PIS Raih Laba Bersih USD572 Juta, Naik 2,4 Persen
Jakarta — PT Pertamina International Shipping (PIS) menorehkan pencapaian gemilang sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan usaha senilai 3.333,69 juta dolar AS. Dari nilai tersebu...
Jakarta — PT Pertamina International Shipping (PIS) menorehkan pencapaian gemilang sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan usaha senilai 3.333,69 juta dolar AS. Dari nilai tersebut, perusahaan berhasil mengantongi laba bersih sebesar 572,48 juta dolar AS, mencatatkan pertumbuhan 2,4 persen secara tahunan (year-on-year). Kinerja positif ini semakin istimewa karena berhasil diraih di tengah pusaran tantangan geopolitik global yang memengaruhi industri pelayaran dan energi secara luas. Pencapaian ini menandai tahun ketiga berturut-turut perusahaan membukukan kenaikan laba bersih, menegaskan konsistensi performa di tengah siklus bisnis yang volatil.
Pendorong Utama Pendapatan Usaha
Peningkatan pendapatan PIS disokong oleh pemulihan tarif angkutan (freight rate) dan kenaikan volume pengiriman komoditas energi, terutama minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG). Sebagai Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PIS mengoperasikan armada yang terdiri dari 400 unit kapal lebih, mulai dari very large crude carrier (VLCC), medium range tanker, general cargo, kapal suplai lepas pantai, hingga kapal pengangkut gas alam cair (LNG). Diversifikasi segmen ini memungkinkan perusahaan meraih pendapatan dari berbagai lini bisnis sekaligus meredam risiko ketergantungan pada satu pasar. Ekspansi ke rute internasional, khususnya ke negara-negara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika, turut menyumbang sekitar 30 persen terhadap total pendapatan, naik dari 25 persen pada tahun sebelumnya.
Menavigasi Geopolitik yang Bergejolak
Sepanjang 2025, lanskap geopolitik diwarnai oleh konflik bersenjata di Timur Tengah dan perang di Ukraina yang belum usai. Ketegangan di kawasan Laut Merah memaksa banyak kapal mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan, memperpanjang waktu tempuh dan meningkatkan biaya operasional. Di sisi lain, sanksi terhadap Rusia juga mengacak pola perdagangan minyak global. Dalam kondisi demikian, PIS menerapkan strategi mitigasi meliputi penyesuaian jadwal pelayaran, optimalisasi konsumsi bahan bakar, serta penguatan kerja sama dengan mitra strategis internasional. Upaya ini tidak hanya menjaga kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, melainkan juga mempertahankan tingkat marjin laba usaha di angka yang sehat.
Efisiensi dan Transformasi Digital
Selain faktor eksternal, perbaikan laba bersih juga didorong oleh program efisiensi internal yang ketat. PIS mengintensifkan pemakaian sistem digital untuk pemantauan kapal secara real-time, perencanaan perawatan berbasis data (predictive maintenance), serta analitik rantai pasok berbasis big data. Implementasi teknologi ini berhasil menekan biaya operasional, khususnya biaya bahan bakar dan perawatan, hingga sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, program pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan awak kapal berstandar internasional terus digenjot untuk menunjang budaya keselamatan dan produktivitas tinggi. Manajemen juga mengoptimalkan struktur pembiayaan dengan melakukan refinancing utang pada suku bunga yang lebih kompetitif, sehingga beban bunga dapat ditekan.
Tambahan Armada Ramah Lingkungan
Tahun 2025, PIS memperkuat armadanya dengan menambah beberapa kapal tanker baru berbahan bakar ganda (dual-fuel) yang mampu menggunakan bahan bakar rendah sulfur dan gas. Investasi ini sejalan dengan regulasi Organisasi Maritim Internasional (IMO) tentang penurunan emisi karbon dan sulfur di sektor pelayaran. Kapal-kapal tersebut tidak hanya memenuhi standar lingkungan, tetapi juga memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik, sehingga meningkatkan margin operasional. Ekspansi armada ini sekaligus membuka peluang menggarap pasar spot internasional yang menawarkan tarif premium. Dengan penambahan unit ini, total kapasitas angkut PIS meningkat sekitar 5,5 persen, mendukung pertumbuhan volume kargo di tahun-tahun mendatang.
Kinerja Keuangan secara Umum
Di samping laba bersih, EBITDA PIS juga mengalami peningkatan moderat, menjadi 1,2 miliar dolar AS atau naik 3,1 persen year-on-year. Laba usaha tercatat sekitar 800 juta dolar AS, didorong oleh efisiensi beban pokok pendapatan. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh 8,5 persen menjadi lebih dari 5 miliar dolar AS, dengan rasio utang terhadap ekuitas tetap terjaga di bawah 1,5 kali. Arus kas operasi yang kuat memungkinkan perusahaan membiayai belanja modal untuk peremajaan armada dan terminal tanpa membebani likuiditas. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi PIS sebagai salah satu perusahaan pelayaran terbesar di Asia Tenggara.
Kontribusi bagi Ketahanan Energi Nasional
Sebagai bagian tak terpisahkan dari PT Pertamina (Persero), PIS memainkan peran vital dalam menjamin ketersediaan energi di seluruh pelosok Tanah Air. Armada tanker dan kapal suplai perusahaan memastikan distribusi BBM, LPG, dan minyak mentah berjalan tanpa hambatan, termasuk ke wilayah terpencil dan kepulauan. Laba bersih yang diraih akan direinvestasikan sebagian untuk memperkuat infrastruktur logistik, seperti pembangunan terminal penyimpanan BBM di daerah strategis dan peremajaan kapal. Direktur Utama PIS menegaskan bahwa kinerja tahun ini merupakan cerminan dari strategi bisnis yang adaptif dan fundamental keuangan yang kokoh.
'Ketidakpastian global memang besar, namun kami berhasil menjaga pertumbuhan dengan tetap disiplin pada efisiensi dan berani melakukan ekspansi selektif,' ujarnya dalam keterangan tertulis.
Prospek Cerah di 2026
Menatap tahun 2026, PIS menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit dengan mengandalkan ekspansi ke pasar LNG global dan penguatan jaringan logistik di Indonesia, termasuk dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perusahaan juga mulai menjajaki pengembangan kapal bertenaga hidrogen dan amonia sebagai bagian dari transisi energi berkelanjutan. Dengan fundamental yang solid dan strategi yang terukur, PIS optimistis dapat mempertahankan tren positif di tengah siklus industri yang dinamis. Analis menilai prospek PIS tetap positif seiring meningkatnya kebutuhan energi dan pengembangan infrastruktur.
Comments (0)