Aug 25, 2026
Bisnis

Aksi Hijau BRI Peduli: 24.000 Mangrove Mengakar di Pesisir Karawang

Karawang, Jawa Barat – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosialnya, BRI Peduli, menanam 24.000 bibit pohon mangro...

Aksi Hijau BRI Peduli: 24.000 Mangrove Mengakar di Pesisir Karawang

Karawang, Jawa Barat – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosialnya, BRI Peduli, menanam 24.000 bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Karawang. Langkah ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga fondasi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Sinergi Hijau Bersama Kelompok Tani dan Nelayan

Penanaman yang melibatkan kelompok tani dan nelayan setempat ini dirancang sebagai aksi kolektif berbasis partisipasi. Sejak tahap persiapan, masyarakat dilibatkan dalam pemetaan lokasi, pembibitan, hingga teknik tanam yang sesuai dengan karakteristik pantai berlumpur. Dengan begitu, program ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan membangun rasa memiliki dan keberlanjutan. Kelompok tani, seperti Taruna Lestari, dan nelayan Desa Pasirputih menjadi garda terdepan yang akan mengawal pertumbuhan mangrove hingga menjadi hutan produktif.

Mangrove: Perisai Alam dan Mesin Ekonomi

Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yang tak tergantikan. Sistem perakarannya yang kompleks mampu menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang pasang, serta menjadi habitat bagi puluhan spesies ikan, kepiting, dan udang yang menjadi tumpuan nelayan. Dari sisi mitigasi iklim, satu hektar mangrove dapat menyerap karbon hingga 3–5 kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan. Namun, lebih dari itu, penanaman 24.000 bibit ini diproyeksikan membuka koridor ekonomi baru. Nelayan akan memperoleh hasil tangkapan yang lebih stabil, sementara kelompok tani dapat mengembangkan ekowisata dan produk olahan berbasis mangrove seperti sirup, dodol, atau batik pewarna alami.

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Sabuk Hijau

Lokasi penanaman dipilih di kawasan yang mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi tambak dan permukiman. Dulu, area ini tercatat sebagai zona rawan abrasi dengan tingkat kehilangan garis pantai mencapai 2–3 meter per tahun. Dengan tahapan penanaman yang terstruktur—mulai dari pembibitan polibag, jarak tanam ideal 1 x 1 meter, hingga pemasangan ajir bambu—diharapkan dalam 3–4 tahun ke depan, kawasan ini berubah menjadi sabuk hijau yang kokoh. BRI Peduli juga mendampingi kelompok masyarakat membuat pos pantau rutin untuk mengevaluasi tingkat hidup (survival rate) bibit yang ditargetkan di atas 80 persen.

Rantai Nilai Ekonomi dari Hingga ke Pasar

Program ini tidak berhenti pada penanaman. BRI Peduli memfasilitasi pelatihan pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai jual tinggi. Misalnya, buah mangrove jenis Avicennia marina dapat diolah menjadi kue kering dan keripik yang sudah menembus pasar swalayan lokal. Sementara itu, kawasan konservasi secara bertahap disiapkan sebagai destinasi wisata edukasi mangrove yang dilengkapi jalur kayu (boardwalk). Dengan demikian, sirkulasi uang akan berputar di tingkat desa. Kelompok usaha bersama yang dibentuk beranggotakan 40 orang telah memproyeksikan omzet tambahan Rp5–8 juta per bulan dari sektor ini.

Komitmen Berkelanjutan dan Dampak Berganda

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari peta jalan besar BRI Peduli untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan target net zero emission Indonesia 2060. Secara nasional, sejak 2022, BRI telah menanam lebih dari 100.000 pohon di berbagai daerah pesisir. Direktur Utama BRI, dalam kesempatan terpisah, menegaskan bahwa restorasi ekosistem pesisir adalah bentuk investasi jangka panjang. “Ini bukan sekadar menanam dan pergi. Kami membangun ekosistem bisnis mikro di sekitar kawasan konservasi,” ujarnya. Kombinasi antara keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kapasitas ekonomi inilah yang diyakininya akan menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User