Usulan Destry Damayanti ke BI: Dampak Likuiditas dan Valuasi Rupiah

Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2024, inflasi nasional terkendali di level 2,88 persen year-on-year, masih dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Sementara itu, suku bunga a...

Aug 14, 2026 - 03:24
0 0
Usulan Destry Damayanti ke BI: Dampak Likuiditas dan Valuasi Rupiah

Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2024, inflasi nasional terkendali di level 2,88 persen year-on-year, masih dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Sementara itu, suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo stagnan di 6,25 persen sejak September 2024, sementara cadangan devisa tercatat 150,2 miliar dolar AS. Di tengah lanskap makro tersebut, munculnya nama Destry Damayanti dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia periode 2024-2029 menambah dinamika sentimen pasar yang sebelumnya telah mengalami penurunan likuiditas akibat tekanan global.

Pertimbangan Fundamental di Balik Usulan Nama Baru

Di satu sisi, pengusulan Destry Damayanti mencerminkan sinyal kuat dari Istana terhadap kebutuhan reformasi struktural di tubuh bank sentral. Dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan publik dan keahlian dalam manajemen utang negara, figur ini dinilai mampu memperkuat tren rasio kredit terhadap produk domestik bruto (PDB) yang saat ini berada di kisaran 40,3 persen dengan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan sebesar 10 hingga 12 persen pada 2025. Keberadaannya diharapkan dapat menstabilkan indeks harga saham gabungan yang sempat mengalami koreksi 3,2 persen sepanjang kuartal III-2024 akibat kekhawatiran capital outflow dari pasar portofolio asing.

Di sisi lain, tantangan fundamental yang dihadapinya tidak ringan. Valuasi rupiah terhadap dolar AS masih tertekan di level Rp15.850 per dolar AS, menandakan tekanan eksternal dari kebijakan suku bunga The Fed yang diproyeksikan tetap hawkish hingga awal 2025. Rasio bunga riil Indonesia yang relatif rendah dibandingkan beberapa ekonomi emerging market lainnya berpotensi memperburuk defisit transaksi berjalan, yang pada Agustus 2024 mencapai 2,1 miliar dolar AS atau setara 0,6 persen dari PDB. Jika arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru dianggap terlalu akomodatif, risiko pelemahan rupiah bisa mengikis daya saing ekspor sekaligus memicu inflasi impor.

Dampak ke Likuiditas dan Sentimen Pasar Keuangan

Transisi kepemimpinan di bank sentral selalu menjadi katalis penting bagi pergerakan sentimen pasar. Pro: peluang perubahan paradigma dalam pengelolaan likuiditas rupiah melalui instrumen moneter operasional yang lebih fleksibel. Pasar obligasi pemerintah, misalnya, menunjukkan tren yield surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun yang turun 12 basis poin dalam dua pekan terakhir, mencerminkan ekspektasi positif investor terhadap stabilitas fiskal dan moneter. Aliran masuk modal asing ke pasar portofolio domestik pada Oktober 2024 tercatat 3,8 triliun rupiah, mengalami kenaikan dibandingkan posisi September yang defisit 1,2 triliun rupiah.

Kontra: ketidakpastian politik hukum mengenai proses seleksi dan fit and proper test di DPR bisa menimbulkan volatilitas sementara. Indeks volatilitas rupiah terhadap dolar AS, yang diukur melalui standard deviasi pergerakan harian, mengalami kenaikan menjadi 4,5 persen pada November 2024 dari rata-rata 3,8 persen pada kuartal sebelumnya. Pelaku pasar khawatir jika pergantian kepemimpinan membawa perubahan drastis pada kerangka inflation targeting framework yang telah dibangun sejak dua dekade lalu. Likuiditas di pasar uang antarbank pun berpotensi mengalami penurunan sementara karena bank-bank komersial cenderung menahan posisi kas sebagai buffer antisipasi kebijakan baru.

Proyeksi Kebijakan dan Risiko Capital Outflow Global

Ke depan, lanskap moneter Indonesia akan sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan domestik dengan dinamika global. Di satu sisi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang dipatok di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen membutuhkan suplai likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi sektor riil. Kebijakan macroprudential yang lebih longgar, seperti penurunan rasio intermediasi makroprudensial, bisa menjadi alat alternatif selain penurunan suku bunga acuan untuk mendorong penyaluran kredit tanpa membebani stabilitas nilai tukar.

Di sisi lain, risiko capital outflow akibat divergensi suku bunga antara Indonesia dan negara maju tetap menjadi ancaman nyata. Dana keluar dari pasar obligasi Indonesia pada semester I-2024 sempat mencapai 12,4 triliun rupiah, meski pada semester berikutnya mengalami pemulitan bersih masuk sebesar 8,7 triliun rupiah. Jika Gubernur BI baru tidak segera memberikan sinyal kredibilitas komitmen terhadap stabilitas harga, maka valuasi aset-aset rupiah bisa kembali mengalami penurunan, terutama jika The Fed mempertahankan suku bunga di atas 5 persen lebih lama dari ekspektasi pasar.

"Keberhasilan seorang Gubernur BI tidak hanya diukur dari kemampuannya menekan inflasi, tetapi juga dari seberapa baik ia menjaga keseimbangan antara stimulus pertumbuhan dan pertahanan terhadap guncangan eksternal," ujar seorang ekonom senior.

Dengan mempertimbangkan berbagai variabel tersebut, pasar keuangan domestik pada akhirnya akan mencermati bukan hanya siapa sosok yang duduk di kursi Gubernur, melainkan konsistensi arah kebijakan, transparansi komunikasi, dan kemampuan merespons gejolak global. Destry Damayanti, jika lolos fit and proper test, akan menghadapi tugas berat untuk mempertahankan tren fundamental positif sambil mengelola ekspektasi yang seringkali bergerak lebih cepat daripada data makro itu sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User