Mantan Menteri RI Jual Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu

Jakarta - Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di Pasar Glodok, Jakarta Barat, pada Selasa pagi. Seorang pria paruh baya yang belakangan diketahui sebagai mantan menteri Republik Indonesia terlihat se...

Jul 28, 2026 - 04:41
0 0
Mantan Menteri RI Jual Beras di Glodok, Keluarga Tak Tahu

Jakarta - Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di Pasar Glodok, Jakarta Barat, pada Selasa pagi. Seorang pria paruh baya yang belakangan diketahui sebagai mantan menteri Republik Indonesia terlihat sedang sibuk melayani pembeli di sebuah lapak beras sederhana. Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat setelah salah satu pengunjung pasar mengenali sosoknya dan mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Kronologi Penampakan di Pasar

Berdasarkan kesaksian sejumlah pedagang, mantan pejabat tinggi itu sudah beberapa pekan terakhir rutin berjualan di lokasi tersebut. Namun, baru kali ini identitasnya terbongkar. "Awalnya saya kira hanya orang biasa yang mirip, tapi setelah diperhatikan betul, ternyata benar beliau," ujar seorang pembeli yang enggan disebutkan namanya. Dalam foto yang viral, tampak mantan menteri tersebut mengenakan kaus oblong dan celana panjang sederhana, jauh dari kesan birokrat atau politisi.

Lapak yang dikelolanya hanya berupa meja kayu dengan karung-karung beras berbagai jenis. Harga yang ditawarkan pun cukup bersaing, mulai dari Rp12.000 hingga Rp16.000 per kilogram, tergantung kualitas. Tidak ada papan nama mentereng, hanya tulisan tangan yang menyebutkan varian dan harga.

Karier Politik yang Sempat Gemilang

Sosok tersebut diketahui pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan sebelumnya. Kariernya di dunia politik terbilang panjang. Ia sempat menduduki sejumlah posisi strategis sebelum akhirnya menjadi pembantu presiden. Namun, setelah tidak lagi menjabat, ia memilih mundur dari hingar-bingar politik dan jarang tampil di muka publik. Beberapa koleganya mengaku sempat kehilangan kontak karena ia dikabarkan fokus pada kegiatan sosial dan bisnis pribadi.

Selama aktif di pemerintahan, ia dikenal sebagai figur yang vokal dalam isu ketahanan pangan. Ironisnya, kini ia justru terjun langsung sebagai pedagang beras, komoditas yang dulu menjadi salah satu fokus kebijakannya. Sejumlah pihak menduga hal ini adalah bentuk nyata dari idealismenya yang ingin merasakan langsung denyut nadi ekonomi rakyat.

Keluarga Tak Percaya, Istri Syok

Berita ini mengejutkan keluarga besarnya. Sang istri, saat dihubungi, mengaku sama sekali tidak mengetahui aktivitas suaminya itu. "Setahu saya beliau tiap pagi keluar untuk olahraga dan mengurus yayasan. Tidak pernah cerita jualan beras di pasar," katanya dengan nada tercekat. Anak-anaknya pun mengira sang ayah sedang mengerjakan proyek konsultasi pertanian di luar kota. Mereka baru tahu setelah foto-foto viral tersebut beredar di grup keluarga.

Pihak keluarga menduga mantan menteri itu sengaja merahasiakan kegiatannya karena tidak ingin mengundang perhatian. "Beliau memang orangnya sederhana, tapi ini di luar dugaan kami semua," ujar salah satu kerabat yang enggan dikutip namanya.

Alasan di Balik Lapak Beras

Saat dikonfirmasi, mantan menteri tersebut akhirnya buka suara. Ia menjelaskan bahwa berjualan beras adalah bagian dari cara untuk tetap produktif di masa pensiun. "Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada pekerjaan yang hina. Justru di pasar saya belajar banyak tentang kebutuhan riil masyarakat," tuturnya singkat.

Ia juga menegaskan bahwa usaha ini murni bisnis pribadi, bukan bagian dari program pemerintah atau partai politik. Beras yang dijualnya adalah hasil kerja sama dengan petani lokal di Jawa Barat yang ia bina sendiri. Menurutnya, keuntungan yang didapat tidak seberapa, namun ia merasa puas bisa langsung berinteraksi dengan konsumen dan mendengar keluhan mereka soal harga pangan.

Pengamat ekonomi menyebut langkah ini sebagai fenomena yang jarang terjadi. "Ini unik karena biasanya mantan pejabat lebih memilih menjadi komisaris atau penasihat perusahaan. Turun ke pasar sebagai pedagang kecil menunjukkan keberanian dan integritas," ujar seorang pengamat kebijakan publik dari sebuah universitas swasta.

Respons Publik dan Pelajaran

Reaksi publik terbelah. Di media sosial, banyak yang memuji sikap rendah hati sang mantan menteri. "Salut, ini contoh pejabat yang tidak gengsi. Semoga jadi inspirasi," tulis seorang pengguna Twitter. Namun, tidak sedikit pula yang skeptis dan menilai langkah ini sebagai pencitraan jelang tahun politik. Sementara itu, para pedagang di Pasar Glodok mengaku senang bisa berdampingan dengan tokoh nasional. "Beliau ramah, tidak sombong. Kami perlakukan seperti pedagang biasa," kata ketua paguyuban pasar setempat.

Terlepas dari pro dan kontra, peristiwa ini mengajarkan bahwa jabatan tinggi tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk tetap membumi dan berkontribusi dengan cara sederhana. Mantan menteri itu kini menjadi perbincangan bukan karena skandal atau kekayaan, melainkan karena pilihan hidup yang tak lazim bagi seorang elite politik.

Sampai berita ini diturunkan, lapak beras milik mantan menteri itu masih beroperasi normal. Ia berencana akan terus berjualan sambil sesekali mengisi seminar tentang kemandirian pangan. "Selagi masih kuat, kenapa tidak?" pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User