Oct 05, 2026
Bisnis

Perry Warjiyo Akhiri Kepemimpinan, Destry Damayanti Ambil Alih Bank Indonesia

Jakarta, 27 Juli 2026 – Perry Warjiyo secara mengejutkan menyampaikan pengunduran dirinya dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) pagi ini. Keputusan tersebut diumumkan langsung dalam rapat terb...

Perry Warjiyo Akhiri Kepemimpinan, Destry Damayanti Ambil Alih Bank Indonesia

Jakarta, 27 Juli 2026 – Perry Warjiyo secara mengejutkan menyampaikan pengunduran dirinya dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) pagi ini. Keputusan tersebut diumumkan langsung dalam rapat terbatas dengan Dewan Gubernur dan segera diresmikan melalui surat kepada Presiden. Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, tugas dan wewenang gubernur untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, yang kini resmi menyandang status Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.

Delapan Tahun Mengawal Stabilitas Moneter

Perry Warjiyo mengakhiri masa kepemimpinannya setelah menjabat sejak 24 Mei 2018. Selama dua periode, ia menghadapi guncangan eksternal yang langka: pandemi global 2020, perang dagang, hingga gejolak inflasi pangan dan energi pascapemulihan. Di bawah arahannya, BI menerapkan kebijakan moneter longgar dengan menurunkan suku bunga acuan hingga 3,50% pada 2021, yang kemudian ditarik secara bertahap menjadi 5,75% pada awal 2026 seiring normalisasi inflasi. Langkah tersebut dinilai berhasil menjaga inflasi inti tetap dalam sasaran 2–4% sepanjang 2024 dan 2025, meskipun inflasi umum sempat menyentuh 4,2% akibat lonjakan harga pangan global pada pertengahan 2025.

Di luar suku bunga, era Warjiyo ditandai dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. QRIS yang diluncurkan pada 2019 kini telah menjangkau lebih dari 35 juta merchant, sementara transaksi BI-FAST menembus 3 miliar instruksi per tahun. Cadangan devisa juga dijaga solid pada level USD 146 miliar per Juni 2026, cukup untuk membiayai 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian ini menjadi salah satu alasan lembaga pemeringkat mempertahankan outlook stabil peringkat utang Indonesia di posisi investment grade sepanjang masa jabatannya.

Profil Destry Damayanti, Nahkoda Sementara

Sosok yang kini memegang kendali, Destry Damayanti, bukanlah pendatang baru di bank sentral. Perempuan kelahiran Jakarta, 1964 ini meniti karier sebagai ekonom di berbagai institusi internasional, termasuk sempat menjadi Executive Director di Dana Moneter Internasional (IMF). Ia masuk jajaran Dewan Gubernur BI pada 2019 dan langsung mengemban portofolio sebagai Deputi Gubernur Senior, yang secara hierarki adalah orang nomor dua setelah gubernur. Selama ini, ia dikenal sebagai pengambil kebijakan yang vokal dalam isu pendalaman pasar keuangan dan stabilitas sistemik. Dalam beberapa kesempatan, Damayanti menekankan pentingnya sinergi antara otoritas moneter, perbankan, dan fiskal untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Pengangkatannya sebagai Plt Gubernur BI dipandang pasar sebagai langkah kehati-hatian yang tepat. Pasalnya, Damayanti dianggap memahami penuh rancangan besar kebijakan BI jangka panjang, termasuk integrasi sistem pembayaran lintas batas dan transisi menuju Central Bank Digital Currency (CBDC) Garuda yang masih dalam tahap uji coba. Meski begitu, status pelaksana tugas menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar ruang geraknya dalam mengambil keputusan strategis sebelum DPR mengesahkan gubernur definitif.

Sentimen Pasar dan Proyeksi ke Depan

Pasar keuangan bereaksi terukur terhadap kabar ini. Nilai tukar rupiah sempat melemah tipis 12 poin ke level Rp15.680 per dolar AS pada sesi pembukaan, namun kembali menguat seiring pernyataan Damayanti yang menegaskan kelanjutan bauran kebijakan lama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru naik 0,3% didorong ekspektasi bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu agenda reformasi struktural. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun bergerak stabil di kisaran 6,75%, menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik.

Pelaku pasar kini mencermati dua hal. Pertama, siapa calon gubernur definitif yang akan diusulkan Presiden ke DPR. Nama-nama seperti Menteri Keuangan saat ini, mantan Kepala OJK, hingga sejumlah deputi gubernur lain mulai disebut dalam spekulasi. Kedua, arah suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan depan. Dengan inflasi inti yang terjaga dan rupiah yang relatif stabil, banyak analis memperkirakan BI masih akan menahan suku bunga di posisi saat ini hingga akhir tahun, kecuali terjadi gejolak eksternal yang memaksa pengetatan lebih lanjut.

Secara fundamental, perekonomian Indonesia memasuki babak baru. Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 diproyeksikan mencapai 5,1% secara tahunan, didukung konsumsi rumah tangga dan investasi. Namun, risiko pembalikan modal asing (capital outflow) tetap membayangi seiring tren kenaikan suku bunga di negara maju. Dalam konteks inilah sosok gubernur BI permanen akan sangat menentukan arah kebijakan moneter untuk satu hingga dua tahun ke depan. Pasar berharap transisi berjalan lancar dan segera menghasilkan kepastian kepemimpinan yang kuat.

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi penanda berakhirnya satu era yang sarat akan ujian ketangguhan. Kini, bola berada di tangan Destry Damayanti untuk menjaga stabilitas sembari mempersiapkan estafet kepemimpinan selanjutnya. Semua mata akan tertuju pada langkah-langkah pertamanya sebagai penjaga gawang bank sentral di tengah ketidakpastian global yang masih melaju.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User