Makkah Berduka: Teroris Serbu Masjidil Haram Saat Salat Subuh, Ratusan Jemaah Disandera
Kota suci Makkah dilanda teror pada dini hari yang seharusnya menjadi momen sakral pergantian Tahun Baru Islam. Sekelompok pria bersenjata secara brutal menyerbu kompleks Masjidil Haram dan menyandera...
Kota suci Makkah dilanda teror pada dini hari yang seharusnya menjadi momen sakral pergantian Tahun Baru Islam. Sekelompok pria bersenjata secara brutal menyerbu kompleks Masjidil Haram dan menyandera ratusan jemaah yang tengah melaksanakan salat Subuh, mengubah suasana khusyuk menjadi kepanikan dan tumpah darah. Serangan ini langsung mengguncang umat Islam di seluruh dunia, merenggut rasa aman di salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim.
Detik-Detik Serangan
Berdasarkan keterangan saksi mata, insiden terjadi tepat saat muazin mengumandangkan azan Subuh pada 1 Muharram, bertepatan dengan pergantian tahun Islam. Sebanyak delapan pria bersenjata yang diduga menggunakan seragam pengamanan palsu tiba-tiba muncul dari arah selatan kompleks masjid. Mereka melepaskan tembakan peringatan ke udara, memicu kepanikan ribuan jemaah yang memadati seluruh area pelataran dan ruang salat. Dalam hitungan menit, akses utama masjid ditutup secara paksa; puluhan jemaah yang mencoba melarikan diri melalui pintu Al-Malik Fahd segera dihadang. Pelaku kemudian menyandera sekitar 400 jemaah—sebagian besar warga negara asing—di bagian tengah ruang utama, tepat di sekitar Kabah.
Ledakan kecil yang diduga berasal dari granat asap atau alat peledak rakitan juga terdengar di beberapa titik, menyebabkan luka bakar pada puluhan orang. Video amatir yang beredar terbatas di media sosial memperlihatkan darah berceceran di lantai marmer putih serta jeritan histeris yang berusaha ditutupi suara tembakan. Otoritas setempat kemudian memutus sinyal telekomunikasi di sekitar kota suci untuk mencegah kordinasi eksternal para pelaku.
Respons Aparat dan Upaya Pembebasan
Pasukan keamanan Arab Saudi merespons dengan cepat. Dalam waktu kurang dari 45 menit setelah laporan pertama, seluruh perimeter masjid diisolasi oleh tim khusus Penjaga Keamanan Nasional dan pasukan anti-teror. Sumber dari kepolisian Makkah menyebutkan bahwa upaya negosiasi awal dilakukan melalui pengeras suara, tetapi tidak mendapat tanggapan berarti. Pelaku justru mengultimatum agar seluruh tahanan kelompok tertentu dibebaskan dalam waktu 12 jam dan mengancam akan mengeksekusi sandera setiap tiga jam sekali.
Operasi pembebasan sandera baru dilancarkan secara bertahap setelah lebih dari lima jam kebuntuan. Tim khusus menyusup melalui terowongan bawah tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan logistik. Dua pelaku dilaporkan tewas dalam baku tembak pertama, sementara sisanya mundur ke lantai dua sambil tetap mengendalikan sandera inti. Hingga berita ini diturunkan, baku tembak sporadis masih terjadi dan aparat berupaya membersihkan area secara sektoral. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri menolak menyebut angka pasti korban di antara pasukan, namun mengonfirmasi bahwa lebih dari 170 orang luka telah dievakuasi ke tiga rumah sakit terdekat, termasuk RS King Faisal dan RS An-Noor.
Dampak dan Reaksi Global
Serangan ini langsung menimbulkan gejolak di tengah komunitas Muslim global. Masjidil Haram yang biasanya menjadi pusat aktivitas ibadah dengan rata-rata kunjungan 2,5 juta jemaah per pekan pada musim haji mini, kini tertutup total. Seluruh kegiatan umrah dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Otoritas bandara setempat memberlakukan penundaan penerbangan dan memperketat pengawasan di seluruh terminal, menyebabkan penumpukan ribuan calon jemaah yang rencananya akan beribadah pekan ini.
Secara diplomatik, Liga Arab dalam pernyataan darurat mengutuk keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai "pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kesucian agama." Amerika Serikat melalui Jubir Kementerian Luar Negeri langsung menawarkan dukungan intelijen, sementara Iran menyatakan solidaritas dan kesiapan membantu melalui saluran OKI. Pasar minyak global bergejolak pada sesi perdagangan pagi; harga minyak mentah Brent melonjak 4,2 persen menjadi $86,10 per barel akibat kekhawatiran destabilisasi kawasan Teluk. Indeks saham Arab Saudi TASI anjlok 3,8 persen di jam pertama perdagangan.
Di dalam negeri, Kementerian Urusan Islam menyerukan kepada seluruh masjid di dunia untuk menggelar salat gaib dan doa bersama bagi keselamatan para sandera. Sementara itu, layanan darurat Makkah melaporkan lonjakan jumlah pendonor darah hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Kejadian ini menjadi ujian besar bagi keamanan situs suci Islam yang terakhir kali mengalami gangguan berarti pada peristiwa 1979. Pengamat intelijen menilai modus operandi ini menunjukkan perencanaan matang yang diduga melibatkan jaringan sleeper cell dalam negeri, mengingat pelaku mampu masuk dengan menyamar dan menguasai titik-titik strategis dalam waktu singkat. Komunitas internasional menahan napas, berharap operasi diakhiri dengan kerugian minimal.
Baca juga:
Comments (0)