Suhita Lebah Indonesia Perkuat Bisnis Madu lewat Pemberdayaan Petani

BANDAR LAMPUNG – Suhita Lebah Indonesia, perusahaan madu lokal yang berbasis di Kota Bandar Lampung, terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak 2015 ini mengusung kons...

Jul 27, 2026 - 23:27
0 0
Suhita Lebah Indonesia Perkuat Bisnis Madu lewat Pemberdayaan Petani

BANDAR LAMPUNG – Suhita Lebah Indonesia, perusahaan madu lokal yang berbasis di Kota Bandar Lampung, terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Usaha yang dirintis sejak 2015 ini mengusung konsep integrasi dari hulu ke hilir, dengan fokus pada pemberdayaan peternak lebah rakyat serta penjagaan kualitas premium. Dalam lima tahun terakhir, omzetnya melonjak tiga kali lipat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat madu alami.

Model Bisnis Inklusif yang Melibatkan Warga

Inti dari operasional Suhita Lebah adalah skema kemitraan dengan petani lebah di wilayah Lampung dan sekitarnya. Alih-alih mengelola lahan sendiri, perusahaan merekrut petani lokal sebagai mitra binaan. Setiap mitra mendapat stok bibit lebah unggul jenis Apis cerana dan Apis mellifera, kotak sarang (stup), serta pelatihan budidaya dan panen. Pendekatan ini menyerap lebih dari 120 keluarga petani, terutama di Kecamatan Tanjung Senang dan Kedaton. "Sebelum bergabung, saya hanya ternak lebah secara tradisional dengan hasil sedikit. Sekarang dengan bimbingan dan peralatan dari Suhita, produksi madu saya naik 60 persen," kata Rahmat, salah satu peternak binaan.

Standar Mutu dari Hulu ke Hilir

Suhita Lebah Indonesia menerapkan sistem ketelusuran (traceability) untuk memastikan setiap botol madu dapat ditelusuri asal peternak dan lokasinya. Langkah ini dimulai dengan seleksi lokasi sarang yang jauh dari polusi, pemantauan jenis pakan lebah, hingga teknik panen yang higienis. Setiap peternak diwajibkan mencatat jadwal panen, jenis bunga yang dikonsumsi lebah, dan kondisi cuaca. Data tersebut dianalisis oleh tim quality control untuk menjaga konsistensi rasa dan khasiat madu. Produk yang lolos uji laboratorium—meliputi kadar air di bawah 22 persen, keasaman rendah, dan bebas residu pestisida—kemudian dikemas dengan teknologi pengawetan alami tanpa pemanasan tinggi, sehingga enzim dan vitamin tetap terjaga. Dengan sertifikasi BPOM dan halal, produk ini siap bersaing di pasar modern.

Peran Strategis Perbankan dalam Akselerasi Usaha

Perkembangan pesat Suhita Lebah tidak dapat dilepaskan dari dukungan sektor perbankan, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui program pemberdayaan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan pembiayaan dengan suku bunga rendah serta pendampingan usaha. Dana tersebut digunakan untuk memperluas kapasitas produksi, membangun fasilitas pengolahan yang memenuhi standar BPOM, serta mengembangkan jaringan pemasaran hingga ke Pulau Jawa. "Kami sangat mengapresiasi peran BRI yang tidak hanya menjadi penyandang dana, tetapi juga mitra strategis dalam pengembangan bisnis. Berkat bantuan modal, kami bisa membeli alat pengemasan otomatis dan memperbesar gudang penyimpanan," ujar Direktur Suhita Lebah Indonesia, Andi Susanto.

Peningkatan Taraf Hidup Peternak

Dengan sistem bagi hasil yang adil, peternak binaan memperoleh pendapatan rata-rata Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan, jauh di atas upah minimum Lampung. Pendapatan tambahan ini digunakan petani untuk menyekolahkan anak, perbaikan rumah, dan modal usaha lain. Program pendampingan dari BRI juga memberikan pelatihan literasi keuangan, sehingga petani dapat mengelola keuangannya dengan lebih bijak. Dampak ekonomi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perusahaan dan lembaga keuangan mampu mengentaskan kemiskinan di pedesaan.

Menjaga Ekosistem untuk Keberlanjutan

Budidaya lebah mendorong kelestarian lingkungan karena lebah berperan sebagai polinator alami yang membantu penyerbukan tanaman. Suhita Lebah Indonesia mewajibkan mitranya menjaga vegetasi di sekitar sarang dan tidak menggunakan pestisida kimia. Perusahaan juga menginisiasi gerakan penanaman pohon kaliandra, rambutan, dan kelengkeng sebagai sumber pakan lebah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 5.000 pohon ditanam di lahan kritis. Dengan demikian, bisnis madu ini turut berkontribusi pada pelestarian hutan dan pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Setiap pembelian produk Suhita diyakini sebagai dukungan langsung terhadap konservasi alam.

Tantangan dan Rencana Masa Depan

Meski prospek cerah, tantangan tetap ada, seperti perubahan iklim yang mempengaruhi musim berbunga dan risiko serangan hama lebah. Untuk mengatasinya, perusahaan bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Lampung mengembangkan penelitian tentang ketahanan lebah dan teknik migrasi sarang. Ke depan, Suhita Lebah Indonesia menargetkan ekspor madu ke Timur Tengah dan Eropa, serta pengembangan produk turunan seperti propolis, royal jelly, sabun herbal, dan minuman kesehatan. Dengan dukungan perbankan yang berkelanjutan dan komitmen terhadap mutu, Suhita optimistis bisa menjadi ikon madu Indonesia di kancah global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User