Transformasi Digital BRI Dorong Transaksi QRIS dan Dana Murah

Transformasi digital yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin menunjukkan hasil konkret. Per kuartal I-2026, bank pelat merah ini mencatatkan lonjakan transaksi melalui QRI...

Jul 28, 2026 - 03:16
0 0
Transformasi Digital BRI Dorong Transaksi QRIS dan Dana Murah

Transformasi digital yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin menunjukkan hasil konkret. Per kuartal I-2026, bank pelat merah ini mencatatkan lonjakan transaksi melalui QRIS serta peningkatan signifikan pada porsi dana murah, menandai era baru pertumbuhan berbasis ekosistem merchant.

Pilar Strategi: Ekosistem Merchant dan QRIS

BRI tidak sekadar mengadopsi kanal pembayaran digital; perseroan membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan konsumen. Melalui platform BRImo dan layanan QRIS, BRI memperluas jangkauan akseptasi merchant hingga ke pelosok negeri. Hingga Maret 2026, jumlah merchant yang terhubung dengan QRIS BRI dilaporkan mencapai lebih dari 15 juta titik, naik 32% secara year-on-year (yoy). Ekspansi ini tidak hanya mencakup sektor ritel tradisional, melainkan juga segmen-segmen baru seperti transportasi umum, rumah makan, dan pasar tradisional yang sebelumnya mengandalkan transaksi tunai.

Direktur Utama BRI, dalam pemaparan kinerja, menyatakan bahwa digitalisasi merupakan nadi kedua perseroan. “Kami melihat QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan pintu masuk untuk memperdalam hubungan finansial dengan nasabah. Setiap transaksi adalah data yang dapat kami olah untuk menawarkan produk pinjaman mikro, tabungan, hingga asuransi yang lebih personal,” ujarnya. Strategi ini tercermin dari volume transaksi QRIS BRI yang pada triwulan pertama 2026 menembus angka Rp 145 triliun, melonjak 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan Transaksi dan Perubahan Perilaku Konsumen

Kinerja gemilang QRIS tidak terlepas dari pergeseran preferensi masyarakat yang kian nyaman dengan pembayaran non-tunai. Data internal BRI menunjukkan frekuensi transaksi harian rata-rata mencapai 18 juta kali, dengan nilai rata-rata per transaksi yang terus mengecil—mengindikasikan bahwa QRIS telah merambah transaksi bernilai kecil yang sebelumnya didominasi uang fisik. Fenomena ini mendorong peningkatan volume secara eksponensial tanpa harus bergantung pada lonjakan nominal besar yang bersifat musiman.

Di sisi lain, BRI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat layanan digital banking melalui super-app BRImo. Integrasi antara rekening tabungan, QRIS, dan fitur pembayaran tagihan telah menciptakan ekosistem tertutup yang meningkatkan retensi nasabah. Per Maret 2026, pengguna aktif bulanan BRImo tercatat sebanyak 45 juta, berkontribusi terhadap peningkatan dana pihak ketiga (DPK) secara keseluruhan.

Pemicu Pertumbuhan Dana Murah

Salah satu dampak paling signifikan dari akselerasi digital adalah penurunan biaya dana atau cost of fund. Transaksi QRIS yang bersumber dari rekening giro dan tabungan (current account saving account/CASA) mendorong peningkatan porsi dana murah. Pada akhir kuartal I-2026, rasio CASA BRI mencapai 64,7%, naik 310 basis poin dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Dengan total DPK sebesar Rp 1.275 triliun, maka dana murah yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 825 triliun.

Kenaikan ini sangat krusial bagi BRI yang menyalurkan kredit dalam jumlah besar ke segmen UMKM. Biaya dana yang lebih rendah memberikan ruang bagi bank untuk menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan margin bunga bersih (NIM). BRI melaporkan NIM kuartal I-2026 sebesar 5,4%, membaik dari 5,1% di periode yang sama tahun lalu, menunjukkan efisiensi intermediasi yang semakin solid.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meskipun kinerja digital mencetak rekor, BRI tidak menutup mata terhadap risiko. Persaingan dengan dompet digital dan bank lain yang juga agresif menggarap QRIS menuntut inovasi berkelanjutan. Isu keamanan siber serta literasi digital di wilayah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah. Namun demikian, BRI meyakini bahwa infrastruktur teknologi yang terus diperbarui, ditambah jaringan kerja yang mencakup lebih dari 8.000 unit kantor, menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru.

Ke depan, BRI berencana meluncurkan fitur QRIS lintas negara di perbatasan dan memperdalam analitik data untuk memperkuat penyaluran kredit secara digital. Dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 5,2% pada 2026, sektor riil yang menjadi basis nasabah BRI diharapkan terus bergeliat, sehingga menopang pertumbuhan transaksi dan dana murah secara berkelanjutan.

Dengan demikian, transformasi digital BRI bukan lagi sekadar perampingan operasional, melainkan telah menjelma menjadi mesin pertumbuhan baru yang mengerek profitabilitas sekaligus memperkuat inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User