Pertamina Genjot Homestay Mandalika Jelang MotoGP

Berdasarkan data kunjungan wisatawan Nusa Tenggara Barat per kuartal pertama 2024, jumlah wisatawan mancanegara ke kawasan Mandalika mengalami kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun seb...

Oct 10, 2026 - 18:32
0 0
Pertamina Genjot Homestay Mandalika Jelang MotoGP

Berdasarkan data kunjungan wisatawan Nusa Tenggara Barat per kuartal pertama 2024, jumlah wisatawan mancanegara ke kawasan Mandalika mengalami kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini tidak terlepas dari status sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP, yang secara year-on-year terus menarik perhatian pasar global. Di tengah tren positif tersebut, PT Pertamina (Persero) memperluas perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai katalisator pengembangan ekonomi lokal melalui pembinaan homestay di sekitar kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Pendorong Ekonomi Mikro di Sekitar Sirkuit

Program pengembangan homestay ini mencakup pelatihan manajemen pengelolaan, standardisasi layanan, hingga digitalisasi pemasaran. Pendekatan tersebut menyasar pemilik rumah lokal yang selama ini belum terhubung secara optimal dengan rantai pasok industri pariwisata kelas internasional. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat fundamental ekonomi desa dengan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar. Potensi kenaikan okupansi homestay saat event MotoGP bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, dengan tarif harian yang melonjak dari kisaran Rp250.000 menjadi Rp1.000.000 per kamar.

Di sisi lain, sejumlah pengamat ekonomi menyoroti bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi kunjungan wisatawan di luar musim balapan. Ketika gelaran MotoGP selesai, banyak homestay berisiko mengalami penurunan permintaan yang tajam. Tanpa diversifikasi atraksi wisata dan kalender event yang terjaga, dampak ekonomi yang dirasakan bisa bersifat musiman dan tidak menciptakan tren pertumbuhan jangka panjang.

“Pemberdayaan masyarakat lokal lewat homestay adalah langkah strategis, tetapi pemerintah dan mitra swasta harus memastikan ada arus kunjungan yang stabil sepanjang tahun, bukan hanya saat event besar,” ujar seorang ekonom pariwisata dari sebuah lembaga riset independen.

Program Desa Energi Berdikari dan Likuiditas Desa

Selain pelatihan homestay, Pertamina juga menjalankan Program Desa Energi Berdikari yang memberikan akses energi bersih berbasis komunitas. Program ini mencakup instalasi panel surya dan pengolahan limbah menjadi energi, yang bertujuan menekan biaya operasional rumah tangga dan usaha mikro. Dari perspektif ekonomi, pengurangan biaya energi dapat meningkatkan margin keuntungan homestay, sehingga memberi ruang bagi pemilik untuk mengalokasikan dana ke perbaikan fasilitas. Rasio pengeluaran energi terhadap pendapatan rumah tangga di desa-desa wisata bisa turun hingga 15 persen dengan intervensi semacam ini.

Namun, tantangan struktural tetap membayangi. Kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, dan kesiapan infrastruktur digital menjadi variabel krusial. Tanpa pendampingan berkelanjutan, aset energi dan pelatihan yang diberikan berpotensi tidak terkelola optimal. Sentimen pasar terhadap Mandalika memang positif, tetapi valuasi ekonomi kawasan sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan, konektivitas transportasi, dan kebijakan tata ruang yang konsisten.

Proyeksi dan Risiko Capital Outflow

Jika pengembangan homestay lokal berjalan sesuai proyeksi, multiplier effect dari belanja wisatawan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer. Pemerintah daerah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) NTB terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Meski demikian, risiko capital outflow tetap ada apabila keuntungan usaha lebih banyak dinikmati investor luar daripada pelaku lokal.

Oleh karena itu, skema kemitraan yang adil, akses permodalan mikro, dan penguatan portofolio produk wisata berbasis komunitas menjadi kunci. Tanpa itu, program pengembangan homestay hanya akan menjadi pelengkap musiman, bukan fondasi ekonomi yang tangguh. Keseimbangan antara ekspansi pariwisata dan pemberdayaan warga lokal akan menentukan apakah Mandalika mampu mempertahankan momentumnya jauh setelah lampu start MotoGP padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User