Sep 09, 2026
Hukum

STEPHEN BUNTING — Atlet Darts Dunia Hadapi Ancaman Pembunuhan

Popularitas tinggi di era digital kerap menuntut harga mahal yang tidak terbayangkan bagi para atlet profesional. Stephen Bunting, atlet lempar panah (dart

STEPHEN BUNTING — Atlet Darts Dunia Hadapi Ancaman Pembunuhan

Popularitas tinggi di era digital kerap menuntut harga mahal yang tidak terbayangkan bagi para atlet profesional. Stephen Bunting, atlet lempar panah (darts) profesional berperingkat 10 dunia, merasakan langsung bagaimana popularitas di media sosial mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi keselamatan keluarga kecilnya. Di balik senyum ramah dan popularitasnya yang melejit sebagai salah satu figur paling terkenal di arena darts setelah juara dunia remaja Luke Littler, Bunting menyimpan kisah kelam berupa ancaman pembunuhan serta aksi perundungan kejam.

Investigasi Beritadua.com menyoroti fenomena kesepakatan berbahaya dengan dunia digital (Faustian pact) yang kerap dihadapi para atlet modern. Penampilan mengesankan Bunting di panggung Professional Darts Corporation (PDC) dan keaktifannya di media sosial memang membuahkan keuntungan finansial serta popularitas global, hingga dirinya kerap dikenali penggemar saat berada di New York. Namun, eksposur media sosial yang berlebihan ini juga membuka pintu bagi banjir intimidasi serta kekerasan verbal dari oknum tidak bertanggung jawab.

Sisi Gelap Popularitas Digital dan Ancaman Pembunuhan

Pria berusia 39 tahun tersebut secara terbuka mengakui bahwa keterlibatannya yang sangat masif di platform media sosial ibarat pisau bermata dua. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kesuksesan yang ia raih di atas papan darts (oche) berbanding lurus dengan peningkatan aksi pelecehan verbal dan intimidasi tingkat tinggi yang mengancam nyawanya.

"Ini sangat menyakitkan. Anda bekerja begitu keras untuk menghibur publik dan meraih prestasi, tetapi yang Anda dapatkan justru ancaman terhadap keselamatan jiwa," ungkap Stephen Bunting saat menggambarkan rentetan pesan gelap yang diterimanya melalui media sosial.

Bunting kini menjadi atlet darts kedua paling banyak dipasarkan secara komersial setelah fenomena Luke Littler. Namun, berbeda dengan ajang olahraga tradisional yang memiliki batas tegas antara atlet dan penonton, interaksi langsung tanpa filter di media sosial membuat para atlet darts sangat rentan menjadi sasaran kemarahan pelaku judi olahraga hingga perundung anonim.

Dampak Terhadap Keluarga: Perundungan Sekolah dan Keputusan Sulit

Dampak paling memilukan dari gelombang perundungan media sosial ini justru menghantam anggota keluarga Bunting. Putranya yang masih berusia 14 tahun, Toby Bunting, menjadi sasaran utama perundungan karena kerap muncul dalam konten digital sang ayah. Perundungan yang bermula di dunia maya tersebut dengan cepat merembet ke lingkungan sekolah tempat Toby menimba ilmu, menciptakan tekanan psikologis yang sangat berat.

Sebagai bentuk perlindungan penuh terhadap keselamatan dan kesehatan mental anaknya, Bunting dan istrinya akhirnya mengambil langkah ekstrem. Mereka resmi memindahkan Toby ke sebuah sekolah swasta demi menghentikan aksi intimidasi dan perundungan yang berlangsung secara berkepanjangan tersebut.

Kronologi Escalasi Intimidasi terhadap Atlet Darts

Berdasarkan penelusuran tim investigasi, berikut adalah tahapan eskalasi ancaman dan perundungan siber yang dialami Bunting beserta keluarganya:

  • Fase Popularitas Kilat: Terjadi lonjakan pengikut media sosial secara drastis seiring keberhasilan Bunting menembus peringkat 10 besar PDC dan strategi personal branding yang humoris.
  • Penetrasi Perundungan Siber: Komentar kritis di akun publik bertransformasi menjadi umpatan sistematis dan pesan ancaman pembunuhan (death threats) di kotak pesan pribadi (DM).
  • Penyebaran ke Ranah Domestik: Perundung mulai menyasar Toby Bunting, memanfaatkan foto dan video kebersamaan keluarga sebagai bahan ejekan dan perundungan di lingkungan sekolah.
  • Tindakan Proteksi Darurat: Keputusan keluarga untuk memindahkan anak ke sekolah swasta dengan sistem keamanan yang lebih baik serta pembatasan akses media sosial bagi sang putra.

Ketahanan di Tengah Badai Hostilitas

Meskipun harus menghadapi gelombang permusuhan yang masif di dunia maya, Bunting menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari dunia darts yang telah membesarkan namanya. Ia menolak untuk mengubah lagu khas saat memasuki arena (walk-on song) dan bertekad untuk tetap menjaga kepribadian ramahnya di hadapan para penggemar sejati.

Kasus yang menimpa Stephen Bunting menjadi alarm keras bagi organisasi olahraga internasional mengenai pentingnya regulasi keselamatan digital, serta perlindungan kesehatan mental bagi para atlet profesional dan keluarga mereka dari bahaya perundungan siber yang semakin tak terkendali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User