Sep 15, 2026
Hukum

SURABAYA — Dinkes Imbau Waspada Lonjakan Kasus Demam Musiman

Suasana di sejumah fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Surabaya mendadak lebih sibuk dari biasanya. Antrean warga yang mengeluhkan kondisi tubuh me

SURABAYA — Dinkes Imbau Waspada Lonjakan Kasus Demam Musiman

Suasana di sejumah fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Surabaya mendadak lebih sibuk dari biasanya. Antrean warga yang mengeluhkan kondisi tubuh memburuk tampak mengular di area ruang tunggu. Fenomena ini bertepatan dengan dinamika cuaca ekstrem yang sedang menerjang wilayah Jawa Timur, di mana perubahan suhu udara berlangsung secara drastis dari terik yang menyengat menuju hujan deras dalam hitungan jam.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengonfirmasi adanya tren kenaikan grafik pasien yang mengalami keluhan demam dan influenza. Kendati demikian, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena tingkat penyebaran penyakit musiman tersebut dinilai masih dalam kisaran ambang batas wajar dan terkendali.

Dinamika Pancaroba dan Lonjakan Pasien

Pergeseran iklim lokal memicu penurunan daya tahan tubuh secara masif di kalangan warga perkotaan. Anak-anak dan kelompok lanjut usia menjadi populasi paling rentan yang mendominasi kunjungan di Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Berdasarkan penelusuran lapangan, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan demam ringan ini terjadi secara merata di berbagai kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan bahwa fenomena ini merupakan siklus tahunan yang berulang setiap kali memasuki masa transisi musim atau pancaroba. Penyesuaian suhu yang ekstrem membuat tubuh manusia harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan homeostasis, sehingga lebih mudah diserang oleh virus influenza maupun patogen oportunistik lainnya.

"Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tindakan preventif tetap menjadi kunci utama. Peningkatan kasus demam saat ini masih dalam koridor wajar sebagai dampak perubahan cuaca yang cukup fluktuatif di Surabaya," ujar pihak otoritas Dinkes Surabaya dalam keterangan resminya.

Analisis Medis: Mengapa Imunitas Anjlok saat Cuaca Ekstrem?

Peneliti kesehatan lingkungan mencatat bahwa kelembapan udara yang tinggi yang dipadukan dengan paparan sinar matahari terik menciptakan kondisi ideal bagi replikasi virus di udara bebas. Ketika seseorang berpindah secara mendadak dari lingkungan luar yang panas ke ruangan berpendingin udara (AC), pembuluh darah di saluran pernapasan akan menyempit, mengurangi efektivitas pertahanan alami tubuh.

Untuk membantu masyarakat membedakan antara demam musiman biasa dengan penyakit yang membutuhkan penanganan medis darurat, berikut adalah tabel komparasi indikator kesehatan yang perlu diperhatikan:

Kategori Indikator Demam Influenza Musiman Demam Berdarah (DBD) Infeksi Saluran Pernapasan
Suhu Tubuh 37,5°C - 38,5°C (Fluktuatif) 39°C - 40°C (Mendadak Tinggi) 37,8°C - 38,8°C (Konstan)
Gejala Khas Bersin, hidung tersumbat, pegal Nyeri belakang mata, bintik merah Batuk berdahak, tenggorokan sakit
Masa Kritis Hari ke-1 hingga Hari ke-3 Hari ke-3 hingga Hari ke-6 Hari ke-3 hingga Hari ke-5

Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dan Imbauan Warga

Guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi, Dinkes Surabaya telah menginstruksikan seluruh 63 Puskesmas di Surabaya untuk menyiagakan stok obat-obatan esensial, seperti parasetamol, vitamin C, serta penurun panas anak. Selain itu, kesiapan tenaga medis di tingkat primer terus ditingkatkan demi mengoptimalkan penanganan dini tanpa harus menumpuk pasien di rumah sakit rujukan.

Masyarakat diimbau untuk memperketat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui serangkaian langkah konkrit berikut:

  • Menjaga Hidrasi Tubuh: Mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas.
  • Asupan Nutrisi Seimbang: Memperbanyak konsumsi buah-buahan segar yang kaya akan antioksidan dan vitamin alami.
  • Penggunaan Masker: Menggunakan pelindung pernapasan saat berada di area publik yang padat atau saat mengalami gejala batuk pilek.
  • Istirahat Cukup: Memastikan kecukupan tidur 7-8 jam sehari untuk mengoptimalkan regenerasi sel imun tubuh.

Apabila demam tidak kunjung reda dalam waktu lebih dari tiga hari berturut-turut atau disertai gejala berat seperti sesak napas dan kejang, warga diminta untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengonfirmasi adanya peningkatan kasus demam dan influenza akibat perubahan cuaca ekstrem (pancaroba). Key Points: • Kasus meningkat tapi masih tergolong wajar. • 63 Puskesmas disiagakan dengan stok obat memadai. • Warga diimbau menjaga hidrasi, makan bergizi, dan segera berobat jika demam melebihi 3 hari. Baca selengkapnya di Beritadua.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User