Sep 10, 2026
Nasional

Prabowo Perintahkan Bank BUMN Jemput Bola Buka Rekening Masyarakat

Langkah tak lazim diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran perbankan pelat merah. Dalam upaya merombak peta akses perbankan nasional, p

Prabowo Perintahkan Bank BUMN Jemput Bola Buka Rekening Masyarakat

Langkah tak lazim diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran perbankan pelat merah. Dalam upaya merombak peta akses perbankan nasional, pemerintah meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), untuk meninggalkan pola kerja lama dan secara agresif melakukan strategi "jemput bola" guna membukakan rekening tabungan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Instruksi strategis ini ditujukan langsung untuk membongkar sumbatan literasi dan inklusi keuangan yang selama ini masih timpang antara kawasan perkotaan dan pelosok pedesaan. Berdasarkan data lapangan, jutaan warga di berbagai pelosok nusantara masih terkategori sebagai unbanked alias belum tersentuh produk perbankan formal, situasi yang membuat mereka rentan terjerat praktik rentenir konvensional hingga perangkap pinjaman online (pinjol) ilegal.

Membongkar Paradigma Layanan: Dari Menunggu Menjadi Menjangkau

Selama beberapa dekade, industri perbankan cenderung beroperasi secara pasif di balik meja kantor cabang megah. Pendekatan ini dinilai tidak lagi efektif untuk menjangkau masyarakat akar rumput, petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro yang kerap merasa terintimidasi oleh birokrasi dan persyaratan administratif perbankan.

"Inklusi keuangan tidak bisa hanya diukur dari angka statistik di atas kertas. Negara harus memastikan setiap warga memiliki akses finansial yang aman. Bank BUMN harus aktif mendatangi rakyat, bukan sekadar menunggu mereka datang ke kantor cabang," tegas perwakilan kebijakan ekonomi dalam evaluasi program perbankan nasional.

Pemerintah menaruh fokus utama pada BRI dan BSI mengingat jangkauan teritorial dan demografis kedua entitas tersebut:

  • Kekuatan Akar Rumput BRI: Memanfaatkan jutaan agen laku pandai (AgenBRILink) untuk mendatangi pemukiman padat dan pedesaan terpencil.
  • Penetrasi Syariah BSI: Menyasar komunitas pesantren, pelaku usaha mikro halal, dan masyarakat yang mengedepankan prinsip syariah.
  • Integrasi Bantuan Sosial: Menyiapkan infrastruktur rekening digital agar penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran tanpa potongan perantara liar.

Memutus Rantai Eksploitasi Finansial Ilegal

Investigasi di berbagai daerah menunjukkan ketiadaan rekening bank menjadi pintu masuk utama berkembangnya praktik keuangan predatoris. Ketika masyarakat tidak memiliki identitas finansial resmi, riwayat kredit mereka tidak tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dampaknya, mereka tidak dapat mengakses fasilitas kredit produktif berbunga rendah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dengan strategi jemput bola ini, pembukaan rekening perdana akan langsung dibarengi dengan edukasi literasi keuangan. Masyarakat diajarkan cara memanfaatkan transaksi digital, menabung secara disiplin, serta mewaspadai berbagai modus penipuan berbasis rekayasa sosial.

Tantangan Infrastruktur dan Keamanan Digital di Daerah 3T

Kendati demikian, instruksi ambisius ini menghadapi tantangan nyata di lapangan. Kesiapan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi ujian krusial bagi implementasi sistem perbankan digital bergerak. Selain itu, aspek keamanan data nasabah baru harus dijaga secara ketat agar tidak disalahgunakan oleh sindikat kejahatan siber yang kerap memanfaatkan rekening pasif untuk tindak pidana pencucian uang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User