Prabowo Ungkap Kontrak Pindad untuk Saudi dan Targetkan MBG 2027

Presiden Prabowo Subianto dalam sepekan ini menyoroti dua agenda besar pemerintahan yang saling berdampingan: penguatan industri pertahanan nasional melalui ekspor produk strategis serta perluasan pro...

Prabowo Ungkap Kontrak Pindad untuk Saudi dan Targetkan MBG 2027

Presiden Prabowo Subianto dalam sepekan ini menyoroti dua agenda besar pemerintahan yang saling berdampingan: penguatan industri pertahanan nasional melalui ekspor produk strategis serta perluasan program bantuan pangan sosial. Dalam pernyataan resminya, Prabowo mengungkapkan bahwa PT Pindad (Persero) baru saja meneken kontrak pengadaan senapan dan senapan mesin untuk militer Arab Saudi. Di saat yang sama, Kepala Negara menegaskan target Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa mencakup seluruh wilayah Indonesia pada awal tahun 2027, termasuk daerah-daerah terpencil yang hingga kini belum terjangkau.

Kontrak Pindad dengan Arab Saudi menandai babak baru ekspor alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Meskipun nominal kontrak belum diungkap, sejumlah analis pertahanan memperkirakan nilainya mencapai ratusan juta dolar mengingat kebutuhan modernisasi militer Saudi yang sedang berjalan. PT Pindad, yang berlokasi di Bandung, akan memasok varian senapan serbu SS2 dan senapan mesin ringan SM3 yang telah teruji di berbagai medan. Sebelumnya, Pindad telah mengekspor produk ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, dan sejumlah negara Afrika, tetapi Arab Saudi merupakan pembeli dari kawasan Timur Tengah pertama yang memberi kepercayaan penuh pada persenjataan produksi dalam negeri.

Presiden Prabowo, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan sebelum menjadi presiden, dikenal aktif mempromosikan industri pertahanan nasional dalam setiap kunjungan luar negeri. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari diplomasi pertahanan yang intensif. "Kita optimalkan seluruh potensi industri pertahanan kita, dan alhamdulillah, Pindad mendapat kepercayaan dari Kerajaan Arab Saudi," ujar Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (20/5).

Di sisi anggaran, kontrak ini berpotensi memberikan pendapatan signifikan bagi Pindad sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik dan membuka lapangan kerja baru di sektor manufaktur pertahanan. Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, dalam kesempatan terpisah menyambut baik kerja sama ini dan menjanjikan transfer teknologi serta pemenuhan standar kualitas yang ketat sesuai permintaan pihak Saudi. Ke depan, diharapkan ekspor dapat merambah ke jenis amunisi dan kendaraan taktis.

Sementara itu, tidak kalah penting adalah upaya pemerintah meng-entaskan masalah gizi melalui MBG. Program yang diluncurkan sejak awal 2025 ini memberikan makanan bergizi gratis kepada anak-anak sekolah dasar, ibu hamil, dan balita di daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Data Kemenko PMK menunjukkan hingga Mei 2025, program telah menjangkau 42% dari target 38,5 juta penerima manfaat di 514 kabupaten/kota, namun sebagian besar masih terpusat di Jawa, Sumatera, dan perkotaan besar. Daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti pedalaman Kalimantan, pegunungan Papua, dan kepulauan Maluku masih menjadi tantangan logistik yang membutuhkan solusi khusus.

"Kita targetkan awal 2027, tidak ada lagi anak sekolah yang kelaparan atau kekurangan gizi. Semua harus terlayani, dari Sabang sampai Merauke," tegas Prabowo saat meninjau dapur MBG di Kabupaten Bogor, Rabu (22/5). Ia menambahkan pemerintah akan menggandeng TNI, Polri, dan BUMN logistik untuk memastikan distribusi di wilayah sulit dapat berjalan lancar. Anggaran MBG tahun 2026 diusulkan naik menjadi Rp 110 triliun dari sebelumnya Rp 85 triliun, dengan penekanan pada pembangunan dapur mandiri berbasis komunitas di desa-desa.

Keberhasilan kontrak Pindad dan percepatan MBG sesungguhnya mencerminkan dua pilar utama visi Prabowo—pembangunan pertahanan yang mandiri dan kesejahteraan rakyat yang merata. Di satu sisi, industri pertahanan yang maju tidak hanya berdampak pada kekuatan militer, tetapi juga memberikan efek berganda bagi ekonomi nasional. Di sisi lain, peningkatan gizi generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi produktivitas bangsa. Dengan mengawinkan dua inisiatif ini, pemerintahan Prabowo ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing di pentas global sekaligus menyelesaikan persoalan domestik yang mendasar.

Kritisi mengingatkan agar pemerintah tetap transparan dalam pengelolaan kontrak pertahanan dan memastikan program MBG bebas dari kebocoran anggaran. Namun, optimisme publik tampak tinggi seiring dengan kombinasi kebijakan luar negeri yang tegas dan kepedulian sosial yang nyata. Apakah target ini tercapai, hanya waktu yang akan membuktikan, namun setidaknya arah pembangunan sudah mulai terlihat.

[TAGS]: Prabowo Subianto, PT Pindad, Ekspor Senjata, Arab Saudi, MBG 2027, Makanan Bergizi Gratis, Industri Pertahanan, Program Pemerintah [SOCIAL_TWEET]: Prabowo ungkap Pindad dapat kontrak senjata dari Arab Saudi, sambil targetkan MBG jangkau seluruh RI pada 2027. Dua langkah memperkuat pertahanan dan kesejahteraan rakyat. [SOCIAL_FB]: Presiden Prabowo Subianto membeberkan keberhasilan PT Pindad meraih kontrak ekspor senjata ke Arab Saudi. Di saat bersamaan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan mencakup seluruh pelosok negeri paling lambat awal 2027. Baca selengkapnya. [SOCIAL_TG]: 📌 Pindad Ekspor Senapan ke Saudi, MBG Jangkau RI 2027 Presiden Prabowo menyampaikan dua capaian: kontrak baru Pindad untuk pasok senapan ke militer Saudi dan target program MBG menembus daerah terpencil pada 2027. [SOCIAL_THREADS]: Prabowo: Pindad kantongi kontrak senapan dari Arab Saudi 🇸🇦🤝🇮🇩. Targetkan MBG jangkau seluruh Indonesia awal 2027. Dua sisi prioritas pemerintahan: pertahanan dan kesejahteraan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User