NASHVILLE, TENNESSEE — Dunia musik tengah berduka. Dolly Parton, sang ratu musik country yang menyulap kisah kemiskinan di lereng Pegunungan Smoky menjadi lagu-lagu abadi, meninggal dunia pada Selasa (25/8) dalam usia 80 tahun. Kabar duka itu disampaikan keluarga melalui pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa penyanyi sekaligus filantropis legendaris itu menghembuskan napas terakhirnya dengan tenang di kediamannya dekat Nashville, dikelilingi orang-orang yang paling ia cintai.
Berita itu membanjiri media dunia dalam hitungan menit. Di gerbang Dollywood, taman hiburan miliknya di Pigeon Forge, bunga-bunga mulai bertumpuk. Penggemar dari berbagai penjuru Amerika Serikat berdatangan membawa gitar, menyanyikan "Jolene" bersama-sama dengan mata berkaca-kaca. Amerika tidak sekadar kehilangan penyanyi, melainkan salah satu pendongeng terbaik yang pernah dimilikinya.
Kotak Sepatu Berisi Mimpi Pertama
Kisah Dolly Parton selalu bermula dari hal-hal kecil. Ketika berusia sekitar enam tahun, gadis yang lahir pada 19 Januari 1946 itu menulis lagu pertamanya, "Little Tiny Tasseltop" — balada sederhana untuk boneka jagung buatannya yang berambut rambut jagung lembut. Ibunya menyimpan naskah itu dengan penuh hormat di dalam sebuah kotak sepatu, sebagaimana dikutip Reuters. Kotak sepatu itu kelak menjadi simbol bahwa mimpi terbesar sering kali lahir dari tempat yang paling sederhana.
Ia adalah anak keempat dari dua belas bersaudara yang tumbuh di kabin kayu satu ruangan di Sevier County, Tennessee. Kemiskinan justru menajamkan pena tulisnya. "Coat of Many Colors", salah satu lagu paling menyentuhnya, lahir dari jubah potongan kain sisa yang dijahit ibunya — sebuah himne tentang harga diri anak miskin yang hingga kini masih diajarkan di ruang-ruang kelas.
Dari Smoky Mountains ke Panggung Dunia
Sehari setelah lulus sekolah menengah pada 1964, Partong pindah ke Nashville dengan satu koper dan tekad bulat. Namanya meroket lewat The Porter Wagoner Show sebelum akhirnya bersinar sebagai solois. Karier yang membentang lebih dari enam dekade menjadikannya salah satu artis paling berpengaruh sepanjang masa.
| Tahun | Momen Penting |
|---|---|
| 1946 | Lahir di Sevier County, Tennessee |
| 1973–1974 | Rilis "Jolene" dan "I Will Always Love You" |
| 1986 | Mendirikan taman tema Dollywood |
| 2022 | Masuk Rock and Roll Hall of Fame |
Sebelas penghargaan Grammy, puluhan nominasi, dan reputasi sebagai penulis lagu yang karyanya didaur ulang lintas genre menjadi bagian tak terpisahkan dari warisannya. Versi Whitney Houston atas "I Will Always Love You" pada 1992 mengubah balada country itu menjadi salah satu lagu paling ikonis dalam sejarah musik populer. Dueta "Islands in the Stream" bersama mendiang Kenny Rogers serta himne para pekerja "9 to 5" semakin melengkapi khazanahnya.
Lebih dari Sekadar Penyanyi
Jauh dari lampu sorot, kontribusi terbesarnya justru terjadi di luar studio rekaman. Melalui program Imagination Library yang dirintisnya sejak 1995, Parton menyumbangkan lebih dari 200 juta buku gratis bagi anak-anak di berbagai negara. Ia turut menyumbang satu juta dolar untuk riset vaksin COVID-19 serta menghidupkan ekonomi kampung halamannya lewat Dollywood yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
"Kami kehilangan ibu, bibi, sahabat, dan guru hidup kami. Ia mengajarkan kami bahwa cinta harus dibagikan, seperti buku yang ia bagikan kepada jutaan anak. Kami memohon doa dan privasi di saat duka ini."
Demikian bunyi pernyataan tertulis keluarga Parton, sebagaimana dilansir Reuters, yang juga mengonfirmasi rencana upacara peringatan secara privat sebelum penghormatan publik digelar di Nashville.
Dunia Mengucapkan Selamat Jalan
Dari Gedung Putih hingga panggung legendaris Grand Ole Opry, belasungkawa mengalir tanpa henti. Tokoh musik lintas generasi menyebut kepulangannya sebagai tutupnya satu bab paling gemilang dalam sejarah musik Amerika. Radio-radio country di seluruh negeri menggelar siaran maraton memutar lagu-lagunya, sementara tagar penghormatan mendominasi percakapan di media sosial selama berjam-jam.
Sang ratu telah pergi, tetapi kotak sepatu berisi lagu pertamanya tetap tersimpan — kini bukan lagi sekadar kenangan keluarga, melainkan warisan sebuah bangsa: bahwa sebuah suara kecil dari pegunungan Tennessee mampu bergema bagi seluruh dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Perpisahan dengan sang legenda. Dolly Parton, ratu musik country, meninggal dunia di usia 80 tahun. Sebuah kotak sepatu berisi lagu pertama kini menjadi warisan dunia. #DollyParton [SOCIAL_TG]: BREAKING — Dolly Parton (80), ratu musik country asal Tennessee, meninggal dunia. Baca profil lengkapnya: dari "Little Tiny Tasseltop" hingga Imagination Library dengan 200 juta buku gratis untuk anak-anak.
Comments (0)