Sep 14, 2026
Nasional

Prabowo Tiba di Jakarta Usai Perkuat Posisi Indonesia di KTT BRICS

Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendarat mulus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin d

Prabowo Tiba di Jakarta Usai Perkuat Posisi Indonesia di KTT BRICS

Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendarat mulus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin dini hari. Kepulangan orang nomor satu di Indonesia ini menandai rampungnya agenda diplomasi maraton dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di New Delhi, India.

Kunjungan kerja tersebut dinilai sejumlah pengamat sebagai langkah strategis dalam mengonsolidasikan kepentingan ekonomi nasional di tengah polarisasi geopolitik global. Selama di New Delhi, delegasi Indonesia tidak hanya menghadiri sesi pleno, tetapi juga melangsungkan serangkaian negosiasi bilateral tingkat tinggi yang mengunci sejumlah kesepakatan krusial.

Kronologi Agenda Diplomasi di New Delhi

Berdasarkan penelusuran tim liputan, lawatan kenegaraan Presiden Prabowo berlangsung padat dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan kerja sama rantai pasok global. Rangkaian aktivitas utama Presiden dirangkum dalam linimasa berikut:

  1. Sesi Pleno KTT BRICS: Menyampaikan pidato kunci yang menegaskan komitmen Indonesia pada prinsip non-blok aktif serta mendorong keterwakilan negara-negara Global South dalam tata kelola ekonomi internasional.
  2. Pertemuan Bilateral Bilateral Tingkat Tinggi: Menggelar dialog empat mata dengan pimpinan negara mitra strategis guna memperluas akses pasar ekspor produk hilirisasi industri nasional.
  3. Forum Bisnis Bilateral: Menghubungkan pelaku industri manufaktur dan teknologi hijau domestik dengan konsorsium investor internasional di New Delhi.
  4. Konsolidasi Komitmen Perdagangan: Menandatangani kesepakatan kerangka kerja peningkatan volume perdagangan lintas batas berbasis mata uang lokal (Local Currency Settlement).

Manuver Geopolitik dan Keseimbangan Blok Ekonomi

Langkah aktif Indonesia dalam forum BRICS memicu analisis mendalam terkait arah haluan diplomasi luar negeri kabinet Prabowo. Di satu sisi, Jakarta berupaya mendiversifikasi mitra dagang tradisional; di sisi lain, Indonesia tetap menjaga relasi erat dengan blok ekonomi barat.

"Keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS merupakan wujud nyata independensi diplomasi ekonomi kita. Tujuannya murni untuk membuka ruang pertumbuhan baru dan memperkuat kedaulatan industri dalam negeri tanpa terikat polarisasi kekuatan mana pun," tegas Presiden Prabowo dalam keterangan persnya.

Data internal Kementerian Luar Negeri mengindikasikan bahwa transaksi perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS telah menembus angka puluhan miliar dolar AS dalam kurun waktu setahun terakhir. Partisipasi di KTT ini diharapkan mampu mendongkrak realisasi investasi asing langsung (FDI) di sektor energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik hingga 15 persen pada tahun anggaran mendatang.

Tugas Domestik Menanti Pasca-Kunjungan

Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo langsung dijadwalkan memimpin rapat koordinasi terbatas bersama para menteri bidang perekonomian. Pemerintah bergegas menerjemahkan komitmen-komitmen global yang diraih di India ke dalam regulasi dan peta jalan teknis kementerian teknis.

Fokus implementasi hasil lawatan tersebut mencakup beberapa klaster prioritas:

  • Sinkronisasi regulasi impor-ekspor bahan baku industri strategis bersama Kementerian Perdagangan.
  • Akselerasi transfer teknologi energi ramah lingkungan melalui kolaborasi badan usaha milik negara.
  • Penguatan stabilitas nilai tukar melalui ekspansi mekanisme transaksi mata uang lokal dengan mitra BRICS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User