Pameran Kulit dan Garmen 2026 Buka Peluang Bisnis Global di JIExpo

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian per Agustus 2026, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki nasional tumbuh sebesar 5,2% year-on-year, sementara industri tekstil dan pakaian jadi men...

Aug 07, 2026 - 14:05
0 0
Pameran Kulit dan Garmen 2026 Buka Peluang Bisnis Global di JIExpo

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian per Agustus 2026, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki nasional tumbuh sebesar 5,2% year-on-year, sementara industri tekstil dan pakaian jadi mencatat pertumbuhan 4,8%. Angka ini menjadi latar belakang digelarnya Indonesia Leather and Footwear (ILF) dan Indonesia Garment and Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang resmi dibuka hari ini. Pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions Group ini mempertemukan 210 peserta dari 14 negara, menghadirkan inovasi produk kulit, garmen, tekstil, serta mesin dan teknologi pendukung.

Skala dan Partisipasi Internasional Menunjukkan Daya Tarik Pasar

Pameran ini menempati area seluas 12.000 meter persegi, meningkat 15% dibandingkan edisi tahun lalu. Dari 210 peserta, sekitar 40% merupakan perusahaan asing, berasal dari Tiongkok, India, Turki, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, dan beberapa negara Eropa. Kehadiran peserta internasional ini mencerminkan sentimen pasar yang positif terhadap Indonesia sebagai hub manufaktur regional. "Minat peserta asing meningkat signifikan, terutama dari segmen mesin dan bahan baku kulit sintetis," ujar Direktur Krista Exhibitions Group dalam sambutannya. Di sisi lain, peserta domestik juga memanfaatkan ajang ini untuk memperluas jaringan ekspor, mengingat nilai ekspor produk kulit Indonesia mencapai USD 1,2 miliar pada semester pertama 2026, naik 7,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pro dan Kontra: Peluang Ekspansi versus Tekanan Biaya Produksi

Pro: Pameran ini menjadi katalis bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengakses pasar global. Data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menunjukkan bahwa 68% UKM peserta pameran tahun lalu berhasil mendapatkan kontrak ekspor baru dalam enam bulan setelah acara. Selain itu, kehadiran teknologi otomasi dari peserta asing dapat meningkatkan efisiensi produksi hingga 20%, menurut proyeksi Kementerian Perindustrian. Kontra: Di sisi lain, tekanan biaya bahan baku impor masih menjadi tantangan utama. Harga kulit jadi impor mengalami kenaikan 8,5% year-on-year akibat fluktuasi nilai tukar rupiah yang berada di level Rp16.200 per dolar AS. "Tanpa insentif fiskal yang memadai, daya saing produk lokal bisa tergerus," kata seorang analis industri dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Namun, pameran ini juga menghadirkan sesi business matching yang mempertemukan pembeli global dengan pemasok lokal, diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan subsektor ini.

Inovasi dan Tren Berkelanjutan Dominasi Sorotan

Tren utama yang mendominasi pameran tahun ini adalah penggunaan bahan ramah lingkungan, seperti kulit vegan berbasis jamur dan tekstil daur ulang. Setidaknya 35% peserta menampilkan produk dengan sertifikasi keberlanjutan, meningkat dari 22% pada edisi 2025. Hal ini sejalan dengan kebijakan Uni Eropa yang mulai menerapkan regulasi deforestasi untuk produk kulit, sehingga eksportir Indonesia perlu beradaptasi. "Fundamental industri kita kuat, tetapi adopsi teknologi hijau masih belum merata," ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan Kulit Indonesia (APKKI). Pameran ini juga menyediakan seminar harian yang membahas strategi menghadapi hambatan tarif dan non-tarif di pasar utama, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Dengan proyeksi nilai transaksi selama empat hari pameran mencapai Rp1,5 triliun, ajang ini diharapkan menjadi barometer pertumbuhan industri kulit dan garmen nasional hingga akhir tahun. Namun, para pelaku usaha tetap diingatkan untuk mencermati risiko perlambatan ekonomi global yang dapat menekan permintaan ekspor pada kuartal keempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User