Sep 14, 2026
Hukum

LVIV — Penulis Ukraina Melawan Penghancuran Jutaan Buku Melalui Forum Literasi

Aroma kopi pekat dan bunyi dentang trem tua di kota Lviv tidak mampu sepenuhnya mengaburkan aroma hangus yang terbawa angin dari arah timur. Di balik dindi

LVIV — Penulis Ukraina Melawan Penghancuran Jutaan Buku Melalui Forum Literasi

Aroma kopi pekat dan bunyi dentang trem tua di kota Lviv tidak mampu sepenuhnya mengaburkan aroma hangus yang terbawa angin dari arah timur. Di balik dinding-dinding batu berarsitektur Renaisans yang masih berdiri kokoh di kota Ukraina barat ini, sekelompok sastrawan, cendekiawan, dan penerbit berkumpul dalam sebuah ruang yang dipenuhi ketegangan sekaligus keteguhan hati. Mereka tidak sedang merayakan peluncuran novel terlaris, melainkan menggelar konsolidasi perlawanan budaya di tengah gempuran militer Rusia yang kian membabi buta terhadap infrastruktur literatur negara tersebut.

Perang di Ukraina kini telah memasuki fase yang kian destruktif, di mana target serangan tidak lagi terbatas pada instalasi militer atau pembangkit listrik, tetapi menyasar jantung identitas nasional: buku dan percetakan. Penyelidikan di lapangan dan laporan dari berbagai lembaga kebudayaan menunjukkan adanya pola penyerangan yang terstruktur terhadap fasilitas penerbitan utama di berbagai kota, terutama di Kharkiv yang selama ini dikenal sebagai ibu kota percetakan Ukraina.

Siluet Kehancuran: Saat Buku Menjadi Target Perang

Estimasi terbaru dari para ahli dan pengamat industri literatur menyebutkan angka yang mengerikan: antara 10 hingga 15 juta buku telah musnah terbakar akibat rudal dan bom artileri Rusia. Angka ini mencakup koleksi perpustakaan daerah, stok di gudang penerbitan besar, hingga buku-buku sekolah yang baru saja dicetak untuk tahun ajaran baru.

Hancurnya fasilitas percetakan raksasa seperti Factor-Druk di Kharkiv beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bagaimana garis depan pertempuran telah bergeser ke ranah kebudayaan. Ribuan ton kertas berubah menjadi abu dalam hitungan detik, memusnahkan hasil karya ratusan penulis lokal yang tengah berjuang merekam jejak sejarah bangsa mereka.

Sektor Terdampak Estimasi Kerusakan Dampak Pada Kebudayaan
Koleksi Buku Fisik 10 - 15 Juta Eksemplar Kehilangan literatur sejarah, sastra klasik, dan buku anak.
Infrastruktur Percetakan Lebih dari 40% Kapasitas Nasional Kelangkaan mesin cetak modern dan krisis pasokan kertas.
Perpustakaan Daerah Ratusan Fasilitas Rusak/Hancur Terputusnya akses masyarakat lokal terhadap sumber informasi.

Perlawanan Kata di Kota Perlindungan

Di forum literasi Lviv, atmosfer dipenuhi emosi yang mendalam. Para intelektual yang hadir menegaskan bahwa pemusnahan buku ini bukanlah dampak sampingan dari peperangan (collateral damage), melainkan sebuah strategi pembantaian kebudayaan yang terencana. Kendati demikian, semangat untuk terus menulis dan menerbitkan buku justru membumbung tinggi di tengah kepulan asap peperangan.

"Mereka bisa membakar puluhan juta lembar kertas kami, memutus aliran listrik di percetakan kami, tetapi mereka tidak akan pernah bisa menghapus ingatan kolektif dan identitas yang telah tertanam dalam setiap bait puisi dan novel kami," tegas seorang novelis senior Ukraina di depan ratusan peserta forum.

Forum ini menjadi wadah vital untuk merumuskan strategi darurat. Beberapa penerbit memilih memindahkan operasi mereka ke fasilitas bawah tanah, sementara yang lain mulai mengalihkan fokus ke format digital dan menjalin kerja sama internasional untuk mencetak karya-karya Ukraina di luar negeri. Solidaritas antarpenulis global pun mulai mengalir, menyuarakan agar pemusnahan literatur ini dikategorikan sebagai kejahatan perang kebudayaan.

Strategi Penghapusan Identitas dan Genosida Budaya

Analisis dari para sejarawan yang hadir dalam forum tersebut mengungkapkan bahwa taktik menghancurkan buku merupakan upaya untuk melenyapkan narasi sejarah independen Ukraina. Tanpa buku, generasi mendatang dikhawatirkan kehilangan akar kebudayaan dan ingatan historis tentang tanah air mereka sendiri.

Namun, di tengah krisis modal dan ancaman serangan udara yang bisa datang kapan saja, industri penerbitan Ukraina menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Para pekerja cetak bertaruh nyawa menjalankan mesin di tengah kegelapan menggunakan generator cadangan, memastikan bahwa setiap kata yang ditulis oleh para pengarang tetap sampai ke tangan pembaca di garis depan maupun di pengungsian.

Forum literasi di Lviv akhirnya ditutup bukan dengan duka, melainkan dengan ikrar bersama: bahwa setiap buku yang dibakar akan digantikan oleh ribuan karya baru. Dalam pertempuran ini, tinta para penulis Ukraina terbukti sama tajamnya dengan amunisi di medan laga, menjaga nyala api kebudayaan agar tidak padam ditelan kegelapan perang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User