Sep 14, 2026
Hukum

Simalungun — Petugas Wisata Ditemukan Tewas di Kedalaman 10 Meter Sungai Lobang

Suasana objek wisata Pemandian Alam Sejuk (PAS) Sungai Lobang di Desa Kerasaan, Kecamatan Bandar Hulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendadak gempar

Simalungun — Petugas Wisata Ditemukan Tewas di Kedalaman 10 Meter Sungai Lobang

Suasana objek wisata Pemandian Alam Sejuk (PAS) Sungai Lobang di Desa Kerasaan, Kecamatan Bandar Hulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendadak gempar. Seorang pria bernama Mahyar (25), yang sehari-hari bertugas menjaga operasional kawasan wisata pemandian alam tersebut, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam dan hilang di dasar perairan yang memiliki pusaran dalam.

Operasi pencarian intensif yang digelar oleh tim gabungan Search and Rescue (SAR) bersama aparat kepolisian dan warga setempat akhirnya membuahkan hasil tragis. Korban dievakuasi dari dasar sungai pada kedalaman sekitar 10 meter dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kronologi Kejadian di Dasar Sungai Lobang

Berdasarkan rangkaian penelusuran fakta di lapangan, insiden nahas ini bermula saat korban beraktivitas di area pemandian alam yang dikenal memiliki celah lubang air berkedalaman ekstrem tersebut. Berikut urutan kronologis kejadian sebelum korban ditemukan:

  1. Penyelaman Awal: Korban berniat melakukan penyelaman ke dasar area sungai yang berada di ceruk Pemandian Alam Sejuk untuk suatu keperluan teknis pengelolaan lokasi wisata.
  2. Kehilangan Kontak: Setelah menyelam beberapa menit, korban tidak kunjung kembali naik ke permukaan air, memicu kepanikan pengunjung dan rekan kerjanya di lokasi.
  3. Upaya Pertolongan Pertama: Rekan kerja korban sempat berupaya melakukan pencarian manual di titik korban terlihat menyelam, namun jarak pandang yang terbatas dan kedalaman air menghambat penyelamatan.
  4. Laporan ke Tim SAR: Pengelola wisata langsung menghubungi Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Danau Toba dan Polsek setempat guna mengerahkan peralatan selam profesional.
"Korban diketahui menyelam ke bagian lubang ceruk sungai yang memang memiliki kedalaman signifikan. Arus bawah dan kedalaman ekstrem membuat korban diduga mengalami disorientasi atau kehabisan oksigen hingga gagal kembali ke permukaan," terang salah seorang petugas evakuasi di lokasi.

Operasi Penyelaman dan Evakuasi Tim SAR

Proses pencarian membutuhkan keahlian khusus karena dasar Sungai Lobang memiliki kontur batuan alami dan celah-celah sempit di bawah air. Tim penyelam SAR diterjunkan dengan tabung oksigen lengkap untuk menyisir titik koordinat terakhir korban terlihat.

Setelah penyisiran bawah air berlangsung ketat selama beberapa jam, penyelam SAR berhasil menemukan tubuh korban yang tersangkut di dasar palung sungai pada kedalaman 10 meter. Jasad korban langsung ditarik ke permukaan dan dibawa ke fasilitas medis terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Sorotan Standar Keselamatan Wisata Alam

Insiden maut ini membuka sorotan kritis terhadap standar keselamatan kerja dan protokol mitigasi bahaya di kawasan objek wisata perairan alam Simalungun. Kendati korban merupakan petugas lokal yang mengenal medan, ketiadaan perlengkapan keselamatan standar saat menyelam di kedalaman berisiko tinggi menjadi faktor fatal.

  • Kedalaman Ekstrem: Titik Sungai Lobang memiliki kedalaman hingga lebih dari 10 meter yang rawan menjebak siapa pun tanpa peralatan selam memadai.
  • SOP Pekerja Wisata: Perlu adanya pengetatan prosedur operasional standar bagi para pengelola dan petugas lapangan agar tidak melakukan penyelaman bebas tanpa tali pengaman (safety line).
  • Pengawasan Titik Rawan: Zona air dalam semestinya diberi batas peringatan tegas bagi pengunjung maupun pekerja untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User