Sep 02, 2026
Bisnis

Telkom Solution Perkuat Strategi B2B ICT di BATIC 2026, Bidik Pasar Asia Pasifik

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia per awal 2026, sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) nasional mencatatkan pertumbuhan positif...

Telkom Solution Perkuat Strategi B2B ICT di BATIC 2026, Bidik Pasar Asia Pasifik

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia per awal 2026, sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) nasional mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 10,3% year-on-year, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,1%. Pertumbuhan ini menjadi fondasi bagi strategi ekspansi bisnis enterprise berbasis Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT) yang tengah digenjot oleh PT Telkom Metrologi, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (persero) tbk, dalam gelaran BATIC 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center.

Kapabilitas B2B ICT sebagai Tulang Punggung Transformasi Digital

Telkom Solution, unit bisnis yang berfokus pada solusi teknologi terintegrasi di bawah payung Telkom Indonesia, memperkenalkan portofolio kapabilitas B2B ICT yang komprehensif dalam ajang BATIC 2026. Gelaran tahunan ini mempertemukan ratusan pelaku industri TIK, mitra strategis, hingga investor dari berbagai negara dalam satu forum diskusi dan exhibition terpadu.

Di satu sisi, langkah Telkom Solution memperkuat positioning B2B ICT di kawasan Asia Pasifik menunjukkan keseriusan holding dalam mendiversifikasi sumber pendapatan dari bisnis telekomunikasi ritel yang mulai mengalami saturasi. Revenue dari segmen enterprise dan B2B saat ini berkontribusi sekitar 28% terhadap total pendapatan Telkom Grup, dan angka ini diproyeksikan meningkat seiring dengan adopsi solusi digital oleh korporasi-korporasi besar di kawasan.

Di sisi lain, strategi ini menghadapi tantangan berupa meningkatnya intensitas kompetisi dari pemain global seperti Alibaba Cloud, Microsoft Azure, dan AWS yang juga mengincar segmen enterprise di pasar Asia Tenggara. Rasio tingkat keberhasilan tender proyek B2B ICT nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sekitar 35% proyek besar jatuh kepada pemain internasional, sebuah fenomena yang menjadi perhatian serius bagi pelaku lokal.

Peluang Kolaborasi dan Ekosistem Bisnis Lintas Negara

Salah satu aspek krusial yang dihighlight dalam partisipasi Telkom Solution di BATIC 2026 adalah pembukaan ruang kolaborasi multilateral. Forum ini dirancang tidak sekadar sebagai exhibition, melainkan sebagai platform business matching yang mempertemukan penyedia solusi lokal dengan calon mitra internasional.

Pro: Kolaborasi lintas negara membuka akses bagi perusahaan lokal untuk memasuki rantai pasok teknologi global. Dengan capital outflow yang cenderung menurun dari kawasan Asia Pasifik ke Amerika Serikat akibat kebijakan suku bunga The Fed yang lebih moderat pada 2026, likuiditas di kawasan justru mengalami peningkatan yang mendukung investasi teknologi. Valuasi startup teknologi Asia Tenggara sendiri mencapai US$340 miliar pada akhir 2025, menunjukkan maturities pasar yang semakin menarik bagi investor strategis.

Kontra: Diperlukan modal investasi yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur dan kapabilitas yang mampu bersaing secara global. Fundamental perusahaan B2B ICT lokal masih didominasi oleh proyek-proyek pemerintah dan BUMN, sementara penetration rate di sektor swasta multinasional masih relatif rendah, yakni di bawah 15% dari total pangsa pasar enterprise TIK nasional.

Proyeksi dan Implikasi untuk Lanskap Digital Indonesia

Dalam konteks makroekonomi, langkah Telkom Solution memperkuat bisnis enterprise B2B ICT di kawasan Asia Pasifik memiliki implikasi yang luas. Indices kepercayaan bisnis atau Business Confidence Index (BCI) di sektor TIK Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat di angka 124,7 poin, naik dari 118,3 poin pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mengindikasikan optimisme pelaku industri terhadap prospek permintaan solusi digital korporat dalam negeri.

Secara sektoral, tren hybrid cloud, cybersecurity, dan Internet of Things (IoT) enterprise menjadi tiga segmen dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing mencatatkan CAGR (compound annual growth rate) sebesar 18%, 22%, dan 25% dalam periode 2024-2026. Telkom Solution secara strategis memposisikan diri untuk mengapitalisasi ketiga segmen tersebut melalui portofolio solusi yang diperkenalkan di BATIC 2026.

Bagi pelaku industri dan pembaca yang bergerak di sektor teknologi, analisis ini menunjukkan bahwa strategi B2B ICT bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari transformasi fundamental model bisnis telekomunikasi nasional. Sentimen pasar terhadap sektor ini cenderung positif, namun investor perlu mencermati rasio utang dan kemampuan korporasi dalam menghasilkan cash flow dari proyek-proyek enterprise yang bersifat jangka panjang. Dengan kata lain, fundamental yang kuat dan diversifikasi portofolio akan menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan sustainable di tengah dinamika kompetitif kawasan Asia Pasifik yang semakin intensif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User