Korban Tewas Kecelakaan Pantura Indramayu Kini 12 Jiwa
Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Pantura, tepatnya di wilayah Lohbener, Kabupaten Indramayu, terus bertambah. Hingga pembaruan data terakhir, total korban jiwa yang meninggal duni...
Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Pantura, tepatnya di wilayah Lohbener, Kabupaten Indramayu, terus bertambah. Hingga pembaruan data terakhir, total korban jiwa yang meninggal dunia mencapai 12 orang. Tragedi yang melibatkan dua kendaraan besar ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi pengingat akan risiko tinggi di jalur padat transportasi darat tersebut. Sebagian korban sempat menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal akibat cedera parah yang diderita.
Kronologi Tabrakan di Jalur Pantura Lohbener
Peristiwa nahas itu terjadi pada dini hari ketika arus lalu lintas di pantura Indramayu masih lengang. Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP sementara, sebuah bus antarkota yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta diduga kehilangan kendali saat hendak mendahului kendaraan lain di tikungan landai. Pada saat bersamaan, sebuah truk pengangkut logistik datang dari arah berlawanan. Tabrakan frontal tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan bagian depan bus hancur dan terguling ke sisi badan truk, menjepit puluhan penumpang di dalam kabin. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena struktur kendaraan yang ringsek dan posisi korban yang terimpit. Tim gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan relawan harus menggunakan alat pemotong hidrolik untuk mengeluarkan para penumpang.
Kondisi Para Korban dan Perawatan Medis
Dari 35 penumpang bus dan sopir truk, sembilan orang tewas di lokasi kejadian. Sisanya, sebanyak 20 korban mengalami luka berat hingga ringan. Mereka segera dilarikan ke RSUD Indramayu dan beberapa puskesmas sekitar. Tiga di antaranya yang mengalami trauma kepala berat, pendarahan dalam, serta patah tulang multipel akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam kurun waktu 12–36 jam setelah kejadian. Penambahan tiga korban jiwa inilah yang membuat total kematian menjadi 12 orang. Dokter jaga menjelaskan bahwa sebagian besar pasien mengalami komplikasi sindrom kompartemen dan syok hemoragik yang tak tertolong meski telah dilakukan tindakan operasi darurat. Identifikasi korban memakan waktu karena beberapa di antaranya tidak memiliki identitas lengkap, sehingga tim DVI Polda Jabar turut dilibatkan untuk pencocokan DNA.
Dampak dan Penanganan di Lokasi Kecelakaan
Jalur Pantura Lohbener yang menjadi nadi penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah sempat lumpuh total lebih dari tiga jam. Kendaraan dari kedua arah mengular sepanjang 2,5 kilometer. Petugas kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas one way setelah proses evakuasi selesai. Bangkai kendaraan yang berat memerlukan mobil derek besar untuk dipindahkan dari badan jalan. Minyak dan serpihan kaca yang berceceran juga dibersihkan agar tidak memicu kecelakaan susulan. Dinas perhubungan setempat menyatakan jalur sudah kembali beroperasi normal pada pukul 07.00 WIB.
Penyelidikan dan Sorotan Keselamatan
Satlantas Polres Indramayu masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada faktor kelelahan pengemudi dan potensi kerusakan sistem pengereman bus. Polisi telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk penumpang yang selamat. Hasil uji alkohol dan narkoba terhadap sopir bus yang turut menjadi korban meninggal masih menunggu konfirmasi laboratorium. Peristiwa ini kembali memantik perdebatan publik mengenai pengawasan ketat terhadap armada bus antarkota, terutama yang melayani trayek malam. Sejumlah pihak mendesak pengecekan rampcheck berkala dan pembatasan jam kerja pengemudi untuk menekan angka kecelakaan di jalur pantura yang kerap memakan korban jiwa.
Baca juga:
Comments (0)