Aug 24, 2026
Bisnis

Lima Saham Rekomendasi: PACK, SGER, SUNI, MDIA, DEWA

Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung sideways dengan volatilitas terbatas, sejumlah saham menarik perhatian pasar pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Ef...

Lima Saham Rekomendasi: PACK, SGER, SUNI, MDIA, DEWA

Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung sideways dengan volatilitas terbatas, sejumlah saham menarik perhatian pasar pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 15 Oktober 2024, IHSG ditutup di level 7.135, menguat tipis 0,4% dibanding penutupan sebelumnya, ditopang oleh aksi beli selektif investor domestik di tengah capital outflow asing yang tercatat sebesar Rp 234 miliar. Rupiah stabil di posisi Rp 15.600 per dolar AS, memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk mencermati saham-saham dengan fundamental solid dan katalis jangka pendek yang kuat. Beberapa rekomendasi saham yang muncul dari berbagai analis mencakup PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), PT Sumber Energi Andalan Tbk (SGER), PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI), PT Media Interaksi Utama Tbk (MDIA), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

PACK: Ekspansi Ekspor dan Efisiensi Produksi

Saham PACK menjadi sorotan setelah perusahaan mengumumkan peningkatan volume ekspor sebesar 18% pada kuartal ketiga 2024, terutama ke pasar Asia Tenggara dan Australia. Kinerja keuangan terbaru menunjukkan laba bersih naik 12% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp 147 miliar, ditopang oleh strategi efisiensi biaya produksi yang menekan beban pokok penjualan. Di satu sisi, valuasi saham masih terbilang atraktif dengan price-to-earnings ratio (PER) di kisaran 8,5 kali, di bawah rata-rata sektor manufaktur sebesar 11 kali. Di sisi lain, fluktuasi harga resin plastik sebagai bahan baku utama tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi lonjakan harga minyak mentah global. Sejumlah analis memperkirakan target harga saham PACK di level 2.150, dengan rekomendasi akumulasi pada pelemahan.

SGER: Momentum Proyek Energi Terbarukan

SGER mendapatkan momentum positif setelah memenangkan tender proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala utilitas senilai Rp 1,2 triliun di kawasan Indonesia Timur. Pendapatan usaha perusahaan diproyeksikan tumbuh 25% pada tahun fiskal 2025 seiring dengan penyelesaian beberapa proyek energi baru terbarukan. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) SGER yang terjaga di level 0,55 kali menjadi indikator fundamental yang kuat, sehingga memberikan keleluasaan pendanaan ekspansi tanpa tekanan likuiditas. Namun, investor juga harus mencermati potensi keterlambatan perizinan proyek yang dapat menggeser realisasi pendapatan. Sentimen positif jangka panjang tetap mendominasi sejalan dengan kebijakan transisi energi nasional, sehingga saham SGER dipertimbangkan sebagai pilihan portofolio yang defensif namun bertumbuh.

SUNI: Digitalisasi dan Kontrak Strategis

PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) bergerak di bidang teknologi informasi dan berhasil memperoleh kontrak digitalisasi layanan administrasi kependudukan senilai Rp 340 miliar dari pemerintah daerah. Kontrak tersebut menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam menyediakan solusi teknologi untuk sektor publik, sekaligus memperluas basis pendapatan berulang. Laporan keuangan semester pertama 2024 menunjukkan pendapatan SUNI melesat 32% YoY, sementara margin laba bersih membaik menjadi 14% berkat efisiensi operasional. Dari sisi risiko, ketergantungan pada proyek-proyek pemerintah membuat kinerja saham sensitif terhadap perubahan anggaran belanja negara. Meski demikian, dengan price-to-book value (PBV) hanya 1,4 kali, beberapa analis melihat potensi upside yang cukup besar jika perseroan mampu mempertahankan tren pertumbuhan kontrak.

MDIA: Pemulihan Sektor Media dan Valuasi Murah

MDIA, emiten yang bergerak di sektor periklanan dan penyiaran, menunjukkan pemulihan kinerja yang solid pasca pandemi. Pendapatan iklan televisi dan digital perseroan pada kuartal ketiga 2024 tercatat naik 10% secara tahunan, didorong oleh peningkatan belanja iklan menjelang periode kampanye politik. Laba operasional berhasil berbalik positif setelah dua tahun mencatatkan kerugian, memberikan sinyal perbaikan fundamental yang signifikan. Di sisi lain, tantangan pergeseran preferensi audiens ke platform digital murni tetap menjadi tekanan jangka panjang, sehingga strategi diversifikasi konten menjadi kunci. Valuasi MDIA saat ini tergolong rendah dengan PBV hanya 0,7 kali dan EV/EBITDA di bawah rata-rata industri, sehingga menawarkan potensi keuntungan bagi investor yang bersedia menanggung risiko moderat.

DEWA: Infrastruktur dan Kontrak Baru

Saham DEWA kembali menarik perhatian setelah mengantongi kontrak pembangunan ruas jalan tol trans Sumatera senilai Rp 2,8 triliun. Proyek tersebut diharapkan memberikan kontribusi pendapatan jangka panjang selama masa konsesi, sehingga menambah visibilitas arus kas perusahaan. Neraca keuangan DEWA menunjukkan peningkatan aset tetap yang konsisten, dengan pertumbuhan aset sebesar 15% pada semester pertama 2024. Namun, eksposur terhadap fluktuasi suku bunga menjadi perhatian utama, mengingat beban pinjaman perseroan yang sebagian besar berbasis bunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia berpotensi menekan margin laba bersih. Secara teknikal, saham DEWA berada di area support kuat, sehingga layak dipertimbangkan untuk akumulasi bertahap dengan horizon investasi jangka menengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User