Sep 17, 2026
Nasional

Untad Palu Perkuat Moderasi Beragama Melalui Duta Kerukunan Mahasiswa

Angin sepoi dari Teluk Palu merayap masuk ke selasar Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah. Di ruang-ruang kuliah yang dihuni oleh r

Untad Palu Perkuat Moderasi Beragama Melalui Duta Kerukunan Mahasiswa

Angin sepoi dari Teluk Palu merayap masuk ke selasar Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah. Di ruang-ruang kuliah yang dihuni oleh ribuan mahasiswa dari beragam latar belakang etnis dan agama, sebuah gerakan sunyi namun mendasar tengah digelorakan. Kampus terbesar di Sulawesi Tengah ini tidak lagi sekadar menjadi menara gading akademis, melainkan benteng pertahanan utama dalam merawat toleransi dan menangkal benih-benih radikalisme di wilayah timur Indonesia.

Dekan Fakultas Hukum Untad, Awaluddin, secara terbuka menegaskan pentingnya mentransformasi peran akademisi dan mahasiswa dari sekadar penonton pasif menjadi aktor aktif penyebar kedamaian. Dalam konteks historis Sulawesi Tengah yang pernah melewati dinamika sosial yang rentan, langkah pembentukan kepemimpinan muda berbasis keberagaman menjadi krusial.

Mengubah Mahasiswa Menjadi Duta Kerukunan

Langkah nyata yang diambil oleh pihak akademis adalah mendorong para mahasiswa untuk memegang peran strategis sebagai Duta Kerukunan. Inisiatif ini dirancang bukan hanya sebagai seremonial belaka, melainkan sebuah gerakan akar rumput di dalam kampus yang menyasar pola pikir generasi muda.

"Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton cerdas di dalam ruang kuliah, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan yang berdiri paling depan dalam membendung paham intoleransi dan merawat keharmonisan sosial," tegas Awaluddin saat memberikan arahan akademis.

Menurutnya, institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang besar. Mahasiswa Hukum, khususnya, dibekali pemahaman bahwa keadilan dan hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dari kebebasan beragama serta penghormatan terhadap perbedaan.

Navigasi Sosial dan Pencegahan Radikalisme

Sebagai kawasan yang terus bersolek pasca-konflik masa lalu dan bencana alam hebat beberapa tahun silam, Palu memerlukan fondasi sosial yang kokoh. Penetrasi gagasan ekstremis acap kali memanfaatkan celah ketimpangan informasi dan minimnya ruang dialog antarumat beragama di kalangan anak muda.

Guna memberikan gambaran mengenai pergeseran strategi pembinaan kemahasiswaan dalam merawat toleransi, berikut adalah analisis perbandingan pendekatan yang diterapkan Untad Palu:

Parameter Pendekatan Konvensional Pendekatan Moderasi Beragama Untad
Fokus Utama Doktrinasi teoretis pasif di kelas Dialog interaktif dan keterlibatan lapangan
Peran Mahasiswa Objek sosialisasi kebijakan Duta Kerukunan (Inisiator aktif & penggerak)
Cakupan Dampak Terbatas pada lingkungan internal kampus Meluas ke media sosial dan komunitas masyarakat
Target Utama Kelulusan nilai akademis semata Karakter inklusif dan kesadaran multikultural

Melalui pergeseran paradigma ini, Untad berusaha memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki benteng mental yang kuat dari pengaruh paham radikal. Kurikulum yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Pancasila dan moderasi beragama kini menjadi fondasi utama pembelajaran.

Menuju Peradaban Kampus Inklusif

Penunjukan dan pembinaan Duta Kerukunan di lingkungan Fakultas Hukum Untad diharapkan mampu menular ke fakultas-fakultas lain. Program ini melibatkan workshop literasi keagamaan, kemah toleransi lintas iman, hingga aksi sosial lintas komunitas yang diinisiasi langsung oleh mahasiswa.

Sejumlah pengamat sosial menilai langkah Untad ini sebagai angin segar bagi masa depan Sulawesi Tengah. Kehadiran ruang dialog yang terbuka di kampus memangkas sekat-sekat prasangka sektarian yang selama ini kerap dimanipulasi oleh pihak tak bertanggung jawab.

Dengan komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan dan civitas akademika, Universitas Tadulako optimistis mampu mencetak generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati kemanusiaan yang mendalam serta menjadi pilar utama penjaga perdamaian di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User