Sep 01, 2026
Bisnis

OJK Respons Positif Penunjukan Destry Damayanti Sebagai Gubernur BI

Pengangkatan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2025-2030 mendapatkan respons konstruktif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi m...

OJK Respons Positif Penunjukan Destry Damayanti Sebagai Gubernur BI

Pengangkatan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2025-2030 mendapatkan respons konstruktif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyambut baik proses seleksi yang dianggap berjalan transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers daring yang diikuti oleh sejumlah awak media pada akhir pekan lalu.

Proses Seleksi yang Dinilai Transparan

Friderica menegaskan bahwa proses pemilihan Gubernur BI melalui jalur yang sah dan sesuai ketentuan Undang-Undang tentang Bank Indonesia serta peraturan terkait lainnya. Mekanisme seleksi ini melibatkan Pansel yang terdiri dari berbagai unsur termasuk perwakilan dari pemerintah, DPR, serta akademisi. "Kami apresiasi proses yang sudah berjalan dengan baik dan menghasilkan figur yang kompeten," kata Friderica dalam keterangannya.

Destry Damayanti sendiri bukanlah figur baru dalam ekosistem keuangan nasional. Beliau telah lama berkontribusi di sektor keuangan, termasuk pengalaman di Bank Indonesia serta berbagai posisi strategis lainnya. Latar belakang ini dianggap menjadi modal penting dalam memimpin lembaga yang memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas moneter nasional.

Sinergi OJK dan BI dalam Menjaga Stabilitas Keuangan

Penunjukan Gubernur BI baru ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar lembaga keuangan. Di satu sisi, kedekatan antara OJK dan BI selama ini telah terjalin melalui berbagai forum koordinasi seperti Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Keberadaan Destry yang memahami dinamika pasar keuangan diharapkan dapat memperlancar komunikasi antar kedua lembaga.

Di sisi lain, terdapat tantangan tersendiri dalam membangun sinergi yang lebih erat. Perbedaan perspektif dalam aspek kebijakan moneter dan pengaturan sektor jasa keuangan kadang menjadi titik diskusi yang memerlukan negosiasi intensif. Misalnya, kebijakan suku bunga BI yang berdampak langsung pada cost of fund lembaga keuangan harus sejalan dengan regulasi OJK terkait intermediasi dan permodalan.

Berdasarkan data terakhir, indeks stabilitas sistem keuangan (ISSK) yang dirilis OJK menunjukkan angka yang relatif terjaga di level 108,3 poin pada kuartal IV-2024. Angka ini mengindikasikan bahwa likuiditas sistem keuangan nasional dalam kondisi terkendali. Namun, tantangan eksternal seperti ketidakpastian kebijakan bank sentral negara maju dan potensi capital outflow tetap harus diwaspadai.

Harapan terhadap Kebijakan Moneter ke Depan

Friderica turut menyampaikan harapan agar kebijakan moneter ke depan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga inflasi tetap rendah dan mendukung ekspansi kredit perbankan. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (FDR) perbankan nasional tercatat di kisaran 85-90% dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa intermediasi keuangan masih berjalan dengan baik.

"Kami berharap koordinasi moneter dan fiskal ke depan bisa semakin solid, terutama dalam menghadapi potensi tekanan dari kondisi global," tutur Friderica. Pernyataan ini merujuk pada dinamika pasar keuangan internasional yang masih dipenuhi ketidakpastian, termasuk potensi pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS yang dapat memicu aliran modal keluar dari negara berkembang.

Dalam konteks domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat mencapai 5,05% year-on-year pada kuartal IV-2024 menjadi fondasi penting. Destry Damayanti akan menghadapi tugas tidak ringan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut di tengah tekanan inflasi yang fluktuatif. Inflasi inti yang bertahan di atas 2,5% year-on-year menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian serius.

Secara keseluruhan, respons positif dari OJK terhadap pengangkatan Destry Damayanti mencerminkan optimisme pelaku regulasi terhadap keberlanjutan stabilitas sistem keuangan nasional. Ke depan, sinergi antara OJK dan BI akan menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai tantangan makroekonomi, baik dari sisi domestik maupun eksternal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User