Sep 13, 2026
Nasional

KTT BRICS: Presiden Prabowo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global Inklusif

NEW DELHI — Memasuki hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, dinamika diplomasi ekonomi antarnegara berkembang semakin menguat. Pres

KTT BRICS: Presiden Prabowo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global Inklusif

NEW DELHI — Memasuki hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, dinamika diplomasi ekonomi antarnegara berkembang semakin menguat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir secara langsung dalam forum tingkat tinggi tersebut untuk menyuarakan perlunya perombakan tata kelola ekonomi global agar lebih adil, resilien, dan inklusif di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Kehadiran delegasi Indonesia mencuri perhatian dunia internasional, terutama saat sesi pemotretan resmi para kepala negara. Presiden Prabowo berdiri berdampingan di barisan depan bersama para pemimpin kunci dunia, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Momen ini mempertegas posisi strategis Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi emerging markets yang diperhitungkan.

Kronologi Agenda dan Negosiasi Diplomatik Hari Kedua

Rangkaian pertemuan pleno hari kedua KTT BRICS diwarnai dengan perdebatan substansial mengenai arsitektur moneter global dan diversifikasi rantai pasok. Berdasarkan pemantauan di lokasi persidangan, berikut adalah urutan agenda utama yang berlangsung:

  1. Sesi Pleno Tertutup (Pagi Hari): Pembahasan mendalam mengenai reformasi lembaga keuangan multilateral, pemanfaatan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral (local currency transaction), serta penguatan New Development Bank (NDB).
  2. Dialog Terbuka BRICS Plus (Siang Hari): Forum perluasan interaksi antarnegara mitra non-anggota, di mana Presiden Prabowo memaparkan visi ketahanan pangan, transisi energi berkeadilan, dan hilirisasi komoditas strategis.
  3. Pertemuan Bilateral Tingkat Tinggi (Sore Hari): Pertemuan maraton antarkepala negara untuk membahas kerja sama teknologi, kecerdasan buatan, serta investasi infrastruktur hijau yang berkelanjutan.

Fokus Resiliensi Finansial dan Penguatan Selatan-Selatan

Isu utama yang menjadi sorotan dalam komunike bersama adalah perlunya membangun sistem ekonomi yang tahan terhadap guncangan eksternal. KTT kali ini menaruh perhatian besar pada tiga pilar utama: penguatan resiliensi ekonomi domestik, percepatan inovasi industri berbasis teknologi hijau, dan revitalisasi kerja sama pembangunan negara-negara kawasan Selatan (South-South Cooperation).

"Pertumbuhan ekonomi dunia tidak boleh lagi bersifat eksklusif. Kita harus memastikan rantai pasok global berjalan adil tanpa diskriminasi, serta memberikan ruang seluas-luasnya bagi negara berkembang untuk melakukan hilirisasi dan industrialisasi mandiri demi kesejahteraan rakyat," tegas Presiden Prabowo dalam pidato intervensinya di hadapan para delegasi.

Di samping isu perdagangan, kerja sama inovasi dan transfer teknologi menjadi agenda krusial. Delegasi Indonesia aktif mendorong terbentuknya kerangka kerja sama riset gabungan di bidang energi terbarukan dan ketahanan siber guna mengantisipasi disrupsi global di masa mendatang.

Dampak Strategis bagi Perekonomian Nasional

Keterlibatan aktif Indonesia dalam forum multilateral seperti KTT BRICS mencerminkan kelanjutan doktrin politik luar negeri bebas aktif. Keuntungan strategis yang dibidik pemerintah mencakup:

  • Diversifikasi Pasar Ekspor: Membuka akses pasar nontradisional bagi produk manufaktur dan olahan hasil hilirisasi tambang nasional.
  • Alternatif Pendanaan Pembangunan: Peluang mengakses pembiayaan infrastruktur berkelanjutan dari lembaga keuangan alternatif di luar skema tradisional Barat.
  • Penguatan Stabilitas Moneter: Peningkatan volume perdagangan dengan mata uang lokal guna memitigasi risiko volatilitas nilai tukar global.

Dengan berakhirnya sesi pleno hari kedua, KTT BRICS diharapkan menghasilkan deklarasi konkret yang memperkuat komitmen negara-negara anggota dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan pangan dunia, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User