Oct 13, 2026
Bisnis

Mandalika Ride Out dan Dorongan Ekonomi dari Event MotoGP

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika kembali menjadi magnet bagi geliat ekonomi daerah. Salah satu rangkaian ...

Mandalika Ride Out dan Dorongan Ekonomi dari Event MotoGP

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif per Oktober 2026, penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika kembali menjadi magnet bagi geliat ekonomi daerah. Salah satu rangkaian acara yang mencuri perhatian adalah Mandalika Ride Out, sebuah kegiatan touring motor yang diikuti ratusan peserta dari berbagai penjuru Nusantara. Perjalanan sejauh kurang lebih 1.400 kilometer ini tidak sekadar menjadi ajang hobi, melainkan juga sarana memperkenalkan rantai bisnis energi kepada masyarakat luas.

Dalam konteks ekonomi makro, event berskala internasional seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia memiliki multiplier effect yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor transportasi dan akomodasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan year-on-year sebesar 12,4 persen pada kuartal III 2026. Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5,1 persen. Tren ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar terhadap gelaran olahraga otomotif masih sangat kuat.

Dua Sisi Dampak Ekonomi Event Otomotif

Di satu sisi, kehadiran Mandalika Ride Out memberikan dorongan langsung terhadap likuiditas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur touring. Mulai dari penginapan, rumah makan, hingga penjualan suvenir mengalami kenaikan omzet yang cukup tajam. Menurut catatan Dinas Pariwisata NTB, okupansi hotel di kawasan Kuta Mandalika mencapai 92 persen pada periode acara, dengan rata-rata belanja peserta per hari berkisar Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta. Nilai ini menjadi indikator penting bahwa portofolio ekonomi daerah mampu menyerap lonjakan permintaan musiman.

Di sisi lain, para ekonom mengingatkan bahwa fundamental ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada event sesaat. Ketua Asosiasi Ekonomi Pariwisata Indonesia, dalam sebuah diskusi panel, menyatakan, "Event besar memang menciptakan lonjakan konsumsi, tetapi keberlanjutan investasi infrastruktur dan pengembangan SDM lokal tetap menjadi kunci." Kutipan ini menegaskan bahwa tanpa perencanaan jangka panjang, capital outflow justru berpotensi terjadi karena keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pemain besar di luar daerah.

Pro: Kegiatan seperti Mandalika Ride Out membuktikan bahwa sinergi antara badan usaha milik negara dan komunitas otomotif mampu menciptakan nilai tambah. Peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai proses bisnis energi, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini berpotensi meningkatkan literasi ekonomi masyarakat terhadap industri strategis nasional. Kontra: Namun, biaya operasional yang dikeluarkan untuk menggelar touring berskala besar perlu dihitung secara cermat. Rasio antara biaya promosi dan dampak ekonomi langsung harus transparan agar tidak menimbulkan beban fiskal yang tidak perlu.

Proyeksi dan Valuasi Sektor Pendukung

Mengacu pada proyeksi Bank Indonesia per September 2026, perputaran uang selama rangkaian MotoGP Mandalika diperkirakan menembus angka Rp4,5 triliun. Angka ini mencakup belanja wisatawan, biaya akomodasi, konsumsi bahan bakar, serta transaksi ritel. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di NTB juga tercatat naik ke level 128,7, mencerminkan optimisme yang tinggi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Bagi pelaku pasar, valuasi sektor pariwisata dan transportasi menjadi perhatian utama, terutama menjelang musim liburan akhir tahun.

Dari perspektif likuiditas, perputaran uang yang tinggi di kawasan Mandalika berpotensi memperkuat cadangan devisa daerah melalui kunjungan wisatawan mancanegara. Meski demikian, tantangan utama tetap pada pemerataan manfaat. Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat tata kelola keuangan dan memastikan arus investasi mengalir ke sektor produktif, bukan sekadar konsumtif. Dengan demikian, tren positif ini tidak hanya menjadi euforia sesaat, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, Mandalika Ride Out menjadi cermin bahwa event otomotif memiliki dimensi ekonomi yang luas. Selama dikelola dengan prinsip fundamental yang kuat dan tata kelola yang baik, kegiatan ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta pariwisata olahraga dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User