Sep 11, 2026
Nasional

Pramono Kaji Usulan CFD Jakarta Digelar Dua Kali Sepekan

Wacana perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendal

Pramono Kaji Usulan CFD Jakarta Digelar Dua Kali Sepekan

Wacana perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mendalami usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait peningkatan frekuensi CFD menjadi dua kali dalam sepekan. Kebijakan ini digagas sebagai langkah strategis menekan laju polusi udara yang terus membayangi kawasan aglomerasi ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima aspirasi tersebut dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Menurutnya, inisiatif penambahan hari bebas emisi ini perlu dikaji secara komprehensif, tidak hanya dari dimensi perbaikan kualitas udara, tetapi juga kesiapan rekayasa lalu lintas serta ketahanan ekonomi sektor riil.

"Usulan mengenai pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan tentu kami sambut positif dan sedang dibahas secara mendalam bersama jajaran dinas terkait. Kami harus menimbang seluruh aspek secara cermat, mulai dari dampak kemacetan di jalur alternatif hingga dampaknya terhadap pelaku usaha kecil," ujar Pramono.

Menimbang Efektivitas Penurunan Emisi di Ibu Kota

Kondisi udara Jakarta kerap berada dalam kategori tidak sehat akibat tingginya volume kendaraan bermotor berbahan bakar fosil. Berdasarkan data pemantauan lingkungan, implementasi CFD pada hari Minggu selama ini terbukti mampu mereduksi konsentrasi partikulat berbahaya seperti PM2.5 dan karbon monoksida (CO) di sepanjang koridor utama Sudirman-Thamrin.

Kendati demikian, rencana menambah durasi hari bebas emisi—apakah digelar pada hari Sabtu atau hari kerja tertentu—membutuhkan kalkulasi ilmiah yang presisi. Pemerintah provinsi kini menggerakkan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk memetakan proyeksi penurunan emisi jika kebijakan ini benar-benar direalisasikan secara rutin.

Dilema Mobilitas Publik dan Dampak Ekonomi Warga

Penerapan CFD lebih dari satu kali dalam sepekan menghadirkan tantangan ganda bagi ekosistem perkotaan. Di satu sisi, ruang publik untuk aktivitas olahraga dan interaksi sosial masyarakat akan semakin luas. Di sisi lain, penutupan jalan protokol berpotensi memicu simpul kemacetan baru di kawasan penyangga.

Sejumlah aspek penting yang saat ini masuk dalam meja evaluasi meliputi:

  • Kesiapan transportasi umum: Optimalisasi frekuensi armada TransJakarta, MRT, dan LRT untuk mengakomodasi peralihan mobilitas warga.
  • Mitigasi jalur logistik: Pengaturan koridor distribusi barang agar aktivitas ekonomi sektor esensial tidak terganggu.
  • Pemberdayaan UMKM: Penataan zonasi bagi pedagang mikro agar keberadaan mereka tertib dan tidak mengorbankan kenyamanan pejalan kaki.

Kesiapan Regulasi dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini tidak akan diputuskan secara tergesa-gesa. Koordinasi lintas sektoral bersama Polda Metro Jaya menjadi kunci utama untuk merancang manajemen arus kendaraan yang efektif. Kajian komprehensif dijadwalkan rampung dalam beberapa pekan ke depan sebelum keputusan final diumumkan ke publik demi memastikan keseimbangan antara langit biru dan kelancaran denyut ekonomi ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User