Oct 05, 2026
Bisnis

Menakar Kelas Ekonomi di Tengah Tekanan Harga

Berdasarkan data BPS/Bank Indonesia/OJK per 31 Desember 2024, tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 9,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 9,3...

Menakar Kelas Ekonomi di Tengah Tekanan Harga

Berdasarkan data BPS/Bank Indonesia/OJK per 31 Desember 2024, tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 9,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 9,36% secara year-on-year. Meskipun angka ini menunjukkan perbaikan dari sisi jumlah penduduk miskin, tekanan terhadap daya beli masih berlanjut akibat inflasi yang mencapai 1,57% year-on-year pada Desember 2024. Kondisi ini memengaruhi kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, sehingga klasifikasi ekonomi masyarakat kerap dilihat melalui sejumlah indikator yang dapat menggambarkan fundamental (kondisi dasar ekonomi yang berpengaruh jangka panjang) dari kesejahteraan mereka.

Tempat Tinggal Sebagai Cerminan Daya Beli

Di satu sisi, tempat tinggal dapat menjadi gambaran awal terkait kemampuan finansial suatu rumah tangga. Berdasarkan data BPS per September 2024, sekitar 57,16% rumah tangga di Indonesia masih menempati rumah milik sendiri. Namun, dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya berada dalam kondisi layak huni. Sekitar 26,1% rumah tangga masih memiliki akses terbatas terhadap sanitasi layak, yang turut memengaruhi kualitas hidup mereka. Di sisi lain, kepemilikan rumah tidak selalu merefleksikan kekuatan ekonomi secara utuh. Terdapat rumah tangga dengan status kepemilikan rumah warisan atau rumah bersubsidi yang tidak serta merta mencerminkan besarnya pendapatan bulanan. Hal ini menunjukkan bahwa indikator tempat tinggal perlu dilihat secara kontekstual, bukan hanya dari status kepemilikannya.

Pekerjaan dan Ketahanan Pendapatan

Salah satu pilar utama yang menentukan kelas ekonomi adalah pekerjaan. Berdasarkan data BPS per Agustus 2024, jumlah angkatan kerja mencapai 152,11 juta orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 69,63%. Dari jumlah tersebut, sekitar 59,17% pekerja berada di sektor informal (kegiatan ekonomi yang tidak terdaftar secara resmi), seperti pedagang, pekerja harian, maupun usaha mikro. Di satu sisi, sektor informal berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga likuiditas (ketersediaan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari) di tingkat rumah tangga. Di sisi lain, pekerja informal umumnya tidak memiliki jaminan sosial yang kuat, upah yang fluktuatif, serta minimnya perlindungan terhadap risiko kehilangan pendapatan. Kondisi ini berdampak terhadap rasio (perbandingan antara dua angka untuk melihat hubungan tertentu) ketergantungan pendapatan, di mana banyak rumah tangga harus menyesuaikan pengeluaran saat terjadi gejolak harga.

Tabungan, Gaya Hidup, dan Pendidikan

Tabungan menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan rumah tangga dalam menghadapi ketidakpastian. Berdasarkan data OJK per Desember 2024, rasio tabungan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada di kisaran 37,3%, namun distribusinya tidak merata antar kelompok pendapatan. Di satu sisi, rumah tangga dengan pendapatan tetap cenderung mampu membangun portofolio (kumpulan aset yang dimiliki) sederhana untuk berjaga-jaga. Di sisi lain, bagi kelompok dengan pendapatan terbatas, alokasi untuk tabungan kerap terdesak oleh kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan akibat tren (arah pergerakan suatu data dalam jangka waktu tertentu) harga pangan dan energi. Selain itu, gaya hidup turut menjadi cerminan prioritas pengeluaran. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB dengan porsi 54,93% pada kuartal III 2024, namun pola konsumsinya berbeda antar kelas ekonomi. Terakhir, pendidikan berperan dalam membentuk valuasi (penilaian terhadap potensi ekonomi jangka panjang) sumber daya manusia. Berdasarkan data BPS per 2024, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 8,85 tahun, yang masih berada di bawah target pencapaian pendidikan menengah universal.

Analisis Dua Sisi Terhadap Klasifikasi Ekonomi

Di satu sisi, penggunaan indikator seperti tempat tinggal, pekerjaan, tabungan, gaya hidup, dan pendidikan dapat membantu melihat perbedaan kesejahteraan secara objektif. Data makro yang menunjukkan adanya capital outflow (arus keluar modal asing dari suatu negara) sebesar USD 2,4 miliar pada tahun 2024 turut memengaruhi sentimen pasar (pandangan dan ekspektasi pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi) domestik, yang pada akhirnya berdampak pada nilai tukar dan harga barang. Kondisi ini berpotensi menekan kelompok berpenghasilan rendah lebih besar dibandingkan kelompok lainnya. Di sisi lain, klasifikasi semata berdasarkan indikator tersebut memiliki keterbatasan. Indeks pembangunan manusia, jaringan sosial, bantuan pemerintah, serta perbedaan biaya hidup antar daerah tidak selalu tertangkap secara utuh. Selain itu, proyeksi (perkiraan kondisi ekonomi di masa depan berdasarkan data saat ini) pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8% hingga 5,2% untuk tahun 2025 masih dibayangi oleh ketidakpastian global yang dapat menghambat perbaikan distribusi kesejahteraan.

"Kesejahteraan tidak dapat diukur hanya dari satu dimensi, namun perlu dilihat dari kemampuan rumah tangga untuk bertahan, beradaptasi, dan membangun ketahanan jangka panjang terhadap gejolak ekonomi."

Dengan mempertimbangkan kedua perspektif tersebut, pemahaman terhadap kelas ekonomi perlu dilakukan secara berimbang. Tren penurunan tingkat kemiskinan memberikan sinyal positif, namun fundamental ketahanan rumah tangga masih perlu diperkuat mengingat tekanan harga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, analisis berbasis data menjadi penting untuk melihat realitas kesejahteraan tanpa menggeneralisasi kondisi seluruh masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah dari tahun ke tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User