Sekda Ungkap Kondisi Walkot Bandung Farhan Pasca Dilarikan ke RS

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendadak dilarikan ke rumah sakit pada Selasa sore, 11 Juli 2026, setelah mengeluhkan sesak napas dan kelelahan saat me

Sekda Ungkap Kondisi Walkot Bandung Farhan Pasca Dilarikan ke RS

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendadak dilarikan ke rumah sakit pada Selasa sore, 11 Juli 2026, setelah mengeluhkan sesak napas dan kelelahan saat memimpin rapat koordinasi pembangunan di Balai Kota. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, memberikan keterangan resmi mengenai kondisi terkini sang wali kota yang sempat mengejutkan publik dan jajaran pemerintahan.

Kronologi Kejadian

Kejadian darurat tersebut berlangsung cepat. Berikut urutan peristiwanya berdasarkan keterangan Sekda dan tim protokol:

  1. Pukul 15.00 WIB: Farhan memimpin rapat evaluasi proyek strategis di ruang kerjanya. Sejumlah kepala dinas menyadari ia beberapa kali mengeluh pusing dan terlihat pucat.
  2. Pukul 15.40 WIB: Farhan tiba-tiba berdiri dan mengaku sesak napas. Staf segera membantunya keluar dan memanggil ambulans yang siaga di lingkungan Balai Kota.
  3. Pukul 16.10 WIB: Ambulans tiba dan Farhan dibawa ke Rumah Sakit Santo Borromeus, salah satu rumah sakit rujukan di Bandung, dengan pengawalan kendaraan dinas.
  4. Pukul 20.00 WIB: Sekda Iskandar Zulkarnain memberikan pernyataan pers pertama, menyebutkan bahwa Farhan dalam kondisi stabil dan sedang menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kondisi Kesehatan Terkini

Dalam konferensi pers yang digelar di lobi rumah sakit, Sekda Iskandar Zulkarnain menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan Farhan mengalami hipertensi berat disertai gejala transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan. “Tekanan darah beliau saat tiba di IGD mencapai 210/120 mmHg. Tim dokter segera memberikan penanganan darurat dan kini kondisinya sudah lebih terkendali,” ujar Iskandar.

“Beliau dalam kondisi sadar, bisa berkomunikasi, dan sedang diistirahatkan total. Dokter melarang menerima tamu dulu untuk sementara waktu,” tambahnya.

Sekda juga menampik kabar yang beredar di media sosial bahwa Farhan mengalami serangan jantung. “Bukan serangan jantung. Ini lebih ke kelelahan akut dan tekanan darah yang tidak terkontrol,” tegas Iskandar. Farhan dijadwalkan menjalani observasi lanjutan selama 3–4 hari ke depan, termasuk pemeriksaan MRI untuk memastikan tidak ada kerusakan pembuluh darah otak.

Pengambilalihan Tugas Sementara

Selama Farhan menjalani perawatan, Sekda Iskandar Zulkarnain akan melaksanakan tugas-tugas rutin wali kota berdasarkan Surat Keputusan Pelaksana Harian (Plh) yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan seremonial dan rapat non-strategis akan ditunda atau diwakilkan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota dan seluruh OPD untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu,” jelas Iskandar.

Respons Publik dan Dukungan

Kabar Farhan dilarikan ke rumah sakit sontak membanjiri media sosial. Tagar #DoaUntukFarhan masuk dalam deretan trending topic di Twitter/Indonesia. Rekan separtainya dari Partai NasDem, termasuk Ketua Umum, mengirimkan ucapan cepat sembuh. Warga Bandung juga menggelar doa bersama di depan Balai Kota pada Rabu pagi.

Sementara itu, pengamat tata kelola pemerintahan, Dr. Rita Sumarni dari Universitas Padjadjaran, menyoroti perlunya manajemen kesehatan bagi kepala daerah. “Jadwal yang padat dan tekanan politik seringkali membuat pemimpin mengabaikan kesehatan. Kejadian ini harus jadi pengingat bagi semua kepala daerah untuk melakukan medical check-up rutin,” katanya.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah Kota Bandung berjanji akan memberikan perkembangan kondisi Farhan secara berkala melalui saluran resmi. Publik diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi. Farhan sendiri menyampaikan pesan singkat melalui telepon yang disampaikan Sekda: “Saya minta maaf mengkhawatirkan semua. Saya akan segera kembali bekerja setelah istirahat cukup.”

Kepastian kapan Farhan bisa kembali bertugas masih menunggu evaluasi dokter. Sementara itu, roda pemerintahan Kota Bandung diharapkan tetap berjalan lancar di bawah pengarahan Plh.

[SOCIAL_TWEET]: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dilarikan ke RS usai sesak napas saat rapat. Tekanan darahnya 210/120 mmHg. Sekda sampaikan kondisinya stabil, bukan serangan jantung. #DoaUntukFarhan #KotaBandung #BreakingNews[SOCIAL_TG]: 🚨 Kabar mengejutkan: Wali Kota Bandung Farhan dilarikan ke RS! Tekanan darahnya 210/120, diduga stroke ringan. Sekda ambil alih tugas sebagai Plh. Farhan stabil dan pesan singkat: akan segera balik kerja. 🙏

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User