Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ambil Alih

Bank Indonesia (BI) memasuki era kepemimpinan baru setelah Gubernur Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada Senin (27/7). Pengunduran diri yang mengejutkan ini langsung ditindaklanjuti dengan penun...

Jul 28, 2026 - 09:46
0 0
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ambil Alih

Bank Indonesia (BI) memasuki era kepemimpinan baru setelah Gubernur Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri pada Senin (27/7). Pengunduran diri yang mengejutkan ini langsung ditindaklanjuti dengan penunjukan Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.

Meninggalkan Jejak Panjang di Bank Sentral

Perry Warjiyo bukanlah nama asing di dunia perbankan Indonesia. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, itu telah mengabdi di Bank Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Ia diangkat sebagai Gubernur BI pada 2018 menggantikan Agus Martowardojo, dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2023 hingga 2028. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2015.

Selama masa kepemimpinannya, Warjiyo dikenal dengan kebijakan moneter yang akomodatif namun hati-hati. Salah satu warisannya adalah bauran kebijakan antara suku bunga, operasi moneter, dan stabilisasi nilai tukar yang dikenal dengan istilah "triple intervention". Di bawah komandonya, BI berhasil menavigasi gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan serangkaian pelonggaran kuantitatif dan pembelian obligasi pemerintah di pasar perdana.

Angka inflasi sepanjang era Warjiyo terbilang terkendali, dengan inflasi inti tetap berada dalam kisaran sasaran 3%±1%. Namun, tekanan eksternal seperti normalisasi kebijakan bank sentral global dan fluktuasi harga komoditas sempat mendorong pelemahan rupiah ke level psikologis Rp16.000 per dolar AS. Meski begitu, cadangan devisa Indonesia tetap kokoh di atas 140 miliar dolar AS.

Destry Damayanti: Teknokrat Andal di Kursi Pimpinan

Destry Damayanti, yang kini memegang kendali sementara, adalah figur kunci di jajaran Direksi BI. Sebelum menjadi Deputi Gubernur Senior pada 2024, ia pernah menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan, termasuk sebagai ekonom di berbagai lembaga internasional. Kehadirannya sebagai Plt Gubernur memberikan sinyal kontinuitas kebijakan, mengingat perannya yang erat dalam perumusan kebijakan moneter dan sistem pembayaran bersama Perry Warjiyo.

Di kalangan analis, Destry dikenal sebagai pengambil keputusan yang berbasis data dan memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pasar keuangan. Ia diyakini akan menjaga stabilitas hingga Presiden menunjuk Gubernur BI definitif melalui mekanisme uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat.

Respons Pasar dan Implikasi Ekonomi

Pengumuman pengunduran diri ini awalnya memicu sentimen negatif di pasar. Pada perdagangan pagi, rupiah sempat melemah tipis ke level Rp15.950 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp15.920. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bergerak variatif dengan kecenderungan melemah 0,3% sebelum akhirnya rebound setelah pernyataan resmi dari BI. Pelaku pasar tampaknya mengapresiasi penunjukan Destry yang dianggap mampu meneruskan kebijakan yang ada.

Pasar obligasi menunjukkan reaksi yang lebih terukur. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik tipis 2 basis poin menjadi 6,78%, mencerminkan kekhawatiran sementara terhadap ketidakpastian suksesi. Namun, analis memperkirakan volatilitas ini hanya bersifat jangka pendek. “Fundamental ekonomi kita kuat, dan Destry adalah figur yang kredibel. Selama tidak ada perubahan drastis dalam stance kebijakan moneter, pasar akan segera pulih,” ujar seorang ekonom yang enggan disebutkan namanya.

Babak Baru Bank Indonesia

Dengan mundurnya Perry Warjiyo, Bank Indonesia kini memasuki fase transisi yang krusial. Proses pemilihan Gubernur BI definitif akan menjadi sorotan, terutama menjelang penyusunan RAPBN 2027. Pemerintah dan DPR diharapkan dapat segera menetapkan calon yang tidak hanya mampu menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius.

Di tengah tantangan global berupa fragmentasi geopolitik dan perang dagang, bank sentral memerlukan nahkoda yang visioner. Perry Warjiyo telah meletakkan fondasi, dan kini saatnya estafet kepemimpinan dijalankan oleh generasi penerus. Seluruh mata kini tertuju pada Destry Damayanti, yang untuk sementara memegang tampuk pimpinan di Menara Thamrin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User