Pertamina Salurkan 8.800 Seragam Sekolah Murah untuk Sambut Tahun Ajaran Baru
Jelang Tahun Ajaran Baru, Beban Seragam Diringankan Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun 2026/2027, PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan Ind...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Beban Seragam Diringankan
Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun 2026/2027, PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan Indonesia. Melalui Program SESAMA, perusahaan minyak dan gas pelat merah itu menyalurkan total 8.800 paket seragam sekolah dengan harga yang sangat terjangkau kepada masyarakat prasejahtera di sejumlah titik operasionalnya. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari bangku sekolah hanya karena orang tua mereka tidak mampu membeli perlengkapan dasar.
Penyaluran dilakukan secara serentak di beberapa provinsi, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Setiap paket berisi satu stel seragam lengkap, termasuk baju, celana atau rok, serta dasi dan atribut lainnya, yang dijual dengan harga subsidi, jauh di bawah harga pasar. Pertamina menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin keempat tentang pendidikan berkualitas. Tahun ini, Pertamina menargetkan distribusi menjangkau lebih dari 50 titik di seluruh Indonesia, meningkat signifikan dari 30 titik tahun lalu.
SESAMA: Solusi Cerdas Atasi Beban Akhir Tahun
Program SESAMA—singkatan dari “Seragam Sekolah Murah untuk Masyarakat”—merupakan inisiatif yang telah berjalan sejak tahun lalu. Kali ini, skala distribusinya diperluas menyusul tingginya permintaan dan masukan dari masyarakat. VP Corporate Communication Pertamina, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa banyak keluarga yang mengeluhkan lonjakan pengeluaran saat tahun ajaran baru tiba. “Biaya seragam bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000 per anak, sementara sebagian besar warga prasejahtera hanya memiliki pendapatan pas-pasan. Program ini hadir untuk meringankan, bukan menggantikan, peran keluarga,” ujarnya. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari habisnya kuota dalam waktu singkat di beberapa lokasi.
Mekanisme penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelurahan, dan koperasi setempat. Warga yang terdaftar dalam basis data keluarga kurang mampu bisa membeli paket seragam dengan potongan harga hingga 70 persen. Bahkan, untuk anak yatim dan penyandang disabilitas, Pertamina memberikan paket secara cuma-cuma. Hal ini menjadi angin segar bagi Siti (35), ibu tiga anak di Cilincing, Jakarta Utara. “Biasanya kami harus mencicil beli seragam, tapi dengan program ini, uang sisa bisa untuk beli buku dan alat tulis,” tuturnya saat mengambil paket di kantor kelurahan.
Dampak Lebih Luas: Menekan Angka Putus Sekolah
Bantuan seragam murah tidak hanya meringankan beban ekonomi jangka pendek, tetapi juga diyakini berdampak pada partisipasi sekolah. Data BPS tahun 2025 menunjukkan bahwa faktor biaya non-SPP seperti seragam dan transportasi masih menjadi penyebab utama anak putus sekolah di kalangan keluarga rentan. Dengan adanya intervensi dari korporasi seperti Pertamina, diharapkan angka tersebut bisa ditekan. Seorang pengamat pendidikan dari LSM lokal mengapresiasi langkah ini, meski mengingatkan bahwa perlu ada keberlanjutan dan pendampingan. Ia mencontohkan perlunya monitoring apakah anak-anak penerima bantuan benar-benar melanjutkan sekolah atau hanya terbantu sesaat.
Selain seragam, Pertamina juga tengah menyiapkan bantuan peralatan sekolah seperti tas dan sepatu dalam skema serupa di tahun mendatang. Sementara itu, untuk tahun ini, 8.800 paket tersebut diharapkan sudah diterima seluruhnya oleh siswa penerima sebelum hari pertama masuk sekolah pada pertengahan Juli 2026. “Kami ingin memastikan bahwa saat lonceng pertama berbunyi, semua anak sudah siap, penuh semangat, tanpa harus menanggung malu karena tidak punya seragam,” kata seorang relawan yang terlibat dalam distribusi.
Sinergi BUMN dan Masyarakat untuk Indonesia Cerdas
Program ini sekaligus menegaskan peran BUMN sebagai agen pembangunan. Tidak hanya berbisnis, Pertamina diharapkan hadir di tengah masyarakat. Menteri BUMN dalam beberapa kesempatan kerap menekankan pentingnya transformasi TJSL menjadi lebih berdampak dan terukur. SESAMA menjadi salah satu contoh nyata bagaimana korporasi bisa menjawab kebutuhan dasar rakyat. Ke depan, Pertamina berencana mengintegrasikan program ini dengan pembinaan UKM penjahit lokal agar rantai pasok seragam juga memberdayakan ekonomi setempat.
Dengan langkah ini, PT Pertamina tidak hanya menyalurkan seragam, tetapi juga harapan. Di tengah tantangan ekonomi global, komitmen terhadap pendidikan generasi muda menjadi investasi jangka panjang yang tak ternilai. Seorang penerima manfaat, Andi (12), tersenyum sambil memegang seragam barunya. “Senang bisa pakai seragam baru. Sekarang aku lebih percaya diri masuk sekolah,” katanya polos. Momen sederhana itulah yang menjadi alasan mengapa program semacam ini perlu terus digaungkan dan diperluas. Semangat kolaborasi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat inilah yang menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Comments (0)