Santri Tunarungu Ajarkan Mengaji, Polytama Propindo Luncurkan Program Inklusi

Di balik hiruk-pikuk Jakarta, sebuah pesantren kecil menjadi saksi bisu perjuangan para penyandang tunarungu mempelajari Al-Qur'an. Santri-santri denga

Santri Tunarungu Ajarkan Mengaji, Polytama Propindo Luncurkan Program Inklusi

Di balik hiruk-pikuk Jakarta, sebuah pesantren kecil menjadi saksi bisu perjuangan para penyandang tunarungu mempelajari Al-Qur'an. Santri-santri dengan keterbatasan pendengaran justru tampil sebagai pengajar, membimbing anak-anak difabel serupa melafalkan ayat suci lewat bahasa isyarat. Sementara itu, di koridor korporasi, PT Polytama Propindo sejak 2023 menjalankan Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi) untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Dua wajah Indonesia yang berbeda, namun berkelindan dalam semangat yang sama: membangun kemandirian dan martabat difabel.

Mengaji dengan Bahasa Isyarat di Pesantren Difabel

Pondok Pesantren Tahfidz Difabel KH Ahmad Lutfi Fathullah bukan sekadar tempat menimba ilmu agama. Di sana, tuna rungu menjadi subjek sekaligus fasilitator. Para santri senior yang telah menguasai hafalan dan metode isyarat Al-Qur'an, dengan sabar membimbing adik-adik mereka yang juga tuna rungu. Proses belajar-mengaji ini tidak hanya soal melafalkan huruf, melainkan menghidupkan makna lewat gerakan tangan, ekspresi wajah, dan visualisasi.

"Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan pendengaran bukan penghalang untuk mencintai Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada sesama," ujar seorang santri pengajar (21 Maret 2024).

Pendekatan inklusif ini menjadi jembatan yang selama ini hilang. Data Kementerian Sosial menunjukkan bahwa dari sekitar 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia, hanya sedikit yang mendapat akses pendidikan agama yang ramah difabel. Pesantren KH Ahmad Lutfi Fathullah hadir menjawab keresahan itu, menjadikan tunarungu bukan lagi objek pasif penerima zakat, melainkan agen pembelajaran yang mandiri.

Program Setara: Sinergi Korporasi untuk Inklusi

Di sisi lain, PT Polytama Propindo—perusahaan afiliasi yang bergerak di sektor petrokimia—meluncurkan Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi) sejak 2023. Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang memandirikan penyandang disabilitas melalui pelatihan vokasi, pendampingan usaha, dan akses pasar. "Kemandirian difabel adalah investasi sosial jangka panjang. Kami ingin mereka tak lagi bergantung pada belas kasihan, melainkan berdiri sebagai pelaku ekonomi yang berdaya," tutur perwakilan perusahaan.

Setara menyasar berbagai jenis disabilitas, dengan modul pelatihan yang disesuaikan. Penyandang tunarungu, misalnya, dilatih keterampilan digital dan kerajinan yang mengandalkan ketajaman visual. Hingga awal 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 300 penerima manfaat di beberapa kota. Langkah Polytama Propindo menegaskan bahwa korporasi memiliki peran vital sebagai katalisator perubahan sosial berbasis inklusi.

Menyatukan Dua Arus Pemberdayaan

Meski bergerak di ranah berbeda—pesantren di bidang spiritual-edukasi dan korporasi di ranah ekonomi—kedua inisiatif ini memiliki benang merah yang kuat: kemandirian difabel sebagai tujuan akhir. Keduanya menghapus stigma bahwa difabel hanyalah objek amal. Dengan metode yang terukur, baik pesantren maupun perusahaan menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek yang aktif berkontribusi.

AspekPesantren Tahfidz DifabelProgram Setara Polytama
FokusPendidikan agama dan kepemimpinan sosialKeterampilan vokasi dan kemandirian ekonomi
MetodePembelajaran isyarat Al-Qur'an, pendampingan sebayaPelatihan, inkubasi usaha, akses pasar
DampakSantri menjadi pengajar mandiri; peningkatan literasi agama difabelPenerima manfaat memiliki penghasilan dan pekerjaan tetap

Kolaborasi antara model pesantren dan korporasi seperti ini dapat menjadi cetak biru bagi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di masa depan. Jika diperluas, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki pusat-pusat inklusi yang memadukan pendidikan spiritual dan pemberdayaan ekonomi secara holistik.

Spirit inilah yang tengah bergelora: dari ruang-ruang kecil pesantren di Jakarta hingga ruang rapat perusahaan nasional. Kemandirian difabel kini tak lagi sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang digerakkan oleh tangan-tangan tulus para santri tunarungu dan komitmen korporasi seperti Polytama Propindo.

[SOCIAL_TWEET]: Santri tunarungu ajarkan mengaji dengan bahasa isyarat, sementara PT Polytama Propindo luncurkan Program Setara untuk kemandirian ekonomi difabel sejak 2023. Dua wajah inklusi yang menginspirasi Indonesia. #DisabilitasBerdaya #InklusiIndonesia #CSRPolytama[SOCIAL_TG]: 👥 Santri tunarungu ajarkan ngaji pakai isyarat, PT Polytama Propindo gelar Program Setara untuk pelatihan vokasi difabel sejak 2023. Dua gerakan keren ini tunjukkan kemandirian disabilitas itu nyata. 💪

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User