Parameter | Sebelum Dekret Milei | Setelah Dekret Milei |
|---|---|---|
| Penerima Royalti | Mendoza & La Pampa (Skema Berbagi) | 100% Mendoza (Eksklusif) |
| Dampak Ekonomi La Pampa | Menerima Pendapatan Daerah Rutin | Kehilangan Potensi Anggaran Miliaran Peso |
| Stabilitas Fraksi Peronis | Solid Mengkritik Eksekutif | Terpecah Berdasarkan Kepentingan Daerah |
Pengamat politik setempat menilai bahwasanya taktik pembagian royalti ini adalah bagian dari strategi besar Milei untuk melemahkan dominasi Peronisme di Senat. Dengan melempar isu sensitif kedaulatan ekonomi daerah, Milei berhasil memaksa para senator bertindak pragmatis demi konstituen masing-masing, mengabaikan garis komando partai.
Manuver Politik dan Retaknya Retorika Persatuan
Tindakan Fernández Sagasti yang menghapus pesan balasannya menunjukkan betapa rapuhnya komunikasi di tingkat atas oposisi. Anggota parlemen dari La Pampa merasa dikhianati oleh sikap diam dan pembelaan terselubung legislator Mendoza terhadap kebijakan presiden ultra-liberal tersebut.
Bensusán menegaskan bahwa pihaknya siap membawa sengketa ini ke Mahkamah Agung Argentina jika Senat gagal membatalkan dekret presiden. "Ini bukan sekadar persoalan angka dalam neraca keuangan, ini adalah keadilan distributif bagi wilayah yang selama ini dikorbankan," ujar seorang analis kebijakan publik di Buenos Aires.
Pada akhirnya, peristiwa hilangnya pesan singkat di media sosial tersebut menjadi lambang nyata dari krisis identitas yang dialami Peronisme pasca-kekalahan pemilu nasional. Di bawah bayang-bayang reformasi agresif Javier Milei, batas antara loyalitas ideologis dan pragmatisme daerah kini makin kabur serta memicu ketegangan politik yang sulit diredam dalam waktu dekat.
Comments (0)