Sorotan publik terhadap keretakan rumah tangga pasangan selebritas Sarwendah Tan dan Ruben Onsu kian meruncing menyusul berbagai spekulasi mengenai pembatasan akses komunikasi serta pengasuhan anak. Menanggapi narasi yang berkembang liar di ruang digital, Sarwendah akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna menepis tuduhan bahwa dirinya menghalang-halangi pertemuan antara sang ayah dengan buah hatinya.
Isu mengenai ketegangan hak asuh mencuat seiring proses perceraian yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sejumlah pihak menduga adanya kerenggangan relasi yang berdampak pada keterbatasan ruang gerak Ruben untuk meluangkan waktu bersama ketiga anaknya, yakni Betrand Peto Putra Onsu, Thalia Putri Onsu, dan Thania Putri Onsu.
Klarifikasi Tegas atas Tuduhan Pembatasan Akses
Melalui kuasa hukumnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sarwendah menegaskan bahwa pintu rumah dan akses komunikasi terhadap anak-anak selalu terbuka secara fleksibel bagi Ruben Onsu. Pihaknya membantah keras adanya intimidasi maupun boikot personal terkait hak asuh.
"Saya tidak pernah sama sekali melarang atau membatasi Ayah (Ruben) untuk bertemu anak-anak. Kapan pun ada waktu luang dan anak-anak tidak sedang dalam jam sekolah, pintu komunikasi selalu terbuka lebar," ujar Sarwendah dalam keterangannya kepada awak media.
Investigasi atas dinamika persidangan memperlihatkan bahwa kedua belah pihak sejak awal telah menyepakati komitmen bersama demi menjaga stabilitas mental ketiga buah hati mereka. Sarwendah menekankan bahwa perselisihan antara orang dewasa tidak boleh mengorbankan hak anak untuk mendapatkan kasih sayang utuh dari kedua figur orang tua.
Dinamika Pengasuhan Pasca-Gugatan Cerai
Meskipun proses hukum perpisahan terus bergulir di meja hijau, skema pengasuhan anak dijalankan berdasarkan kesepakatan informal yang fleksibel. Terdapat sejumlah poin krusial yang menjadi landasan kesepakatan kedua belah pihak:
- Akses Tak Terbatas: Ruben Onsu tetap memiliki kebebasan penuh untuk menjemput, menemani aktivitas ekstrakurikuler, dan menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak.
- Transparansi Jadwal: Komunikasi terkait kegiatan harian anak dikoordinasikan secara berkala melalui perantara pengasuh dan asisten pribadi demi menghindari tumpang tindih agenda kerja.
- Perlindungan Privasi Anak: Menjauhkan anak-anak dari narasi negatif dan spekulasi liar di media sosial terkait perselisihan rumah tangga.
Pakar hukum keluarga menilai bahwa langkah Sarwendah dalam membuka akses pertemuan merupakan tindakan preventif yang tepat guna menghindari sengketa hak asuh berkepanjangan yang berpotensi mencederai kondisi psikologis anak di bawah umur.
Menjaga Stabilitas Psikologis Anak di Tengah Sorotan
Tekanan publik yang masif terhadap keluarga selebritas papan atas ini menjadi tantangan tersendiri. Sarwendah mengaku fokus utamanya saat ini adalah memastikan rutinitas harian anak-anaknya tetap berjalan normal tanpa terdistraksi oleh pemberitaan media massa maupun persidangan.
"Prioritas saya hanya satu, yaitu memastikan anak-anak merasa aman, nyaman, dan tetap merasakan kehadiran kedua orang tuanya tanpa ada rasa kehilangan," tambah Sarwendah dengan nada emosional.
Dengan adanya klarifikasi terbuka ini, publik diharapkan dapat menghormati privasi keluarga yang sedang menjalani proses hukum tersebut, serta tidak melontarkan tudingan tak berdasar yang dapat memperkeruh suasana kekeluargaan mereka.
Comments (0)