Oct 08, 2026
Bisnis

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Nyaris Sold Out, Sport Tourism Berkembang

Berdasarkan data penyelenggara dan Kementerian Pariwisata per awal 2026, penjualan tiket MotoGP Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai sekitar...

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Nyaris Sold Out, Sport Tourism Berkembang

Berdasarkan data penyelenggara dan Kementerian Pariwisata per awal 2026, penjualan tiket MotoGP Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai sekitar 90 persen dari total kapasitas yang disediakan. Angka ini menempatkan gelaran tersebut sebagai salah satu event balap dengan tingkat serapan tiket tertinggi di kawasan Asia Tenggara, melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran 70 hingga 80 persen pada periode yang sama.

Lonjakan permintaan tiket ini menjadi indikator penting bagi sektor pariwisata nasional, khususnya segmen sport tourism atau wisata olahraga—yakni perjalanan wisata yang dipicu oleh penyelenggaraan event olahraga besar. Pemerintah menargetkan dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung dari event ini menembus angka Rp4,5 triliun, dengan proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang mengalami kenaikan year-on-year dibandingkan edisi 2025.

Di Satu Sisi: Sentimen Pasar dan Fundamental Pariwisata

Dari kacamata ekonomi, tingginya serapan tiket mencerminkan sentimen pasar yang positif terhadap Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia. Indeks kepercayaan konsumen terhadap produk wisata berbasis event menunjukkan tren penguatan, sejalan dengan pemulihan daya beli masyarakat pascapandemi. Tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika dan Mataram dilaporkan mengalami kenaikan signifikan, dengan rata-rata di atas 95 persen pada periode balapan.

Selain itu, multiplier effect dari event ini menyentuh sektor UMKM, transportasi, kuliner, dan jasa akomodasi. Likuiditas perputaran uang di daerah penyangga diproyeksikan meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Beberapa analis menilai bahwa keberhasilan penjualan tiket ini memperkuat fundamental positioning Indonesia dalam peta sport tourism global, yang selama ini didominasi negara seperti Singapura dan Uni Emirat Arab.

"Sport tourism memiliki karakteristik belanja wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan wisata konvensional, sehingga dampak ekonominya cenderung berlipat," ujar seorang pengamat pariwisata dalam sebuah diskusi industri.

Di Sisi Lain: Risiko Ketergantungan pada Event Sesaat

Namun, di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan agar capaian ini tidak dibaca secara berlebihan. Ketergantungan pada event bersifat sesaat berpotensi menciptakan fluktuasi kunjungan wisatawan yang tajam, sehingga arah pertumbuhan ekonomi daerah menjadi tidak stabil. Ketika event berakhir, permintaan akomodasi dan jasa pendukung umumnya mengalami penurunan drastis, yang dapat menekan rasio profitabilitas pelaku usaha lokal.

Selain itu, terdapat tantangan pada sisi capital outflow apabila sebagian besar pengeluaran wisatawan mengalir ke operator asing, seperti penyelenggara balapan dan merek global. Pemerintah perlu memastikan bahwa nilai tambah sebesar mungkin tertahan di dalam negeri, baik melalui keterlibatan vendor lokal maupun pengembangan produk turunan.

Pro: penjualan tiket yang hampir ludes menegaskan validitas investasi infrastruktur Mandalika. Kontra: tanpa kalender event berkelanjutan, infrastruktur ini berisiko mengalami underutilization pada periode tanpa balapan.

Proyeksi dan Implikasi Kebijakan

Ke depan, keberlanjutan manfaat ekonomi Mandalika akan sangat bergantung pada strategi diversifikasi event. Penambahan kalender balap, konser, dan kegiatan MICE (pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran) menjadi kunci untuk menjaga okupansi dan likuiditas sektor jasa sepanjang tahun.

Dari sisi pasar keuangan, sentimen positif terhadap sektor pariwisata dapat tercermin pada valuasi emiten terkait perhotelan, transportasi, dan infrastruktur. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko eksekusi, termasuk kesiapan aksesibilitas bandara dan konektivitas penerbangan yang menjadi faktor penentu pengalaman wisatawan.

Secara keseluruhan, capaian 90 persen penjualan tiket merupakan sinyal yang menggembirakan. Namun, keberhasilan jangka panjang Mandalika tidak cukup diukur dari satu event, melainkan dari kemampuan menjaga tren pertumbuhan yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan bagi perekonomian daerah maupun nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User