Airlangga Ungkap Struktur Anggaran dan Dewan Pengawas Danantara

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rapat Dewan Pengawas yang digelar pada pekan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan secara rinci format anggaran serta susu...

Aug 07, 2026 - 11:08
0 0
Airlangga Ungkap Struktur Anggaran dan Dewan Pengawas Danantara

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rapat Dewan Pengawas yang digelar pada pekan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan secara rinci format anggaran serta susunan komisaris dan direksi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola badan usaha milik negara yang bergerak di sektor sumber daya alam, khususnya di tengah dinamika harga komoditas global yang masih fluktuatif.

Struktur Anggaran yang Diusulkan

Dalam rapat tersebut, Airlangga menekankan bahwa format anggaran PT DSI dirancang dengan pendekatan berbasis kinerja (performance-based budgeting). Hal ini berbeda dengan pola anggaran tradisional yang selama ini digunakan oleh banyak BUMN. Berdasarkan data Kementerian Keuangan per kuartal III 2024, belanja operasional BUMN sektor pertambangan rata-rata mencapai 68 persen dari total pendapatan, sementara untuk PT DSI, target efisiensi diusulkan di bawah 55 persen. Proyeksi awal menunjukkan bahwa dengan format baru ini, potensi penghematan bisa mencapai Rp 1,2 triliun per tahun, atau setara 0,06 persen dari PDB nasional.

Di satu sisi, format ini dinilai lebih transparan karena setiap pos anggaran harus memiliki indikator kinerja utama (KPI) yang terukur. Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa penerapan anggaran berbasis kinerja membutuhkan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni, terutama dalam hal perencanaan dan pelaporan. Jika tidak didukung sistem monitoring yang kuat, dikhawatirkan justru menimbulkan biaya administrasi tambahan yang tidak sedikit.

Susunan Direksi dan Komisaris

Mengenai susunan dewan, Airlangga menyebut bahwa komposisi direksi PT DSI akan mengedepankan profesionalisme dengan latar belakang beragam, mulai dari mantan bankir investasi, praktisi tambang, hingga akademisi ekonomi energi. Meski nama-nama belum diumumkan secara resmi, beredar informasi bahwa calon direktur utama memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di perusahaan tambang multinasional. Sementara itu, jajaran komisaris akan diisi oleh perwakilan pemerintah dan tokoh independen yang memiliki rekam jejak di bidang tata kelola korporasi.

Pro: susunan ini diharapkan mampu membawa perspektif global dan memperkuat daya saing PT DSI di pasar internasional. Kontra: sejumlah pihak menilai bahwa rotasi pejabat dari lingkungan kementerian ke BUMN sering kali menimbulkan masalah koordinasi, apalagi jika tidak ada kesinambungan dengan kebijakan jangka panjang. Berdasarkan data OJK per Desember 2024, tingkat pergantian direksi di BUMN sektor SDA mencapai 30 persen per tahun, yang berdampak pada inkonsistensi strategi investasi.

Implikasi terhadap Sentimen Pasar

Pengumuman ini langsung memicu reaksi di pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Jumat lalu tercatat mengalami kenaikan tipis 0,4 persen, didorong oleh sektor energi yang menguat 1,1 persen. Namun, analis menilai bahwa sentimen positif ini masih bersifat jangka pendek. Fundamental utama yang perlu diperhatikan adalah kemampuan PT DSI untuk menghasilkan arus kas yang stabil di tengah tren penurunan harga batu bara dan nikel global. Berdasarkan data Bank Indonesia, capital outflow dari pasar saham domestik mencapai Rp 8,7 triliun sepanjang bulan lalu, yang menunjukkan bahwa investor asing masih menunggu kejelasan eksekusi kebijakan.

Di sisi lain, likuiditas perbankan dalam negeri masih cukup longgar, dengan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) di angka 28,5 persen, jauh di atas ambang aman 10 persen. Hal ini memberikan ruang bagi PT DSI untuk mendapatkan pembiayaan murah jika ekspansi dilakukan dengan hati-hati. Namun, para ekonom mengingatkan bahwa valuasi aset yang dimiliki PT DSI harus dihitung ulang secara cermat, mengingat banyak aset tambang yang mengalami penurunan nilai buku akibat fluktuasi harga komoditas.

“Format anggaran dan komposisi dewan yang diumumkan adalah langkah awal yang baik, tetapi yang lebih penting adalah konsistensi dalam implementasi. Tanpa itu, semua rencana hanya akan menjadi dokumen,” ujar seorang pengamat BUMN yang enggan disebutkan namanya.

Ke depan, pemerintah diharapkan segera merilis laporan keuangan proforma PT DSI kepada publik untuk meningkatkan kepercayaan investor. Dengan proyeksi pendapatan tahun pertama sebesar Rp 45 triliun dan target laba bersih Rp 4,8 triliun, PT DSI memiliki peluang besar untuk menjadi pemain kunci di sektor energi nasional. Namun, risiko utama tetap ada pada fluktuasi harga komoditas dan potensi gangguan operasional di lapangan. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari Dewan Pengawas dalam mengesahkan format final.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User