Prabowo Soroti Implementasi, Pasar Tunggu Sinyal Perbaikan

Di penghujung kuartal pertama 2026, narasi ekonomi Indonesia diwarnai oleh paradoks antara ambisi kebijakan dan realitas implementasi. Berdasarkan data BPS dan Kementerian Keuangan per Maret 2026, per...

Di penghujung kuartal pertama 2026, narasi ekonomi Indonesia diwarnai oleh paradoks antara ambisi kebijakan dan realitas implementasi. Berdasarkan data BPS dan Kementerian Keuangan per Maret 2026, pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan tren positif, namun riak di pasar modal dan keluhan dari lingkar dalam eksekutif justru membentuk persepsi pasar yang lebih kompleks. Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto, belum lama ini mengungkapkan curahan hati sang presiden bahwa segudang program pemerintah memiliki tujuan yang mulia dan hebat di atas kertas, tetapi kerap kehilangan giginya di level implementasi. Celah antara rancangan dan eksekusi ini tidak hanya menjadi pekerjaan rumah bagi Kabinet Merah Putih, tetapi juga menjadi faktor risiko yang mulai diperhitungkan investor dalam menanamkan modalnya. Di sisi lain, pemerintah terus melontarkan optimisme dengan meluncurkan kebijakan struktural yang berpotensi mengubah fundamental makro, sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) justru dihadapkan pada tekanan akibat kelesuan di lantai bursa dan masalah tata kelola emiten.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User