Sep 10, 2026
Nasional

SURABAYA — PAM Surya Sembada Perketat Pengawasan Kualitas Air Baku

Air bersih kerap kali baru disadari urgensinya saat alirannya terganggu—ketika cairan yang keluar dari kran mendadak keruh, berbusa, berbau menyengat, atau

SURABAYA — PAM Surya Sembada Perketat Pengawasan Kualitas Air Baku

Air bersih kerap kali baru disadari urgensinya saat alirannya terganggu—ketika cairan yang keluar dari kran mendadak keruh, berbusa, berbau menyengat, atau debitnya mengecil drastis. Bagi jutaan warga metropolitan seperti Surabaya, secangkir air bersih di rumah merupakan ujung dari rantai pengolahan teknis yang kompleks dan penuh tantangan di hulu.

Investigasi di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang milik Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya mengungkap dinamika harian menjaga stabilitas pasokan air minum perkotaan. Menjaga kemurnian air bukan sekadar memutar tuas kran, melainkan pertempuran terus-menerus melawan pencemaran sungai, fluktuasi sedimentasi, hingga limbah domestik dan industri yang mengancam Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Surabaya.

Kronologi dan Alur Pengendalian Kualitas Air

Guna menjamin setiap liter air yang terdistribusi ke pelanggan memenuhi standar kelayakan konsumsi, serangkaian protokol ketat diberlakukan dari hulu ke hilir secara terintegrasi:

  1. Pemantauan Kualitas Air Baku di Titik Intake (Pukul 06.00 WIB): Tim teknis laboratorium melakukan uji sampel air baku Kali Surabaya secara berkala. Parameter krusial seperti tingkat kekeruhan (turbidity), derajat keasaman (pH), kadar oksigen terlarut (DO), serta potensi cemaran detergen diperiksa sebelum air disedot menuju bak prasedimentasi.
  2. Proses Koagulasi dan Flokulasi (Pukul 08.30 WIB): Bahan koagulan dosis terukur dicampurkan ke dalam air baku guna mengikat partikel lumpur dan polutan mikro. Proses pengadukan cepat dan lambat membentuk flok-flok padat yang siap diendapkan secara gravitasi.
  3. Sedimentasi dan Filtrasi Multi-Media (Pukul 11.00 WIB): Air yang telah terpisah dari endapan lumpur dialirkan ke bak penyaring pasir kuarsa dan karbon aktif. Tahap ini krusial guna menyingkirkan partikel halus serta bau tak sedap yang terbawa dari aliran sungai.
  4. Disinfeksi dan Netralisasi Akhir (Pukul 14.00 WIB): Penambahan klorinasi presisi diterapkan untuk membasmi bakteri patogen tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi kesehatan konsumen sebelum air masuk ke reservoir induk.
  5. Uji Laboratorium Akhir dan Distribusi Pompa (Pukul 16.00 WIB): Sampel air reservoir diuji ulang secara ketat berdasarkan baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan RI. Setelah dinyatakan steril dan memenuhi standar kualitas, air dipompa ke jaringan pipa primer kota.
"Tantangan terbesar pengolahan air perkotaan bukan pada kapasitas mesin, melainkan fluktuasi polutan di sungai. Ketika debit sungai turun atau terjadi pembuangan limbah tak berizin di hulu, biaya dan kompleksitas filtrasi melonjak signifikan," ungkap salah satu pengawas teknis IPAM.

Tantangan Kerusakan Daerah Aliran Sungai

Investigasi lingkungan mencatat bahwa menjaga air sebelum kran membutuhkan kesadaran kolektif lintas wilayah. Kali Surabaya yang menjadi urat nadi air baku perkotaan terus menghadapi tekanan dari alih fungsi lahan sempadan sungai dan pembuangan limbah tanpa instalasi pengolahan limbah (IPAL) memadai. Jika degradasi sungai dibiarkan berlarut-larut, sistem filtrasi mekanik tercanggih sekalipun akan menghadapi titik jenuh, yang pada akhirnya mengancam ketahanan air jutaan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User