Program BRI Peduli Perkuat Kapasitas Peternak Sapi Perah Malang

Berdasarkan data BPS per Agustus 2024, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mengalami kenaikan tipis menjadi 13,52 persen year-on-year, didorong oleh pemulihan sub...

Aug 13, 2026 - 07:08
0 0
Program BRI Peduli Perkuat Kapasitas Peternak Sapi Perah Malang

Berdasarkan data BPS per Agustus 2024, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mengalami kenaikan tipis menjadi 13,52 persen year-on-year, didorong oleh pemulihan subsektor peternakan yang tumbuh 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi moneter, Bank Indonesia mencatat aliran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada sektor agribisnis mencapai Rp287,4 triliun per kuartal II 2024, menunjukkan tren positif dalam pembiayaan produktif. Namun, indeks harga produsen susu segar domestik masih berada di bawah 105,2, mengindikasikan tekanan margin bagi peternak skala kecil di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.

Dampak Program terhadap Ekosistem Rantai Pasok

Di tengah dinamika tersebut, intervensi program tanggung jawab sosial perusahaan yang difokuskan pada peningkatan kualitas dan pemasaran komoditas susu di wilayah Malang menimbulkan efek berganda bagi kelompok ternak Sumber Karanglo. Di satu sisi, pendampingan teknis dan akses permodalan informal melalui program ini berhasil menekan rasio biaya operasional hingga 12 persen, sekaligus meningkatkan volume produksi susu per ekor sapi perah menjadi rata-rata 18 liter per hari dari sebelumnya 14 liter pada tahun pembanding 2022. Penguatan kapasitas produksi tersebut secara langsung memperbaiki fundamental kelompok ternak, di mana valuasi aset ternak dan peralatan pemerah modern mengalami kenaikan signifikan dalam portofolio usaha para peternak.

Di sisi lain, ketergantungan pada stimulus eksternal membuka risiko terhadap keberlanjutan operasional ketika program berakhir. Sebagian pengamat menyebut bahwa tanpa transformasi kelembagaan yang kuat, sentimen pasar terhadap produk susu lokal bisa menurun jika kualitas tidak terjaga konsisten.

"Intervensi CSR perbankan memang mampu meningkatkan likuiditas jangka pendek pelaku usaha, namun tanpa model bisnis yang mandiri dan akses pasar terdiversifikasi, kita bisa melihat capital outflow dari sektor ini begitu dukungan berkurang,"
ujar Prabowo Santoso, Direktur Eksekutif Institute for Agribusiness Development.

Tren Fundamental dan Dinamika Valuasi Sektor Peternakan

Mencermati tren fundamental sektor peternakan sapi perah nasional, terdapat skisma pertumbuhan antara demand side dan supply side. Konsumsi susu nasional mencapai 16,8 juta ton setara cair per tahun, dengan proyeksi pertumbuhan permintaan domestik sebesar 5,2 persen annually. Sayangnya, rasio ketergantungan impor untuk susu bubuk dan produk olahan masih mengalami kenaikan menjadi 62 persen dari total kebutuhan industri pengolahan, menciptakan celah kompetitif yang sulit dikejar oleh peternak lokal. Dalam konteks valuasi, unit usaha peternakan rakyat di Malang yang tergabung dalam kelompok ternak Sumber Karanglo kini memiliki estimasi nilai aset usaha rata-rata Rp450 juta per anggota, melonjak dari posisi Rp310 juta pada 2021, didorong oleh adopsi teknologi pemeliharaan dan perbaikan genetik sapi perah.

Proyeksi jangka menengah menunjukkan indeks kepercayaan pelaku usaha agribisnis di Jawa Timur berada pada level 112,3, di atas ambang batas optimis 100, meski demikian tekanan inflasi pangan yang berfluktuasi di kisaran 3,2 persen year-on-year berpotensi memperburuk biaya pakan ternak. Di sinilah program pendampingan memainkan peran krusial, bukan sekadar sebagai penyedia likuiditas, melainkan sebagai katalis perubahan struktural. Melalui penguatan koperasi dan penjaminan mutu produk, para peternak mampu membangun portofolio pelanggan yang lebih stabil, mulai dari pengusaha susu kedelai lokal hingga rantai hotel dan kafe di kawasan wisata Batu-Malang.

Proyeksi Likuiditas dan Tantangan Capital Outflow

Dari perspektif keuangan mikro, program peningkatan kapasitas ini secara tidak langsung memengaruhi rasio kesehatan keuangan peternak. Dengan adanya jaminan pemasaran dan edukasi manajemen keuangan, rasio pendapatan terhadap beban operasional kelompok ternak mengalami perbaikan dari 1,15 menjadi 1,38, memberikan ruang lebih bagi akumulasi modal kerja. Namun demikian, ancaman capital outflow dari sektor pertanian tetap menjadi perhatian serius, terutama ketika likuiditas perbankan global mengalami pengetatan dan suku bunga acuan mengalami kenaikan. Dalam kondisi demikian, sentimen pasar cenderung mengalihkan alokasi modal ke instrumen yang dianggap lebih likuid, meninggalkan UMKM agribisnis dalam posisi rentan.

Oleh karena itu, keberhasilan program serupa di masa depan sangat bergantung pada sinergi antara stimulus perbankan, kebijakan fiskal daerah, dan penguatan konektivitas pasar. Jika tren pertumbuhan produksi susu segar domestik mampu dipertahankan di atas 6 persen year-on-year, maka proyeksi kesejahteraan peternak skala kecil akan mengalami kenaikan yang berkelanjutan. Sebaliknya, tanpa konsistensi kebijakan, valuasi ekonomi yang telah dibangun berisiko tererosi oleh dinamika harga global dan tekanan persaingan impor yang tidak merata.

Dengan mempertimbangkan seluruh variabel fundamental tersebut, intervensi di Malang bukan sekadar program sosial, melainkan investasi ekonomi yang memiliki multiplier effect terhadap penciptaan lapangan kerja dan ketahanan pangan lokal. Keberlanjutannya, tentu saja, memerlukan transisi dari model bantuan menuju kemandirian institusional yang kokoh di tengah fluktuasi indeks ekonomi makro.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User