Pemuda Tewas Ditikam Sahabat Sendiri Gara-Gara Uang Kembalian Miras

Pesta minuman keras yang seharusnya menjadi ajang melepas penat berubah menjadi arena pertumpahan darah di sebuah rumah kontrakan di kawasan Periuk, Kota T

Pemuda Tewas Ditikam Sahabat Sendiri Gara-Gara Uang Kembalian Miras

Pesta minuman keras yang seharusnya menjadi ajang melepas penat berubah menjadi arena pertumpahan darah di sebuah rumah kontrakan di kawasan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu dini hari (8/3). Seorang pemuda berinisial RAG (24) tewas bersimbah darah setelah ditikam oleh sahabatnya sendiri, FAP (25), hanya karena berselisih soal uang kembalian saat membeli minuman keras. Peristiwa tragis ini menggegerkan warga sekitar dan langsung ditangani oleh jajaran Polsek Periuk.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, korban dan pelaku sudah bersahabat sejak bangku sekolah. Malam itu mereka berkumpul bersama empat orang teman lainnya untuk menggelar pesta miras jenis ciu oplosan. Pesta berlangsung hingga larut malam, namun situasi mulai memanas ketika uang patungan untuk membeli miras tambahan menyisakan selisih kembalian sebesar Rp15.000.

Pesta Miras yang Berakhir Petaka

Pesta tersebut dimulai sekitar pukul 22.00 WIB di teras rumah kontrakan milik salah seorang rekan mereka. Awalnya suasana masih santai, diiringi alunan musik dari ponsel. Enam botol ciu telah habis sebelum akhirnya mereka sepakat kembali mengumpulkan uang untuk membeli dua botol tambahan. RAG ditunjuk sebagai pengumpul uang sekaligus pembeli.

Setelah kembali dengan dua botol miras, korban menyerahkan sisa uang kembalian kepada teman-temannya. Namun FAP, yang saat itu sudah dalam kondisi mabuk berat, merasa jumlah kembalian tidak sesuai. Ia menuduh RAG sengaja mencuri sebagian uang tersebut. Pertengkaran mulut tak terhindarkan.

“Saya dengar mereka berdua teriak-teriak soal duit. Si korban bilang kembaliannya segitu, tapi pelaku tetap ngotot kurang. Padahal cuma beda Rp15 ribu. Tapi karena sama-sama mabuk, emosi nggak terkontrol,” ujar IS, tetangga kontrakan yang mendengar keributan dari rumahnya.

Kronologi Detik-Detik Penusukan

Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, berikut kronologi kejadian yang berhasil dirangkum:

  1. Pukul 01.15 WIB – Korban RAG kembali dari warung dengan dua botol ciu dan menyerahkan uang kembalian sejumlah Rp35.000 kepada teman-temannya. FAP langsung meradang dan menuduh korban mengambil Rp15.000 karena patungan awal seharusnya menyisakan Rp50.000.
  2. Pukul 01.20 WIB – Pertengkaran sengit meletus. RAG membantah tuduhan dan balik menyebut FAP terlalu pelit. Keduanya saling dorong hingga gelas dan botol di meja jatuh berserakan.
  3. Pukul 01.25 WIB – Teman-teman lain berusaha melerai, namun pelaku yang sudah dipenuhi emosi tiba-tiba mengambil pisau dapur dari rak dekat wastafel dan menyabetkannya ke arah korban.
  4. Pukul 01.27 WIB – RAG roboh dengan luka tusuk di dada kiri dan perut bagian atas. Darah muncrat deras. Sontak seluruh penghuni kontrakan panik dan berhamburan keluar.
  5. Pukul 01.30 WIB – Pelaku kabur melalui pintu belakang. Warga yang mendengar teriakan segera menghubungi polisi dan ambulans.

Korban Meninggal di Tempat

Tim medis dari Puskesmas Periuk yang tiba di lokasi menyatakan korban sudah tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan dua luka tusuk fatal yang merobek pembuluh darah utama. “Korban kehabisan banyak darah dalam waktu singkat. Kemungkinan besar mengenai arteri,” terang petugas medis yang enggan disebut namanya.

Jenazah RAG kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses visum et repertum. Pihak keluarga yang dihubungi langsung histeris begitu mendengar kabar putra sulungnya tewas di tangan teman masa kecilnya sendiri.

“Kami tidak menyangka. Mereka berteman sejak SMP, sering main bareng. Kami anggap FAP seperti keponakan sendiri. Kejadian ini benar-benar di luar nalar,” kata SU, paman korban, sambil terisak di depan ruang forensik.

Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam

Tak butuh waktu lama bagi Polsek Periuk untuk memburu pelaku. FAP ditangkap di rumah kerabatnya di Kecamatan Cibodas pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Saat penangkapan, pelaku masih dalam pengaruh alkohol dan sempat melakukan perlawanan namun berhasil dilumpuhkan.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

  • Sebilah pisau dapur bergagang kayu sepanjang 20 cm yang masih berlumuran darah
  • Dua botol ciu sisa pesta
  • Gelas dan serpihan kaca dari TKP
  • Pakaian korban yang robek dan penuh bercak darah
  • Uang tunai Rp35.000 yang menjadi pangkal masalah

Motif Sepele, Pelaku Terancam Hukuman Berat

Kapolsek Periuk AKP Darmawan dalam konferensi pers menyayangkan peristiwa yang merenggut nyawa hanya karena uang receh. “Motifnya sepele, selisih uang kembalian Rp15 ribu. Tapi karena dipicu alkohol dan emosi sesaat, nyawa melayang. Ini pelajaran berharga bagi masyarakat agar menjauhi miras dan tak mudah terpancing emosi,” tegasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara, bahkan bisa seumur hidup jika terbukti ada unsur perencanaan.

Pihak keluarga korban hingga kini masih berharap proses hukum berjalan adil. Mereka menolak adanya upaya damai yang ditawarkan keluarga pelaku. “Kami ingin pelaku dihukum setimpal. Adik saya tidak bisa kembali,” ujar kakak kandung korban.

Kasus ini menambah panjang daftar kejadian tragis akibat penyalahgunaan minuman keras. Kepolisian setempat mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas pesta miras yang berpotensi memicu tindak kriminal. Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban yang tak menyangka kehilangan anggota keluarga mereka dalam cara yang begitu mengenaskan.

[SOCIAL_TWEET]: Hanya gara-gara uang kembalian Rp15 ribu, seorang pemuda tewas ditikam sahabatnya sendiri saat pesta miras. Miras dan emosi, kombinasi mematikan. #Kriminal #PestaMiras #Pembunuhan[SOCIAL_TG]: 🥃💔 Gara-gara rebutan uang kembalian Rp15.000, seorang pemuda tewas ditikam sahabatnya sendiri di Tangerang. Polisi tangkap pelaku dalam 12 jam. Miras benar-benar perusak pertemanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User