Petugas Tinjau Layanan Disabilitas Hotel Makkah dan Temui Rohani, Jemaah Tunanetra

MAKKAH — Kementerian Agama melalui Daerah Kerja (Daker) Makkah melakukan visitasi mendadak ke hotel-hotel yang menjadi akomodasi jemaah haji Indonesia di S

Petugas Tinjau Layanan Disabilitas Hotel Makkah dan Temui Rohani, Jemaah Tunanetra

MAKKAH — Kementerian Agama melalui Daerah Kerja (Daker) Makkah melakukan visitasi mendadak ke hotel-hotel yang menjadi akomodasi jemaah haji Indonesia di Sektor 10 pada 16 Mei 2026. Fokus utama kunjungan ini adalah memastikan ketersediaan dan kualitas layanan bagi jemaah penyandang disabilitas. Di hari yang sama, tim Media Center Haji juga menemui Rohani (58), jemaah tunanetra asal Cirebon yang tengah beristirahat di kawasan Aziziyah, untuk mendengar langsung pengalamannya selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

08.00 WAS: Visitasi Hotel Sektor 10, Aksesibilitas Jadi Prioritas

Tim visitasi yang dipimpin oleh Kasie Layanan Disabilitas Daker Makkah menyisir sejumlah hotel di Kawasan Syisyah dan Raudhah. Petugas memeriksa jalur pemandu (guiding block), ketersediaan kursi roda, kamar mandi dengan handrail dan kursi khusus, serta rambu-rambu berhuruf Braille di area strategis. Dari 12 hotel yang dikunjungi, 10 hotel dinilai telah memenuhi standar minimal, sementara 2 hotel lainnya diberi catatan perbaikan, terutama soal lebar pintu kamar dan jalur evakuasi yang belum sepenuhnya aksesibel.

“Kami tidak ingin ada jemaah disabilitas yang kesulitan sekadar berpindah dari kamar ke lift atau ke restoran. Setiap detail kami cek, termasuk ketinggian tempat tidur dan kemudahan mencapai tombol darurat,” ujar Kasie Layanan Disabilitas (nama dirahasiakan sesuai protokol) dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari Media Center Haji.

Kami tidak ingin ada jemaah disabilitas yang kesulitan sekadar berpindah dari kamar ke lift atau ke restoran.

Data Daker Makkah mencatat, pada musim haji 1447 H/2026 M ini, terdapat 2.037 jemaah haji Indonesia penyandang disabilitas, terdiri dari 1.250 tunanetra, 520 tunadaksa, 185 tunarungu, dan 82 disabilitas ganda. Mereka tersebar di seluruh sektor, dengan konsentrasi tertinggi di Sektor 5 dan Sektor 10. Sebanyak 87% dari mereka didampingi oleh keluarga atau petugas haji khusus pendamping disabilitas.

14.00 WAS: Kisah Rohani, Tunanetra Pertama Kali ke Tanah Suci

Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat pemondokan Sektor 10, di sebuah apartemen sederhana di Aziziyah, Rohani duduk bersila di atas sajadah. Matanya nanar, namun senyumnya merekah saat berbagi cerita. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini adalah salah satu dari ribuan jemaah tunanetra yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini. Ia berangkat dari Tanah Air pada 12 Mei 2026 bersama istrinya, Siti Aminah (55), yang bertindak sebagai pendampingnya.

“Saya sudah mendaftar haji sejak 2012, baru tahun ini berangkat. Meski tidak melihat Kabah, hati saya melihat dengan cara yang berbeda. Setiap kali mendengar suara azan dari Masjidil Haram, air mata saya langsung jatuh,” tutur Rohani lirih namun mantap.

Rohani mengaku sangat terbantu dengan adanya Al-Qur’an Braille yang dibagikan gratis oleh Daker Makkah di pemondokan. Selain itu, ia juga mendapat panduan audio ihram dalam bahasa Indonesia yang dapat diakses lewat ponsel pintarnya. “Tinggal tekan, nanti ada suara yang memandu doa-doa dari mulai miqat sampai tahallul. Ini sangat memudahkan kami yang tidak bisa membaca,” imbuhnya.

Siti Aminah, istri Rohani, menambahkan bahwa suaminya sempat cemas sebelum berangkat karena khawatir tersesat di tengah jutaan jemaah. Namun, berkat adanya gelang identitas berbarcode dan sistem pelacakan jemaah disabilitas yang diterapkan tahun ini, kecemasan itu sirna. “Petugas selalu tahu posisi kami. Ada sekali Rohani sedikit terpisah di terowongan Mina, dalam 10 menit petugas sudah datang bantu,” ujarnya.

Penyempurnaan Layanan Hingga Puncak Armuzna

Dari hasil visitasi dan dialog dengan jemaah seperti Rohani, Daker Makkah merencanakan sejumlah langkah tambahan menjelang puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Di antaranya, pengadaan 500 unit kursi roda cadangan yang akan ditempatkan di titik-titik rawan, penambahan relawan pendamping tunanetra dengan rasio 1:5, serta pemasangan pengeras suara pengarah jalan berbahasa Indonesia di sepuluh koridor utama Jamarat.

“Kisah Pak Rohani ini jadi cermin bagi kami. Fasilitas fisik penting, tapi sentuhan manusiawi jauh lebih penting. Di titik itulah kami akan terus perbaiki,” ujar seorang staf khusus Menteri Agama yang turut dalam rombongan Media Center Haji.

Daker Makkah juga mengimbau kepada seluruh jemaah agar tidak ragu melapor jika menemukan kendala aksesibilitas melalui hotline 24 jam yang tertera di gelang identitas masing-masing. Sementara itu, hotel-hotel yang mendapat catatan perbaikan diberi waktu 3x24 jam untuk menyesuaikan standar. Apabila tidak terpenuhi, Daker mengancam akan menurunkan grade hotel dan melaporkannya ke otoritas setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen penyelenggaraan haji ramah disabilitas yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama pada tahun 2026, sejalan dengan visi Haji Inklusif 2026.

[TAGS]: Haji 2026, Layanan Disabilitas Haji, Makkah, Jemaah Tunanetra, Hotel Ramah Disabilitas

[SOCIAL_TWEET]: Petugas Haji tinjau hotel ramah disabilitas di Makkah & temui Rohani, jemaah tunanetra asal Cirebon. Ia terharu bisa dengar azan dari Masjidil Haram. Layanan Braille & audio jadi penyelamat. #Haji2026 #DisabilitasHaji #HajiInklusif

[SOCIAL_FB]: Meski tak bisa melihat Kabah, Rohani tetap meneteskan air mata saat mendengar azan dari Masjidil Haram. Begini kesiapan petugas haji memastikan layanan ramah disabilitas di hotel-hotel Makkah agar 2.037 jemaah disabilitas bisa beribadah dengan tenang. Klik selengkapnya.

[SOCIAL_TG]: 🕋 Petugas Haji tinjau hotel ramah disabilitas di Makkah. Jemaah tunanetra, Rohani (58) terharu bisa umrah meski tak melihat. Cerita lengkapnya di sini. #Haji2026

[SOCIAL_THREADS]: Nggak semua jemaah haji bisa melihat Kabah dengan mata kepala sendiri. Tapi Pak Rohani buktikan, hati bisa melihat lebih dalam. Tim Haji datangi hotel & dengerin langsung curhatannya. Kisah yang bikin mewek. 🥹

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User