Sep 10, 2026
Hukum

LONDON — Pochettino Tuntut Gelar Chelsea 2016/2017 Diserahkan ke Tottenham

Bayang-bayang kelam era kepemilikan oligarki asal Rusia, Roman Abramovich, kembali menghantui Stamford Bridge. Di tengah investigasi mendalam yang terus be

LONDON — Pochettino Tuntut Gelar Chelsea 2016/2017 Diserahkan ke Tottenham

Bayang-bayang kelam era kepemilikan oligarki asal Rusia, Roman Abramovich, kembali menghantui Stamford Bridge. Di tengah investigasi mendalam yang terus bergulir terkait skandal pelanggaran aturan keuangan, Mauricio Pochettino melontarkan pernyataan tajam yang mengguncang panggung sepak bola Inggris. Mantan manajer Tottenham Hotspur yang kini menukangi Tim Nasional Amerika Serikat tersebut menuntut agar otoritas sepak bola mencopot gelar juara Premier League musim 2016/17 dari genggaman Chelsea dan menyerahkannya secara retroaktif kepada Tottenham.

Pernyataan eksplosif tersebut disampaikan Pochettino dalam wawancara eksklusif bersama media Inggris, The Guardian. Menurut pelatih asal Argentina itu, persaingan sengit pada musim 2016/17 tidak berlangsung di atas lapangan yang setara. Pada musim tersebut, Tottenham Hotspur mengakhiri kompetisi sebagai runner-up di belakang Chelsea setelah bertarung sengit hingga pekan-pekan akhir kompetisi.

Jejak Pelanggaran Finansial Era Roman Abramovich

Investigasi independen yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan pihak Premier League membongkar berbagai dugaan manipulasi finansial yang terjadi sepanjang kurun waktu 2009 hingga 2022. Chelsea ditengarai secara sistematis menyembunyikan struktur pembayaran transfer pemain serta memanfaatkan jasa agen tak berlisensi demi menghindari jeratan regulasi Financial Fair Play (FFP).

Skandal ini berujung pada penjatuhan sanksi administratif dan finansial yang cukup signifikan terhadap klub asal London Barat tersebut. Berikut adalah rincian sanksi yang telah dijatuhkan oleh otoritas regulator:

Otoritas Regulator Bentuk Sanksi Finansial Sanksi Tambahan
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) Denda 10 juta poundsterling Sanksi larangan transfer dua periode (bersyarat)
Premier League Denda 10,75 juta poundsterling Investigasi susulan yang masih berjalan

Fakta bahwa pembayaran rahasia dan transaksi gelap tersebut membantu Chelsea membangun skuat bertabur bintang pada musim 2016/17 menjadi poin utama kemarahan Pochettino. Bagi sang juru taktik, tindakan tersebut jelas merusak integritas kompetisi olahraga.

Tuntutan Keadilan Retroaktif dan Pertarungan Moral

Dalam pandangan Pochettino, hukuman berupa denda uang sama sekali tidak sepadan dengan dampak kerugian kerugian sportif yang dialami oleh klub-klub pesaing yang bertanding secara bersih.

"Jika terbukti ada pelanggaran berat yang memberikan keuntungan tidak sah dalam meraih gelar juara, maka tindakan tegas harus diambil. Chelsea harus dicopot dari gelar Premier League 2016/17, dan trofi tersebut secara adil seharusnya diberikan kepada Tottenham Hotspur yang berjuang dengan aturan yang benar," tegas Pochettino.

Pochettino menekankan bahwa keadilan dalam olahraga harus ditegakkan tanpa memandang seberapa lama peristiwa tersebut telah berlalu. Bagi skuad Tottenham kala itu, kegagalan merengkuh trofi liga berimbas besar pada dinamika klub dan karier para pemainnya. Keberhasilan di atas lapangan hijau tidak boleh dibeli dengan transaksi gelap di balik layar, ujar Pochettino menyinggung kepemimpinan lama Chelsea.

Implikasi Sistemik bagi Industri Sepak Bola Inggris

Kasus Chelsea ini menjadi ujian krusial bagi kepemimpinan Premier League dalam menegakkan transparansi dan akuntabilitas. Desakan dari Pochettino memperkuat arus tekanan publik agar badan pengawas tidak ragu menjatuhkan sanksi pengurangan poin atau pencabutan gelar secara retroaktif, sebagaimana preseden yang berpotensi diterapkan pada kasus-kasus pelanggaran finansial berat lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen baru Chelsea di bawah konsorsium Clearlake Capital belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan spesifik Pochettino. Namun, perdebatan mengenai kepemilikan gelar 2016/17 dipastikan bakal terus memanas seiring memuncaknya investigasi akhir dari komisi independen Premier League.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User