Sep 15, 2026
Hukum

SEOUL — Perdagangan Pasca-Jam KRX Cetak Rekor Transaksi 1,8 Triliun Won

Di jantung distrik keuangan Yeouido, Seoul, layar-layar monitor Bursa Efek Korea (KRX) menyala lebih lama dari biasanya. Langkah bersejarah baru saja diuki

SEOUL — Perdagangan Pasca-Jam KRX Cetak Rekor Transaksi 1,8 Triliun Won

Di jantung distrik keuangan Yeouido, Seoul, layar-layar monitor Bursa Efek Korea (KRX) menyala lebih lama dari biasanya. Langkah bersejarah baru saja diukir saat KRX secara resmi membuka sesi perdagangan pasca-jam kerja (after-hours trading session). Pada hari perdana peluncurannya, nilai transaksi fantastis berhasil dibukukan, mencapai 1,8 triliun won (sekitar US$1,33 miliar atau setara Rp20,4 triliun). Angka ini bukan sekadar rekor statistik biasa, melainkan sinyal kuat atas pergeseran tektonik dalam lanskap investasi pasar modal Asia Timur.

Mengubah Lanskap Finansial Yeouido

Keputusan KRX memperpanjang jam perdagangan dirancang untuk merespons kebutuhan investor lokal dan global yang semakin haus akan aksesibilitas tanpa batas. Selama bertahun-tahun, pembatasan jam operasional bursa dinilai membatasi ruang gerak investor dalam merespons pengumuman kinerja perusahaan atau pergerakan pasar global di luar jam kerja reguler. Dengan sesi baru ini, fleksibilitas menjadi kunci utama. Para pelaku pasar modal kini memiliki jendela waktu tambahan untuk mengeksekusi strategi mereka ketika pasar saham Amerika Serikat atau Eropa baru mulai bereaksi.

Parameter Perdagangan Sesi Reguler KRX Sesi Pasca-Jam (After-Hours)
Nilai Transaksi Perdana Rata-rata 10–15 Triliun Won 1,8 Triliun Won
Partisipan Utama Institusi & Investor Asing Ritel Domestik & Hedge Funds
Fokus Respon Pasar Sentimen Harian & Makro Earnings Report & Isu Global

Dominasi Investor Ritel dan Bahaya Volatilitas

Fenomena pergerakan modal dalam sesi malam ini sebagian besar didorong oleh partisipasi aktif investor ritel Korea Selatan—yang kerap dijuluki sebagai "Ants" (Semut). Kelompok investor ini sangat responsif terhadap kabar makroekonomi dan pengumuman laba emiten teknologi raksasa seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Namun, di balik angka yang mengesankan tersebut, pengamat pasar mengingatkan adanya risiko laten terkait likuiditas yang lebih tipis dibandingkan sesi reguler.

"Perdagangan setelah jam kerja memberikan fleksibilitas luar biasa, tetapi investor harus tetap waspada. Likuiditas yang lebih rendah pada sesi malam dapat memperlebar rentang bid-ask dan memicu volatilitas harga yang ekstrem pada saham-saham tertentu," ungkap Park Min-woo, Analis Senior Finansial dari Yeouido Investment Research.

Ambisi Global Bursa Efek Korea

Peluncuran sesi pasca-jam kerja ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar regulator Korea Selatan untuk meningkatkan status bursa sahamnya menuju indeks developed market (pasar maju) MSCI. Selama ini, aksesibilitas jam perdagangan menjadi salah satu poin evaluasi penting bagi investor institusional internasional. Dengan likuiditas yang menembus 1,8 triliun won pada hari pertama, KRX mengirimkan pesan jelas kepada bursa saingan di Tokyo, Hong Kong, dan Singapura bahwa Seoul siap bersaing secara agresif di kancah global. Transformasi ini menandai babak baru bagi fleksibilitas arus modal di Asia.

Ke depan, para pengamat memperkirakan volume perdagangan pasca-jam ini akan menstabilkan diri, namun efektivitasnya dalam menyerap dampak pergerakan Wall Street akan terus diuji. Bagi pasar modal Negeri Ginseng, langkah ini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan fondasi penting menuju era baru pasar keuangan modern yang beroperasi tanpa jeda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User