Sep 10, 2026
Hukum

ULSAN — Bos SK Group Tinjau Pembangunan Pusat Data AI Raksasa

Di bawah langit pesisir Ulsan yang berawan, deru mesin berat dan dentang struktur baja menandai transformasi besar kota industri terbesar di Korea Selatan.

ULSAN — Bos SK Group Tinjau Pembangunan Pusat Data AI Raksasa

Di bawah langit pesisir Ulsan yang berawan, deru mesin berat dan dentang struktur baja menandai transformasi besar kota industri terbesar di Korea Selatan. Chairman SK Group, Chey Tae-won, melangkah menyusuri area konstruksi berdebu dengan helm keselamatan berlogo kuning khas grup usaha tersebut. Kunjungannya pada Kamis lalu bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan penegasan arah angin bisnis konglomerasi terbesar kedua di Negeri Ginseng tersebut. Di lahan luas ini, SK sedang membangun sebuah pusat data Kecerdasan Buatan (AI) bernilai triliunan won yang diproyeksikan menjadi tulang punggung infrastruktur digital masa depan.

Di tengah kepulan debu proyek, Chey memperhatikan detail rancangan bangunan yang bakal menampung puluhan ribu server komputasi berkinerja tinggi. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa SK Group tidak lagi hanya bertumpu pada bisnis energi fosil dan memori konvensional, melainkan sedang mempertaruhkan masa depannya pada ekosistem AI terpadu yang menghubungkan perangkat keras, perangkat lunak, hingga penyediaan energi hijau.

Ambisi AI di Tengah Kota Industri Klasik

Ulsan selama berdekade-dekade dikenal sebagai jantung industri minyak, petrokimia, dan manufaktur berat Korea Selatan, tempat beroperasinya kilang-kilang raksasa milik SK Innovation. Namun, keputusan Chey untuk menancapkan bendera pusat data AI di kota ini membawa pesan investigatif yang mendalam: transisi energi dan digitalisasi tidak lagi bisa dipisahkan. Pembangunan fasilitas ini dirancang untuk menopang kebutuhan komputasi skala raksasa, memanfaatkan pemrosesan grafis (GPU) tingkat lanjut serta teknologi memori berkecepatan tinggi.

Langkah strategis ini diambil di tengah persaingan global yang kian memanas antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam menguasai rantai pasok AI. Korea Selatan menargetkan posisi tiga besar dunia dalam teknologi AI pada tahun 2030, dan proyek Ulsan ini menjadi salah satu pilar utamanya. Chey secara langsung meninjau progres fondasi bangunan, sistem pendingin cair (liquid cooling), dan kesiapan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kunci vital operasional data center tersebut.

Sinergi Ekosistem dan Tantangan Energi Raksasa

Pusat data modern berbasis AI membutuhkan konsumsi daya listrik yang sangat luar biasa besar—sering kali setara dengan kebutuhan listrik satu kota kecil. Kunjungan Chey ke lokasi ini juga menyoroti integrasi antara pasokan energi terbarukan dan infrastruktur komputasi. SK Group berencana memanfaatkan jaringan energi bersih yang dikembangkan di kawasan pesisir Ulsan untuk mengoperasikan pusat data berdaya tinggi ini secara berkelanjutan.

"Pusat data bukan sekadar bangunan fisik yang berisi ribuan server, melainkan fondasi utama dari kedaulatan digital dan mesin pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di era baru," ujar Chey Tae-won saat memberikan arahan kepada jajaran eksekutif dan insinyur di lokasi proyek.

Untuk memahami bagaimana SK Group mengintegrasikan lini bisnisnya dalam proyek ini, berikut adalah peta perbandingan peran anak perusahaan di bawah naungan SK Group:

Unit Bisnis SK Fokus Peran Strategis Target Kontribusi Utama
SK Hynix Pasokan Memori HBM3E / HBM4 Efisiensi pemrosesan data AI skala besar
SK Telecom Pengembangan Perangkat Lunak & Cloud AI Konektivitas latency rendah dan manajemen server
SK Innovation / SK E&S Solusi Energi Bersih & Pendinginan Liquid Penurunan emisi karbon fasilitas hingga 40%

Pertaruhan Besar di Tengah Gejolak Pasar Teknologi

Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa keberanian SK Group menggelontorkan investasi masif di Ulsan tidak lepas dari lonjakan permintaan chip High Bandwidth Memory (HBM), di mana SK Hynix saat ini menguasai pangsa pasar utama dunia sebagai pemasok utama raksasa chip Amerika, Nvidia. Namun, tantangan terbesar proyek ini terletak pada stabilitas daya listrik dan beban biaya operasional sistem pendingin berteknologi tinggi agar efisiensi termal tetap terjaga.

Sejumlah pakar industri mengingatkan bahwa ketergantungan pada pasokan listrik konvensional dapat menjadi bumerang jika regulasi emisi karbon global makin memperketat operasional data center. "Tanpa kepastian pasokan energi terbarukan yang stabil dan efisien, pusat data berteknologi canggih ini berisiko menghadapi lonjakan biaya operasional yang membengkak di masa depan," ungkap seorang analis industri energi senior berbasis di Seoul.

Kendati demikian, kunjungan langsung Chey Tae-won memberikan sinyal tegas kepada investor global bahwa SK Group tidak akan mundur dalam perlombaan senjata infrastruktur AI. Fasilitas di Ulsan ini dijadwalkan rampung secara bertahap dan diproyeksikan mulai beroperasi penuh dalam beberapa tahun mendatang, menandai babak baru transformasi Ulsan dari cerobong asap industri berat menuju pusat saraf komputasi cerdas di Asia Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User