Runway Bandaneira Diperpanjang 2,2 Km, Pacu Pariwisata dan Siaga Bencana

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memutuskan untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Bandaneira di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, menjadi 2,2 kilometer. Rencana strategis ini bertujuan ganda: mengaks...

Runway Bandaneira Diperpanjang 2,2 Km, Pacu Pariwisata dan Siaga Bencana

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memutuskan untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Bandaneira di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, menjadi 2,2 kilometer. Rencana strategis ini bertujuan ganda: mengakselerasi pertumbuhan pariwisata bahari sekaligus memperkuat kesiapsiagaan wilayah terhadap risiko bencana alam.

Alasan di Balik Ekspansi Landasan

Kepulauan Banda menyimpan pesona alam bawah laut kelas dunia dan warisan sejarah rempah yang mendunia. Namun, aksesibilitas udara selama ini menjadi hambatan utama. Saat ini, Bandara Bandaneira hanya memiliki landasan sepanjang sekitar 1.400 meter, sehingga hanya mampu melayani pesawat kecil tipe ATR 72 dengan kapasitas terbatas. Kondisi ini membatasi arus wisatawan yang ingin datang langsung dari kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Makassar tanpa transit panjang.

Dengan perpanjangan hingga 2.200 meter, bandara itu nantinya dapat didarati pesawat jet berbadan sempit seperti Boeing 737-800 atau Airbus A320 yang berkapasitas 180 kursi. Menteri PU menyatakan, "Perpanjangan ini bukan sekadar menambah aspal, melainkan membuka pintu gerbang ekonomi baru bagi Banda. Wisatawan tidak perlu lagi berkali-kali ganti pesawat sehingga bisa lebih efisien."

Dorongan bagi Sektor Pariwisata

Pemerintah berharap peningkatan konektivitas ini dapat melonjakkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan nusantara dan mancanegara yang tertarik menyelami keindahan taman laut Banda serta mengunjungi benteng-benteng peninggalan kolonial. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Maluku, jumlah wisatawan ke Kabupaten Maluku Tengah masih di bawah 50.000 orang per tahun, jauh dari potensi maksimal yang dimiliki.

Dengan hadirnya penerbangan langsung, diproyeksikan kunjungan bisa naik hingga 30–40 persen dalam dua tahun pertama setelah runway selesai. Industri perhotelan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal pun diuntungkan. "Kami menyambut baik karena ini akan menjadi berkah ekonomi. Banyak pemuda Banda yang berpotensi menjadi pemandu wisata atau pengelola homestay," ujar seorang pengusaha pariwisata setempat.

Aspek Kesiapsiagaan Bencana

Di sisi lain, perpanjangan landasan juga memiliki dimensi kemanusiaan yang krusial. Kepulauan Banda terletak di kawasan Cincin Api Pasifik yang rawan gempa bumi dan tsunami. Dalam situasi darurat, akses transportasi udara yang cepat menjadi penentu keselamatan jiwa. Runway yang lebih panjang memungkinkan pesawat kargo dan militer berbadan besar mendarat untuk membawa bantuan logistik, alat berat, serta tim medis.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan bahwa mitigasi bencana tidak bisa ditawar-tawar di wilayah kepulauan kecil. "Pengalaman gempa dan tsunami di masa lalu menunjukkan betapa pentingnya bandara sebagai simpul evakuasi. Perpanjangan runway ini sejalan dengan upaya kita membangun ketangguhan bencana berbasis infrastruktur," katanya. Dengan landasan 2,2 km, evakuasi massal menggunakan pesawat berkapasitas besar dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Skema Pendanaan dan Target Konstruksi

Proyek ini akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears). Kementerian PU menargetkan lelang konstruksi dimulai pada awal tahun fiskal mendatang, sedangkan penyelesaian fisik diperkirakan memakan waktu 18 hingga 24 bulan. Studi kelayakan lingkungan dan desain detail telah rampung.

Angka investasi yang dibutuhkan sekitar Rp350 miliar, meliputi pengerjaan tanah, perkerasan, perluasan area keselamatan operasi penerbangan, dan peningkatan fasilitas terminal. "Kami akan memastikan proyek ini sesuai jadwal agar manfaat ekonomi dan keselamatan segera dirasakan," kata juru bicara Kementerian PU.

Harapan dan Tantangan

Meski disambut antusias, proyek ini menghadapi tantangan teknis berupa kondisi geologis pulau kecil dan cuaca ekstrem di musim tertentu. Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pembebasan lahan yang dibutuhkan. Masyarakat Banda, terutama pemilik lahan di sekitar bandara, diharapkan mendukung penuh demi kepentingan bersama.

Dengan landasan pacu baru, Banda Neira akan semakin terhubung dengan dunia. Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah pembangunan fisik. "Kita ingin Banda menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur berjalan harmonis dengan ekosistem alam yang unik," pungkas Menteri PU.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User