Aug 25, 2026
Bisnis

Airlangga Tegaskan Stabilitas Moneter Pascamundurnya Perry Warjiyo

Kepergian Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak, memicu sejumlah pertanyaan tentang arah kebijakan moneter nasional ke depan. Menanggapi peristiwa tersebut, Me...

Airlangga Tegaskan Stabilitas Moneter Pascamundurnya Perry Warjiyo

Kepergian Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak, memicu sejumlah pertanyaan tentang arah kebijakan moneter nasional ke depan. Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara, menekankan bahwa pemerintahan tetap berkomitmen menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah sebagai fondasi perekonomian. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika pasar keuangan yang mencermati transisi kepemimpinan di bank sentral, terutama di saat tekanan global masih membayangi.

Airlangga menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu kebijakan makroekonomi yang sudah tertata. “Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada gejolak pada nilai tukar rupiah dan fundamental moneter tetap solid. Koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan, siapa pun yang nantinya menggantikan Perry Warjiyo harus mampu menjaga independensi BI sekaligus merespons tantangan eksternal dengan tepat.

Tekanan Pasar di Tengah Transisi

Pengunduran diri ini terjadi pada momen yang cukup sensitif bagi perekonomian Indonesia. Rupiah masih bergerak di kisaran Rp15.600 per dolar AS, terpapar sentimen global terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan eskalasi geopolitik. Data OJK per akhir pekan lalu mencatat adanya capital outflow neto sekitar Rp4,2 triliun dari pasar obligasi pemerintah selama sepekan terakhir, yang sebagian dikaitkan dengan ketidakpastian transisi di BI. Di satu sisi, pasar merespons dengan kehati-hatian, menunggu sosok pengganti yang kredibel. Di sisi lain, sejumlah analis menilai bahwa keluarnya aliran modal asing lebih dipicu oleh faktor eksternal ketimbang dinamika internal BI.

Instrumen pasar uang antarbank menunjukkan pergerakan suku bunga PUAB yang relatif stabil di angka 5,95% untuk tenor overnight, menandakan bahwa likuiditas masih longgar dan mekanisme transmisi kebijakan berjalan normal. Hal ini menjadi sinyal bahwa fondasi sistem keuangan domestik cukup kuat menyerap guncangan kepemimpinan. Namun, premi risiko untuk aset Indonesia dalam credit default swap (CDS) 5 tahun meningkat tipis ke 78 basis poin, mencerminkan ekspektasi risiko yang sedikit meninggi.

Pro dan Kontra: Momentum Bagi Reformasi Moneter?

Pengunduran diri Perry Warjiyo membuka dua spektrum pandangan. Pihak yang optimistis menilai bahwa ini bisa menjadi momentum untuk penyegaran kebijakan dan penguatan kredibilitas BI di mata investor global. Perry sendiri dipandang berhasil menjalankan mandate stabilisasi selama pandemi melalui program burden sharing, namun beberapa kalangan mengkritisi bahwa normalisasi kebijakan terlalu lamban sehingga membebani nilai tukar ketika The Fed agresif menaikkan suku bunga. Dengan adanya pemimpin baru, diharapkan ada terobosan dalam strategi operasi moneter yang lebih adaptif terhadap perubahan lanskap global.

Sebaliknya, kalangan konservatif khawatir bahwa pergantian di tengah ketidakpastian global justru bisa menambah volatilitas. “Sejarah menunjukkan bahwa setiap transisi di bank sentral biasanya diiringi oleh kenaikan sementara yield obligasi, karena investor ingin melihat arah kebijakan gubernur yang baru,” ujar seorang ekonom senior dari lembaga riset terkemuka. Namun ia menekankan bahwa jika pemerintah segera menunjuk figur yang memiliki rekam jejak kuat dan dipahami pasar, gejolak tersebut hanya bersifat short-lived. Data historis pada pergantian Gubernur BI 2018 lalu menunjukkan bahwa IHSG memang terkoreksi sekitar 2,3% dalam dua pekan setelah pengumuman, tetapi pulih dalam waktu satu bulan.

Stabilitas Moneter Sebagai Jangkar Ekonomi

Airlangga berulang kali merujuk pada pentingnya stabilitas moneter sebagai jangkar kepercayaan. Inflasi saat ini masih terkendali di level 2,55% year-on-year, berada dalam kisaran target BI 2–4%. Cadangan devisa per akhir Mei bertengger di 136,2 miliar dolar AS, cukup untuk membiayai 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, sekaligus berada di atas standar kecukupan internasional. Dengan bumper tersebut, BI dinilai memiliki ruang intervensi yang memadai jika rupiah bergerak liar akibat sentimen transisi.

Dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut — mencapai 2,93 miliar dolar AS bulan lalu — yang menjadi penyokong alami bagi nilai tukar. Faktor fundamental ini, menurut Airlangga, menjadi alasan utama mengapa ekonomi Indonesia tidak perlu khawatir secara berlebihan. “Neraca perdagangan yang positif, inflasi yang rendah, dan cadangan devisa yang kuat adalah tiga pilar yang menopang nilai rupiah. Peralihan kepemimpinan di BI tidak semestinya menggoyahkan tiga pilar tersebut,” paparnya.

Harapan pada Suksesor dan Sinergi Fiskal-Moneter

Meski belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti Perry Warjiyo, bursa nama mulai bermunculan. Pasar berharap calon yang diajukan memiliki pengalaman panjang di area moneter dan mampu melanjutkan koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan, khususnya dalam manajemen yield obligasi negara dan stabilisasi sektor keuangan. Airlangga sendiri menekankan bahwa skema koordinasi fiskal-moneter yang sudah terbukti efektif selama krisis, termasuk burden sharing ketiga, harus tetap menjadi acuan. “Kepercayaan tidak datang dari satu individu, melainkan dari sistem yang kuat dan prediktabilitas kebijakan,” ujarnya.

Dengan penunjukan yang tepat dan stabilitas makroekonomi yang terjaga, transisi ini diharapkan tidak menimbulkan riak yang berarti. Para pelaku pasar diharapkan tetap rasional dan melihat data fundamental ketimbang terombang-ambing oleh isu sesaat. Perhatian kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Presiden untuk mengajukan calon tunggal ke DPR, sebuah proses yang akan diamati dengan saksama oleh seluruh pemangku kepentingan. Sembari menunggu, pernyataan Airlangga menjadi pesan kuat bahwa pemerintah tidak akan membiarkan stabilitas rupiah terganggu, menjadikan momentum ini sebagai ujian kedewasaan kelembagaan ekonomi Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User